KPK Anggap Novanto Tidak Serius Jadi JC

 

 

 

Sukday.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap terdakwa kasus megakorupsi proyek e-KTP, Setya Novanto belum pantas sikadikan sebagaiĀ  justice collaborator (JC). Hal tersebut karena Setya Novanto sering membantah mengenai keterlibatannya dalam menerima uang pada kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga triliunan rupiah.

“Saya kira sejauh ini kita belum lihat hal tersebut. Misalnya terkait penerimaan jam dan dugaan penerimaan lain kita belum meyakini hal tersebut,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (23/1/2018).

Dia mengatakan terdapat tiga persyaratan yang harus dipenuhi oleh mantan Ketua DPR RI jika menginginkan sebagai JC. Dari tiga syarat tersebut diantaranya yakni mengungkapkan sesuatu yang lebih besar, konsisten dengan keterangan serta keinginannya menjadi JC serta harus mengaku telah melakukan tindak pidana korupsi.

Menurutnya, KPK menganggap Setnov belum melengkapi salah satu syarat sama sekali. Kemudian KPK juga menganggap Setya Novanto belum sungguh-sungguh menjadi justice collaborator.

“Baik di proses pemeriksaan sebagai terdakwa di persidangan ataupun di proses penyidikan kami belum mendapatkan informasi yang baru dan cukup kuat dari keterangan yang bersangkutan,” katanya.

Febri mengatakan KPK masih menunggu adanya kesungguhan Setnov untuk menjasi JC pada persidangan. Bila dinilai tidak patut, KPK akanĀ  melakukan penolakan atas permohonan menjadi JC itu.

“Karena posisi JC bukan posisi yang dapat diberikan secara mudah. Jadi JC itu kita tahu bisa mengungkap peran pihak lain yang lebih besar dan sebelum mengungkap peran pihak lain dia juga akui dulu bahwa ia adalah pelaku dalam kasus ini,” tuturnya.