KPK Yakin Pembacaan Dakwaan Akan Gugurkan Gugatan Praperadilan Fredrich

 

 

 

Sukday.com – Persidangan pertama kasus dugaan penghalangan proses penyidikan yang melibatkan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi dilangsungkan pada pada Kamis, 8 Februari 2018 di Pengadilan Tipikor Jakarta. KPK mengharapkan seluruh pihak responsif pada proses persidangan perdana ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sidang pertama dengan ageda pembacaan dakwaan tersebut dapat menjatuhkan gugatan praperadilan Fredrich.

“Jadi setelah sidang dibuka, sesuai dengan ketentuan di KUHAP dan putusan MK, dan kalau kita baca juga putusan-putusan praperadilan sebelumnya, ketika persidangan sudah dimulai, ditandai dengan dibukanya persidangan oleh majelis hakim, maka tentu proses praperadilan akan gugur,” ungkap Febri di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Febri mengatakan bahwa jaksa penuntut umum terhadap KPK akan menjelaskan fakta-fakta dan peranan Fredrich pada perkara menghilangnya Setya Novanto. KPK juga mengharapkan sidang pembacaan dakwaan terhadap Fredrich dapat berlangsung dengan baik.

“Semoga besok (hari ini) persidangannya berjalan dengan baik. Pengadilan kan sudah memanggil jaksa penuntut umum KPK untuk menghadirkan terdakwa. Kita dengar bersama-sama dakwaannya. Kita akan uraikan semua hal yang relevan dengan dugaan perintangan atau menghalangi penanganan kasus e-KTP ini,” ungkap Febri.

KPK Akan Siap Hadir Pada Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Fredrich Yunadi

 

 

 

 

Sukday.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bersiap untuk melakukan perlawanan atas permohonan gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh tersangka kasus dugaan penghalangan proses hukum kasus e-KTP, Fredich Yunadi.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan lewat Biro Hukum bahwa KPK akan menjelaskan bukti-bukti penetapan tersangka kepada mantan pengacara Setya Novanto tersebut adalah sah.

“Kami yakin seluruh proses formil yang dilakukan oleh KPK dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ungkap Febri di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 30 Januari 2018.

Febri menjelaskan tindakan hukum yang dijalankan ole penyidik KPK dan tim penyelidik kepada Fredrich berlangsung sesuai dengan undang-undang KPK. Tidak hanya Fredrich, kasus tersebut juga mneyeret salah satu dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo.

“Dengan dua tersangka ini, FY dan BST itu kami lakukan secara benar sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Substansi buktinya juga sangat kuat dugaan bahwa ada perbuatan-perbuatan menghalangi halangi penanganan kasus KTP elektronik itu sudah kita miliki buktinya,” tuturnya.

Febri memastikan KPK akan hadir dalam sidang pertama yang akan digelar pada 5 Februari 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebelumnya, Febri mengatakan tim biro hukum KPK akan melakukan pendalaman atas gugatan yang diajukan oleh Fredrich.

“Kita pertimbangkan dulu kita pelajari dulu suratnya kita pelajari substansi dari permohonan tersebut,” kata Febri.

Hakim Tolak Pengajuan Gugatan Praperadilan Gunawan Jusuf Lawan Polri

 

 

Sukday.com – Permohonan gugatan praperadilan Gunawan Jusuf dan M Fauzi Thoha terhadap Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Effendi Mukhtar.

“Saya hakim tunggal yang ditunjuk memeriksa praperadilan sidang ini menyatakan putusan praperadilan ditolak,” ungkap Effendi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Pada putusan hakim melakukan penolakan atas eksepsi termohon (Bareskrim Polri). Kemudian, SP.Sidik/780-Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tanggal 8 Juni 2017 an Sprindik 896-Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tanggal 22 Juni 2017 atas dasar LP 369/IV/2017/Bareskrim dinilai tidak sah dan batal untuk kelangsungan hukum.

Hakim juga mengintruksikan kepada termohon supaya menyetop penyidikan, sementara hakim menolak petitum pemohon atau Gunawan dan Fauzi.

Artinya, kepada pelapor tidak bisa mengajukan gugatan hukum dengan subjek serta objek yang sama.

Advokat Utama Divisi Hukum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Veris Septiansyah mengungkapkan hakim melakukan penolakan petitum atas pemohon Gunawan dan Fauzi mengenai pembatalan  Laporan Polisi 369/IV/2017/Bareskrim.

“Hakim menolak itu. Karena hakim berpendapat lain, itu hak asasi dari pelapor‎ yang mana kaitan daripada ketentuan hukumnya sudah mengatur masalah laporan masyarakat terhadap pihak polisi sehingga tidak bisa dibatalkan‎,” ungkap Veris, melansir dari Antara.

Polemik Sidang Perdana Setya Novanto

 

 

 

Sukday.com – Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi tidak mau berkhayal mengenai gugur atau tidaknya gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto sesudah sidang pertama pokok perkara pada tanggal 13 Desember 2017 mendatang.

“Saya tidak biasa berandai-andai. Kalau besok sudah dipastikan agendanya terus dilaksanakan (sidang), baru kita sampaikan sikap kita,” ungkap Setiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Sidang perdana Setya Novanto menjadi perdebatan karena menjadi penetap gugurnya sidang praperadilan. Hal tersebut mengacu terhadap dua hal yaitu Pasal 82 ayat 1 KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015.

“Kita yang fakta atau pasti-pasti. Kalau perlu besok misalnya kita sampaikan atau diputuskan hakim praperadilan (gugur) ya kita ucap syukur,” kata Setiadi.

Seperti yang telah diagendakan, sidang pertama perkara pokok di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) akan dilangsungkan pada tanggal 13 Desember 2017 sedangkan sidang praperadilan diputuskan pada tanggal 14 Desember 2017.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengharapkan sidang tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dia juga mengharapkan Setya Novanto dapat menghadiri sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.

“Mudah-mudahan semuanya lancar, dan Pak SN juga dalam kondisi sehat untuk menghadapi persidangan,” ungkap Alex di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat 8 Desember 2017.

lex mengatakan KPK tidak mempunyai persiapan khusus untuk menghadapi persidangan kasus Novanto. Menurutnya, sidang yang menjadikan Novanto sebagai terduga ini sama dengan sidang biasanya.

“Ya biasa saja, enggak ada persiapan khusus. Sama dengan persidangan yang lain, hari Rabu kalau enggak salah untuk membacakan surat dakwaan,” katanya.