Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan Bus Tabrak Tronton di Tol Ngawi

 

 

 

Sukday.com – Terjadi kecelakaan bus pariwisata dengan truk tronton muatan minyak di jalan tol Ngawi-Kertosono KM 586 Desa Kasreman Kecamatan Geneng. dari kecelakaan tersebut satu orang tewas dan 3 orang menderita luka-luka.

Korban tewas bernama Amben (42) yang merupakan warga Rembang Jawa Tengah seorang kernet bus pariwisata.

“Satu orang yang meninggal kernet bus, dan 3 yang luka di bawa ke RSUD Caruban Madiun,” ungkap saksi bernama Nugroho (40) di lokasi, Kamis (5/4/2018).

Ketika peristiwa terjadi, Nugroho yang tengah siap-siap menanam padi mendengar suara keras dari arah jalan tol. Ternyata tak jauh dari sawahnya terdapat bus pariwisata yang bernomor polisi K 1627 GD menabrak truk tronton bernopol L 8288 UB di jalan tol.

“Tadi saya pas nunggu persiapan tanam padi ada suara keras bruak. Saya lihat ternyata bus pariwisata nabrak truk muat minyak,” katanya.

Nugroho juga mengatakan peristiwa tersebut melibatkan dua kendaraan yang sama berjalan dari arah Madiun.

Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, pihak polisi masih melakukan pemeriksaan dengan melakukan pendataan dan mencari keterangan penyebab kecelakaan. “Belum mas, nanti saja kita masih akan olah TKP,” ungkap  Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto.

Bus pariwisata itu membawa sebanyak 50 penumpang yang baru pulang setelah rekreasi di Bali dari SMA 2 Magelang.

Sekarang ini seluruh penumpang dievakuasi ke Rumah Makan Putra Jawa Timur. Sementara korban tewas telah dilarikan ke ruang jenazah RSUD Caruban.

Polisi Telusuri Penyebab Kecelakaan di Tanjakan Emen

 

 

 

Sukday.com – Polisi tengah melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). Dirlantas Polda Jabar Kombes Prahoro Tri Baskoro mengungkapkan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami peristiwa tersebut.

“Ini lagi kita dalami penyebabnya, apa sebenarnya sih, kok bisa oleng. Kan ada sesuatu yang perlu kita dalami tho sehingga nanti tahu penyebabnya apa, apakah remnya atau apa,” ungkap Prahoro soal Tanjakan Emen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Terlebih ketika peristiwa terjadi, cuaca tengah dalam kondisi cerah serta jalan pada Tanjakan Emen yang dilalui juga tidak ada yang berlubang.

Bukan hanya menelusuri informasi lebih lanjut, polisi juga melengkapi identitas pengemudi serta para penumpang mobil elf tersebut.  “Kita lagi di lokasi, mana pengemudinya, mana penumpang-penumpangnya, identitas lengkap semuanya,” jelas Prahoro.

Sebagai informasi, pada pukul pukul 12.00 WIB sebuah mobil elf warna putih melewati turunan yang ada di Jalan Emen. Tetapi, secara mendadak mobil tersebut oleng dan sulit dikendalikan dan menyebabkan menabrak tebing pada sebelah kiri jalan.

Terdapat tujuh penumpang mengalami luka parah pada kecelakaan ini, sedangkan 9 korban yang lain mengalami luka ringan. Semua korban sekarang menjalani perawatan intensif di RSUD Subang.

Gadis Kecelakaan Ikuti Ujian Susulan

Sukday.com – Yasista Nurfita Dewi (12) siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bantul alami kecelakaan, saat berangkat ke sekolah untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD. Dia mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di puskesmas.

Kepala MIN 1 Bantul, Ahmad Musyadad mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada salah satu siswanya Yasista Nurfita Dewi, siswi asal Pleret itu terjadi ketika korban diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor ke sekolah. Namun saat dijalan mereka justru mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumahnya.

“Kecelakaan itu terjadi saat Yasista dibonceng bapaknya, keluar dari gang dekat rumah,” kata Musyadad.

Menurutnya, Yasista mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan di puskesmas. Setelah itu, dia dibawa pulang ke rumah sehingga tidak mengikuti ujian di hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun dia belum bisa memastikan, apakah Yasista bisa mengikuti ujian di hari kedua.

“Kalau ujian susulan nanti baru dilakukan pada hari Senin (22/5/2017),” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga (Disdikpora) Bantul, Totok Sudarto mengatakan hanya ada satu siswa dari 12.390 peserta UASBN yang tidak mengikuti ujian. Untuk Yasista bisa mengikuti ujian susulan setelah UASBN selesai.