Demi Bekuk Pencopet, Polisi Berdandan Jadi Ibu-Ibu

Sukday.com – Polisi di Palembang rela menyamar sebagai ibu-ibu dengan mengenakan baju daster demi menangkap pencopet yang sudah lumayan lama meresahkan warga di Pasar 16 Ilir. Alhasil, polisi tersebut berhasil menangkap satu orang yang akan mencopetnya.

Sebelum melakukan aksinya itu, Anggota Polsek Ilir Timur I itu sudah lama mengintai tersangka. hal ini dilakukan berdasarkan dengan laporan warga dengan adanya pencopet dan penjambret yang selalu mengincar warga saat berbelanja di pasar tradisional yang berada tepat di sebelah Jembatan Ampera itu.

“Sudah menjadi target kita. Karena tersangka selalu melakukan pencopetan di lokasi tersebut. Sehingga untuk menangkap tersangka, anggota harus melakukan penyamaran, karena sangat lincah dan sulit untuk ditangkap,” ujar Kapolsek Ilir Timur I Kompol Rivanda, Jumat (14/4/2017).

Ketika tertangkap oleh polisi, tersangka berusaha berontak dan mencoba melarikan diri dari petugas. Beruntung, anggota yang berjumlah 4 orang berhasil membekuk tersangka dengan mengikatnya menggunakan tali rafia.

“Tidak ada barang bukti saat ditangkap di pasar. Saat ini masih kita lakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di pasar tersebut,” ucapnya.

Di Pasar 16 Ilir, warga yang menyaksikan penangkapan itu sempat terkejut melihat polisi menangkap tersangka. Pasalnya, polisi yang menyamar itu tidak dikenali warga.

“Kaget ada polisi pakai daster nangkap copet. Karena pas ditangkap, dia (tersangka, red) mau lari dan melawan polisi terus,” ujar salah seorang warga, Rinaldi.

Menurut Rinaldi, polisi sempat mengarahkan pistol ke bagian paha tersangka karena terus memberontak saat ditangkap, namun tidak jadi ditembak.

Bandar Narkoba Palembang Di Grebek

Sukday.com – BNN menggerebek rumah diduga bandar narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Pemilik rumah dan 2 orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba diamankan.

Selain senpi dan paspor, menurut Supriyati dirinya diberitahu sebelumnya telah ada penangkapan dengan barang bukti 10 Kilogram sabu dan satu orang ditembak mati.

Diinformasikan BNN katanya ini pengembangan, ada barang bukti sabu juga 10 Kg, tapi di tempat lain ditemukannya. Dan satu orang ditembak karena mau kabur.

Pemilik rumah yang diketahui bernama Khadapi (36) baru menghuni rumah sejak 2 bulan terakhir. Saat pertama pindah, anak buah pemilik rumah sempat melapor atas nama Khadapi yang merupakan pemilik rumah sekaligus showroom mobil.

Di Jalan Alamsya Ratu Perwira Palembang, terlihat rumah toko dua lantai disegel BNN, termasuk 3 mobil sedan dan 3 mobil minibus dari berbagai merek. Selain itu, beberapa pihak keluarga turut dibawa pihak BNN.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Handoko Sanjaya yang berada di lokasi turut membenarkan penggerebekan oleh BNN Pusat. Dirinya bersama anggota lain hanya mengamankan lokasi untuk membantu BNN dan menjaga ruko tersebut.