Pemuda Di Malang Bunuh Ibu Kandung Karena Tak Kunjung Dibelikan Helm

Sukday.com – Seorang pemuda di Malang tega membunuh ibu kandungnya sendiri hanya karena kesal tidak pernah merasa diperhatikan sebagai seorang anak. Tersangka yang bernama Dwi Prayogi (20) tersebut ternyata sudah lama mempunyai niat ingin membunuh ibu kandungnya sendiri.

Pelaku yang hanya tamatan SMP tersebut juga mengakui rencana pembunuhan ibunya sudah sejak dirinya masih duduk di kelas 2 SMP. “Pelaku sudah lama merencanakan untuk menganiaya korban. Semua dilatarbelakangi kesal atau sakit hati,” beber Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Rabu (26/9/2017).

Kronologi kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada malam hari. Pelaku baru pulang setelah menonton futsal dan dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Mungkin mabuk atau bagaimana, pelaku tertidur dan bangun sekitar pukul 2 pagi. Kemudian mendatangi kamar korban, niat untuk membunuh urung dilakukan sampai tiga kali. Setelah itu baru memukul korban dengan talenan dan mengikat leher korban dengan kawat seling,” urai kapolres.

Pada saat pemeriksaan, pelaku mengaku kesal dan sakit hati, karena ibunya lebih memperhatikan kakak serta adik kandungnya. “Saya minta tidak pernah dikasih, kakak minta motor dibelikan, adik juga. Makanya saya jengkel,” ujar Prayogi.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini menyebut, permintaannya untuk dibelikan helm, tidak kunjung direspon oleh ibunya. Kekesalan semakin menumpuk, hingga nekat membunuhnya ibunya.

“Saya minta helm tidak dibelikan. Ibu pilih kasih, waktu saya ikat lehernya masih hidup,” terang Prayogi.

Sementara itu tidak tampak wajah penyesalan pada Prayogi, meski hukuman mati atau seumur hidup bakal diterimanya. Ditanya apakah menyesal dengan perbuatannya, Yogi hanya menjawab sedikit. “Sedikit, saya kesal ibu pilih kasih,” jawab pelaku.

Sadis, Pemuda Bunuh Ibunya Dengan Talenan

Sukday.com – Seorang ibu rumah tangga yang bernama Suyati (42) ditemukan didalam kamarnya sendiri dengan keadaan bersimbah darah. Tidak ada yang menyangka jika IRT muda tersebut tewas ditangan anak kandungnya sendiri.

“Awal, terima laporan ada warga gantung diri. Kita olah TKP, ditemukan fakta-fakta berbeda, korban diduga kuat meninggal karena dianiaya,” ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Rabu (26/9/2017) sore.

Hal tersebut terungkap setelah diadakan pemeriksaan olah TKP Tim Forensik Satreskrim Polres Malang. Terkuaknya korban tewas akibat dibunuh dilihat setelah terbukti ada beberapa bekas luka yang ditemukan. Warga Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, ini mengalami luka di bagian kepala, serta bercak darah di atas tempat tidur serta dinding kamar tidur.

“Bantal berlumuran darah, dan tempurung kepala korban pecah, karena pukulan benda tumpul. Laporan awal gantung diri, tetapi tidak ditemukan indikasi kuat mengarah kesana (gantung diri), justru sebaliknya,” sambung Kapolres Ujung.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan meminta keterangan semua kerabat korban. Termasuk, putra korban Prayogi melaporkan pertama kali kepada keluarga, ibunya tewas gantung diri.

“Kami periksa semua kerabat dan anak korban yang akhirnya mengakui perbuatannya,” tegas Kapolres.

Pelaku menjelaskan, dia menganiaya ibunya sendiri hingga tewas dengan menggunakan alat dapur terbuat dari kayu atau talenan. Aksi sadisnya tersebut dia lakukan pada saat korban tidur pulas di kamarnya.

“Dipukul pakai telenan kayu di bagian kepala. Itu terjadi pada pukul 2 dini hari tadi,” beber Ujung.

Setelah menganiaya ibunya, pelaku mengambil kawat seling motor untuk diikatkan ke leher korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan rumah, sebelum merekayasa TKP telah terjadi gantung diri.

“Biar seakan memang benar gantung diri, pelaku keluar rumah dan kemudian memberitahu kerabat ibunya gantung diri,” ujar kapolres.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Yakni, pakaian pelaku, talenan, hingga bantal yang berlumuran darah. Atas perbuatannya Prayogi terancam hukuman mati.