Seorang Gadis Ditangkap Polisi Karena Curi Ponsel Milik Temannya

 

 

 

Sukday.com – Seorang gadis bernama Wana (17) harus berurusan dengan hukum lantaran didapati mencuri sebuah ponsel milik temannya di rumah kos Jalan Adhyaksa Baru lorong 9, Makassar. Wana sekarang telah diamankan di Polsek Panakukang untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Diamankan pada kamis, oleh Resmob Polsek Panakukang yang merupakan pelaku pencurian. Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ungkap  Kapolsek Panakukang, Kompol Anandan Fauzi, Jumat (8/6/2018).

Peringkusan pelaku itu dipimpin oleh Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga setelah menjalankan patroli dan hunting selanjutnya memperoleh informasi terkait keberadaan tersangka. Ketika diamankan wanita ini tengah berada di kediaman temannya di Panciro Kabupaten Gowa.

“Pimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan hunting disekitar wilayah panakkukang dan mendapatkan informasi melakukan penyelidikan, pelaku sekarang sedang berada di salah satu rumah temannya di daerah Panciro Kabupaten Gowa. Selanjutnya anggota Resmob langsung menuju tempat yang dimaksud dan langsung mengamankan,” terang Ananda.

Tersangka melakukan aksi pencurian ponsel tersebut ketika akan ke kosan temannya dan melihat sebuah ponsel di atas tempat tidur. Kemudian tersangka mengambil ponsel tersebut dan pergi dari lokasi.

“Pencurian 1 Unit Hp Oppo type A71 berwarna Gold,” katanya.

Bukan hanya tersangka, polisi juga menyita sebuah ponsel hasil curian serta sepeda motor yang dipakai tersangka ketika melakukan aksinya.

“Dilakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti handpone tersebut yang disimpan di kantong jaketnya dan dilakukan interogasi,”  pungkasnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Rencana Ibukota Pindah Luar Jawa Akan Terealisasikan

Sukday.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ibu kota pindah ke luar Jawa. Rencana ini sedang dipelajari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, dalam kajian itu tidak hanya menimbang soal ketersediaan lahan, tapi juga memastikan lokasi ibu kota baru nanti bebas banjir.

“Jadi tolong tim kajian yang memang akan mengkaji itu tidak hanya persiapan tanah yang tersedia, juga harus memperhatikan aspek perkembangan hidrologisnya. Misalnya, apakah wilayah itu punya potensi terkena bencana banjir atau tidak,” kata Yayat, Jumat (14/4/2017).

Dengan begitu, peristiwa banjir yang rutin terjadi Jakarta saat musim hujan, tidak terulang di lokasi ibu kota baru.

“Kita tidak pernah merencanakan Jakarta sebagai ibu kota, karena mewariskan saja dari masa lalu. Ternyata, daerah yang ada di Jakarta ini punya potensi genangan karena merupakan wilayah dari delta atau muara dari sungai-sungai besar,” terang Yayat.

Selain bebas banjir, daya dukung dari ketersediaan air tanah ada atau tidak. Karenanya, pertambahan penduduk membutuhkan ketersediaan air baku yang cukup.

Bukan hanya lahannya yang harus cukup, namun pasokan air juga wajib ada.

“Jadi kondisi tanah juga harus dikaji untuk kelayakannya, bukan hanya sekadar ada tanah luas,” jelas Yayat.

Saat ini Bappenas sedang mengkaji Palangka Raya sebagai lokasi ibu kota baru. Selain itu, Bappenas akan mengkaji beberapa daerah lain sebagai lokasi ibu kota baru.

Yayat mengusulkan, Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam kajian pemerintah. Menurut Yayat, daerah-daerah di Sulsel yang bisa dipertimbangkan jadi lokasi ibu kota baru antara lain Makassar, Parepare, Bantaeng, dan Sidrap.

“Lahan di Sulsel masih bisa dikembangkan, masih bisa dicadangkan lahan. Tapi tolong tidak mengambil lahan-lahan untuk area pertanian subur. Tidak mengubah fungsi lahan-lahan pangan,” pungkas Yayat.