Hasil Ujicoba Laboratorium Soal PCC.jpg

Sukday.com – Pihak dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara telah melakukan penelitian terkai obat yang membuat puluhan orang mengalami tindakan diluar kontrol mereka. Hasil uji laboratorium sampel PCC serta cairan dan gel yang diminum oleh beberapa korban yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari.

Dari beberapa sampel yang diuji coba ditemukan diperoleh hasil yang berbeda. “Ada sisa berupa cairan dan gel yang diambil dari korban, kami sudah melakukan uji lab dan haslinya untuk cairan dan gel diuji dengan bahan baku pembanding hasilnya negatif, tidak mengandung bahan berbahaya,” jelas kepala BPOM Sultra, Adilah Pababbari di Kantor BPOM Sultra.

Sementara untuk PCC yang diberikan sampel kepada BPOM Sultra, memiliki dua hasil yang berbeda.

“BNN Kota Kendari memberikan kami sampel PCC, hasil uji lab kami PCC dari BNN Kota Kendari mengandung Tramadol, Carisoprodol, Cafein dan Paracetamol, bentuknya memang agak rapuh, sementara untuk BNN Sultra hasil uji lab PCC yang diberikan yakni mengandung Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol,” terangnya.

Namun terkait efek dari obat itu sendiri ia tidak jelaskan secara rinci, tetapi sehari sebelumnya ia telah mengungkapkan jika Carisoprodol digolongkan sebagai obat keras yang dapat digunakan sebagai relaksan otot, tapi sayangnya banyak disalah gunakan, sehingga ditarik izin edarnya.