Panen Tembakau Bagus, Kasus Narkoba Ikut Naik

Sukday.com – Tingkat panen tembakau yang ada di Temanggung juga termasuk salah satu yang menjadikan angka kasus narkoba menjadi naik. Seperti pada tahun lalu ketika hasil panen tembakau bagus, kasus narkoba juga mengalami peningkatan.

“Kondisi sosial geografis dan finansial masyarakat mempengaruhi fluktuasi pengungkapan kasus narkoba. Contohnya, panen tembakau tahun 2016 lalu cenderung gagal, kondisi finansial masyarakat kurang dan berpengaruh pada rendahnya tingkat konsumsi dan peredaran narkoba,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Temanggung, AKP Ari Sulistyawan di Mapolres Temanggung, Jumat (14/7/2017).

Perkiraan pada tahun ini panen tembakau juga akan bagus, dan sudah diprediksi kasus narkoba akan ikut naik pula. “Faktor lainnya, jika aparat terus bergerak mengungkap kasus narkoba, maka para pelakunya akan cenderung tiarap. Peredaran narkoba akan bergeser ke daerah lain di sekitar Temanggung, seperti Magelang,” ungkap Ari.

Menurutnya hingga akhir semester pertama tahun 2017 ini, Polres Temanggung berhasil mengungkap 12 kasus narkoba. Sementara tahun 2016 lalu petugas mengungkap 17 kasus hingga akhir tahun.

Sebagian besar kasus adalah pemakaian narkoba jenis sabu dan ganja. Lainnya bervariasi, dari jenis riklona, putaw, dan jenis psikotropika.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Temanggung, Antoni menambahkan ada peningkatan kasus narkoba yang ditangani oleh kejaksaan.

“Tahun ini memang trennya meningkat. Pada 2016, kami hanya menangani 10 kasus narkoba. Tapi tahun 2017 ini, sejak Januari hingga Juli sudah menangani antara 15 hingga 20 kasus,” pungkas Antoni.

Perampungan Bangkai Helikopter Yang Terjatuh


Sukday.com – Kejadian jatuhnya Helikopter Basarnag yang awak helikopter tepat berada di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah pada beberapa hari yang lalu akan segera dirampungkan oleh tim gabungan.

“Hari ini investigasi kita selesaikan sampai jam 15.00 WIB. Tinggal melengkapi beberapa data saja, tapi untuk hasilnya belum,” ujar Direktur Operasional dan Latihan Basarnas, Brigjen TNI Marinir Ivan Ahmad Rizky Titus kepada wartawan, Selasa (4/7/2017).

Selama proses investigasi, tim yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan PT Dirgantara Indonesia tidak mengalami kendala.

Hingga saat ini penyebab terjatuhnya Helikopter belum bisa diketahui. “Untuk kendala investigasi tidak ada, hanya hambatan kecil saja ketika menurunkan bodi pesawat,” ujarnya.

Hingga sore hari, badan helikopter Basarnas belum semuanya bisa dievakuasi. Hanya beberapa serpihan yang kemudian dibawa ke Kantor SAR Surabaya untuk proses investigasi lanjutan.

“Beberapa serpihan yang dibawa adalah yang kemarin berceceran di lokasi dan sempat dikumpulkan. Kemudian tutup mesin dan bagian-bagian yang bergerak di rotari. Untuk bagian bodi yang besar masih di atas,” sambung Ivan.

Proses evakuasi bodi helikopter akan membutuhkan waktu karena tim harus lebih dulu melakukan pemotongan sejumlah bagian.

“Alat yang kita gunakan nanti berupa ekstrikasi gunanya untuk memotong maupun membelah bodi heli agar mudah dievakuasi,” katanya.

Helikopter Basarnas mengalami musibah menabrak tebing bukit Butak di Desa Canggal pada Minggu (2/7).

Delapan orang yang terdiri dari empat kru helikopter dan empat relawan SAR Basarnas Jawa Tengah meninggal dunia akibat peristiwa ini.