Dua Mahasiswa Tewas Lantaran Pajero Yang Ditumpangi Tabrak Rumah

 

 

 

Sukday.com – Dua orang penumpang mobil Pajero Sport, Eko dan Rizki, meninggal dunia di tempat setelah menabrak pagar dan rumah warga. Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang, pada Jumat dini hari tadi. Sementara dua penumpang yang lain masih dalam keadaan kritis.

“Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi,” ungkap Kapolsek Medan Sunggal.

Mobil Pajero dengan nomor polisi BK-1184-UY yang dikendarai oleh Frans Siahaan itu berasal dari arah Jalan DR Mansur ke Simpang Pemda Selayang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Mobil datang dari arah Jalan Dr Mansur menuju arah Simpang Pemda,” kata Wira.

“Dari penyelidikan di TKP, sebelum menabrak rumah warga, Pajero sempat mengelakkan mobil Avanza yang melintas di depannya. Pengemudi banting setir dan menaiki pembatas jalan dan menabrak tiang reklame serta rumah warga,” dia menambahkan.

Karena kecelakaan maut itu, dua dari lima penumpang mobil tersebut meninggal dunia. Sementara tiga penumpang lainnya kritis dan masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Eko adalah seorang mahasiswa yang tinggal di Taman Asoka, Medan. Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan tewas di tempat. Sementara Rizki merupakan warga Taman Asoka Medan meninggal dengan keadaan mulut terluka serta mengeluarkan darah dan kaki kanan patah.

Sementara korban luka yakni Arif Hasibuan (24) tengah kritis di RSU H Adam Malik Medan, dan Fahri RW (23) mengalami luka ringan. Sementara pengemudi mobi bernama Frans Richardo Siahaan (26) mengalami luka pada kening dan dada sesak di rawat di RS Bhayangkara Poldasu.

Dua Sindikat Wanita Diringkus Dirumahnya Terkait Tindak Penipuan Yang Dilakukan

Sukday.com – Dua perempuan diamankan pihak kepolisian karena diguga telah nmelakukan tindak penipuan. Kedua perempuan tersebut yakni Halimatu Sa’diah atau Limah dan Jemi Sentia atau Je. Keduanya berasal dari daerah yang berbeda yakni dari Medan dan juga Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus kedua tersangka dirumahnya sendiri yang berada di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumut. Sementara tersangka Je ditangkap di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kedua sindikat ini memperdaya korban dengan modus mengaku-aku sebagai pejabat polisi.

“Dua wanita ini diperalat oleh tiga tersangka utama, akan tetapi mereka juga tahu bahwa perbuatannya ini melawan hukum,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, Kamis (21/9/2017).

“Tersangka Limah berperan sebagai operator yang memindahkan, mentransfer dan mengambil uang hasil kejahatan dari rekening penampungan ke beberapa rekening samaran berdasarkan. Sementara tersangka Je, dia sebagai penampung hasil kejahatan,” jelas Nico.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, para tersangka berpura-pura hendak menjual mobil dengan harga murah. “Untuk memuluskan aksinya itu, mereka mencatut nama pejabat polisi,” ucapnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan pada 28 Juli 2017 lalu. Korban sebelumnya mendapatkan panggilan telepon dari pelaku yang mengaku sebagai saudara korban yang juga pejabat di kepolisian.

“Kemudian para pelaku menawarkan beberapa unit mobil,” ucapnya.

Korban tertarik untuk membeli mobil Avanza Veloz tahun 2016 seharga Ro 130 juta seperti yang ditawarkan pelaku. Karena percaya bahwa yang menghubungi adalah saudaranya, maka korban pun mengirimkan sejumlah uang secara bertahap ke rekening komplotan yang dipegang oleh tersangka Limah dan Je.

Belakangan, korban baru mengetahui bahwa yang menghubunginya itu bukan saudaranya. Korban pun kemudian melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya.