Libatkan Anak, KPAI Kecam Keras Bom Tiga Gereja di Surabaya

 

 

 

Sukday.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat mengecam aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur yang telah melibatkan anak-anak yang masih dibawah umur.

“Kami mengecam keras penyerangan bom yang tidak berperikemanusiaan dimaksud. Ini pelanggaran serius dan tidak seharusnya terjadi,” tutur Ketua KPAI Susanto.

Aksi teror bom yang dilakukan pada Minggu (13/5) itu melibatkan empat orang anak dari pasangan Dita Oepriarto dan Puji Kuswati untuk meledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna, GKI Diponegoro, dan Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Dari kejadian tersebut, menyebabkan beberapa anak lain tewas lantaran berada di lokasi gereja. Oleh karena itu, KPAI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan jumlah anak yang menjadi korban dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

“Saat ini serangan bom menimpa 3 Gereja di Surabaya, mengakibatkan 6 orang meninggal, 33 korban masuk rumah sakit. Anak juga menjadi korban atas keganasan teror tersebut,” ujar Susanto.

“KPAI menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sejumlah korban, termasuk anak. Untuk memastikan jumlah korban anak, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” dia menambahkan.

KPAI juga mengimbau supaya masyarakat selalu waspada. Susanto mengharapkan masyarakat dapat proaktif untuk melaporkan bila terdapat kejanggalan disekelilingnya agar hal yang sama tidak lagi terulang.

“Kepada masyarakat luas, agar selalu berhati-hati, tidak perlu takut dan terus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait termasuk pihak kepolisian, untuk mencegah segala bentuk potensi kejadian berulang. Kerja sama sinergis merupakan kekuatan besar bagi upaya mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan tanpa teror,” katanya.