Galian Lubang Milik Bina Marga Ganggu Pengguna Jalan

Sukday.com – Banyak terjadi kecelakaan akibat adanya lubang galian boks utilitas yang berada di Jalan Lodan. Lobang yang ada tersebut dipastikan tidak memenuhi standar. Adanya lobang galian tersebut tidak disertai dengan rambu-rambu peringatan dengan adanya proyek pengerjaan jalan.

Di sepanjang Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (29/10/2017), sekitar pukul 16.09 WIB, banyak terdapat galian. Galian terdapat sepanjang jalan dengan ditutupi dengan seng untuk menandai lubang tersebut.

Memang terlihat ada beberapa dari seluruh lobang galian yang sudah ditutupi dengan menggunakan kensteen (pembatas jalan) beton. Namun masih banyak juga yang tidak ditutupi dengan beton, namun ada tumpukan tanah yang memang mengelilingi setiap lobang galian tersebut.

Galian tersebut berukuran 1,5×2 meter. Kedalaman dari galian bervariasi, ada yang sekitar 2 meter hingga setengah meter. Galian yang lubangnya setengah meter terdapat air di dalamnya. Ada pula spanduk kecil berwarna kuning berukuran satu kali setengah meter yang dipasang di seng.

“Maaf perjalanan anda terganggu ada pekerjaan utilitas,” tulis spanduk tersebut di beberapa galian.

Tidak hanya menyebabkan kecelakaan terjadi, akibat adanya lobang galian tersebut juga mengakibatkan lalu lintas menjadi terganggu. Dan menjadi slah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas yang akhir-akhir ini tidak terhindarkan.

Seorang pengendara ojek online, Sutrisno mengatakan arus di Jalan Lodan kerap macet karena kendaraan bergantian untuk melintas. “Di sana itu kan tikungan jadi suka macet, orang lewat mobil motor itu gantian,” kata Sutrisno.

Warga Negara Nigeria Ditangkap Karena Bawa Sabu Seberat 2kg

Sukday.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka di sebuah rumah kos di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tersangka kedapatan menyimpan 2 kg sabu di kosan tersebut.

“Iya betul, tersangka kami tangkap pada Minggu (23/4) lalu,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (26/4/2017).

Selain Kabaka, polisi juga mengamankan seorang perempuan WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani di lokasi tersebut. Saat ini keduanya masih diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

“Barang bukti yang disita ada 22 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 2 kg,” imbuhnya.

Di hari yang sama, tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga menangkap dua orang pengedar Bibing Sarbini alias Kakek dan Rendy di Jl Guntur, Karang Tengah, Kota Tangerang. Dari keduanya, polisi menyita 3,9 gram sabu.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi Tembak WNA Yang Membawa 2 Kg Narkoba

Sukday.com – Polisi menembak mati pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka dan menangkap istrinya, WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani, karena menyimpan 2 kg sabu. Sabu asal Guangzhou, China, itu diselundupkan di dalam sepatu.

Modusnya ini disimpan di sepatu. Jadi sabunya dimasukkan ke hak sepatu, kemudian dilem lagi dan dikareti.

barang haram tersebut dikirim dari Guangzhou, China, dengan menggunakan jasa ekspedisi dan dikirim lewat laut. Setiba di Jakarta, barang dikirim ke tempat kos yang disewa Yani di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yani sendiri adalah pedagang pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. Sebelum tertangkap, Yani dan Kabaka pernah meloloskan paket 1 kg sabu.

Yani tergolong sebagai kurir. Dia dimanfaatkan oleh suaminya, WN Nigeria itu, untuk menjadi kurir sabu. Dan dia mengetahui bahwa paket tersebut adalah sabu, mungkin (motifnya) karena ekonomi juga.

Yani menyewa kamar kos seharga Rp 3 juta per bulan di kawasan Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Barang tersebut sedianya akan dikirim kepada seorang bandar yang saat ini masih diselidiki oleh polisi. Bandarnya kita sudah tahu, sedang kita kembangkan.

Masalah Penutupan Hotel Alexis

Sukday.com – Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi mengatakan pihak Pemerintah Kota belum pernah menerima protes dari masyarakat terkait keberadaan Hotel Alexis. Dia mengatakan penutupan Alexis tidak bisa dilakukan jika tidak ada pelanggaran atau protes dari warga.

Dia mengatakan hingga saat ini pun dia belum menemukan pelanggaran soal perizinan hotel. Selain itu, belum ada laporan pelanggaran lain yang dilakukan oleh pihak manajemen Alexis.

Selama perizinan tidak ada yang dilanggar dan masih berjalan (beroperasi), ya berarti memang tidak kelihatan atau ada melakukan pelanggaran.

Wahyu mengatakan pengawasan Hotel Alexis selama ini menjadi kewenangan Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta.

Sebelumnya, paslon cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengatakan berencana menutup tempat-tempat yang melanggar perda. Salah satu tempat yang disasar adalah Hotel Alexis.

Tapi Anies menyatakan penertiban bukan hanya dilakukan terhadap Hotel Alexis, yang sempat ramai dibicarakan saat debat pasangan calon gubernur di Pilgub DKI putaran pertama.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menanggapi hal ini. Menurutnya, jika didasarkan pada perda DKI, Hotel Alexis tidak bisa ditutup.
Penutupan hanya dapat dilakukan bila ditemukan bukti pelanggaran terhadap perda. Ahok sendiri memilih menunggu janji Anies untuk menutup tempat tersebut.

Perda DKI Jakarta yang dimaksud adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Larangan praktik prostitusi tertuang pada Pasal 42, yang berbunyi: Setiap orang dilarang a. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial; b. menjadi penjaja seks komersial; dan c. memakai jasa penjaja seks komersial.