Pelaku Pembuangan Mayat Di Terminal Kampung Rambutan Sudah Ditangkap

Sukday.com РPria yang bernama Badrun (45) sudah dipastikan merupakan tersangka yang melakukan pembunuhan terhadap korbannya yang bernama  Imam Maulana (19). Dengan teganya setelah membunuh korbannya, pelaku membuang mayat korbannya di area Terminal Kampung Rambutan diperiksa di Polres Jakarta Timur.

Mayat korban dibuang dalam kondisi sudah terbungkus. Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap dan berada di Polda Metro jaya. Penangkapan pelaku dilakukan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Pelaku diamankan ke Polres Jakarta Timur,” kata Kapolres Jaktim Kombes Andry Wibowo, Rabu (15/11/2017).

Pelaku berhasil ditangkap sewaktu berada di Clean House Laundry, Citra Gran Cibubur, Bekasi pada sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan Badrun dilakukan setelah polsi berhasil mengidentifikasi korban di RS Polri.

Korban yang tercatat warga Banyumas itu mayatnya ditemukan di Terminal Kampung Rambutan sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (14/11). Eny, salah satu saksi mengatakan bungkusan yang berisi mayat itu tergeletak di area toilet terminal sejak Minggu (12/11).

Karena dikerubuni lalat dan mengeluarkan bau tak sedap, warga melaporkan ke Pos Polisi Kampung Rambutan pada hari Selasa (14/11).

Pemilik Pabrik Petasan Diperiksa Pihak Kepolisian

Sukday.com – Pihak keploisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik asli gedung penyimpanan petasan yang berada di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten meledak hari lalu. Pemilik gedung tersebut bernama Indra Liyono (40) akan ditenutukan statusnya dalam waktu 1×24 jam.

“Dia kan baru datang siang. Kasih waktu penyidik 1×24 jam untuk menentukan statusnya, nanti setelah pemeriksaan 1×24 jam ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Jumat (27/10/2017).

Saat ini, penyidik masih dala proses melakukan penyidikkan terhadap pemilik pabrik tersebut. Polisi masih menanyakan seputar SOP yang ada di pabrik tersebut. “Yang jelas dia harus bertanggung jawab sebagai pemilik,” imbuhnya.

Selain pemilik pabrik, beberapa karyawan juga ikut diperiksa untuk mendapatkan keterangan yang lebih banyak terkait dengan SOP operasional yang ada di pabrik tersebut.

Hingga kini, polisi masih mendalami unsur pidana yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. “Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan maraton, termasuk saksi-saksi,” lanjutnya.

Sampai saat ini, Indra dan juga tiga karyawannya masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi lainnya terkait kejadian itu.

Dua Sindikat Wanita Diringkus Dirumahnya Terkait Tindak Penipuan Yang Dilakukan

Sukday.com – Dua perempuan diamankan pihak kepolisian karena diguga telah nmelakukan tindak penipuan. Kedua perempuan tersebut yakni Halimatu Sa’diah atau Limah dan Jemi Sentia atau Je. Keduanya berasal dari daerah yang berbeda yakni dari Medan dan juga Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus kedua tersangka dirumahnya sendiri yang berada di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumut. Sementara tersangka Je ditangkap di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kedua sindikat ini memperdaya korban dengan modus mengaku-aku sebagai pejabat polisi.

“Dua wanita ini diperalat oleh tiga tersangka utama, akan tetapi mereka juga tahu bahwa perbuatannya ini melawan hukum,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, Kamis (21/9/2017).

“Tersangka Limah berperan sebagai operator yang memindahkan, mentransfer dan mengambil uang hasil kejahatan dari rekening penampungan ke beberapa rekening samaran berdasarkan. Sementara tersangka Je, dia sebagai penampung hasil kejahatan,” jelas Nico.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, para tersangka berpura-pura hendak menjual mobil dengan harga murah. “Untuk memuluskan aksinya itu, mereka mencatut nama pejabat polisi,” ucapnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan pada 28 Juli 2017 lalu. Korban sebelumnya mendapatkan panggilan telepon dari pelaku yang mengaku sebagai saudara korban yang juga pejabat di kepolisian.

“Kemudian para pelaku menawarkan beberapa unit mobil,” ucapnya.

Korban tertarik untuk membeli mobil Avanza Veloz tahun 2016 seharga Ro 130 juta seperti yang ditawarkan pelaku. Karena percaya bahwa yang menghubungi adalah saudaranya, maka korban pun mengirimkan sejumlah uang secara bertahap ke rekening komplotan yang dipegang oleh tersangka Limah dan Je.

Belakangan, korban baru mengetahui bahwa yang menghubunginya itu bukan saudaranya. Korban pun kemudian melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya.

Warga Negara Nigeria Ditangkap Karena Bawa Sabu Seberat 2kg

Sukday.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka di sebuah rumah kos di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tersangka kedapatan menyimpan 2 kg sabu di kosan tersebut.

“Iya betul, tersangka kami tangkap pada Minggu (23/4) lalu,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (26/4/2017).

Selain Kabaka, polisi juga mengamankan seorang perempuan WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani di lokasi tersebut. Saat ini keduanya masih diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

“Barang bukti yang disita ada 22 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 2 kg,” imbuhnya.

Di hari yang sama, tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga menangkap dua orang pengedar Bibing Sarbini alias Kakek dan Rendy di Jl Guntur, Karang Tengah, Kota Tangerang. Dari keduanya, polisi menyita 3,9 gram sabu.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.