Polisi Tangkap Pembuat Rokok Palsu di Jakarta Selatan

 

 

 

Sukday.com – Polisi telah mengamankan pembuat rokok palsu yang diketahui berinisial THG (47) alias Gino yang telah megedarkan rokok palsu tersebut di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan. Gino dapat memperoleh keuntungan dari penjualan tersebut hingga Rp 10 juta setiap bulannya.

“Dia melakukan aksinya sejak Juni 2017 dan mendapat keuntungan si pembuat rokok Rp 10 juta per bulannya,” ungkap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolsek Setiabudi, Jalan Setiabudi, Jaksel, Senin (12/2/2018).

Gino memasarkan rokok palsu tersebut dengan bantuan tiga rekannya yakni BS, MZ, dan BS. Mulanya Gino hanya memberikan rokok palsu terhadap BS, selanjutnya MZ dan BS memasarkannya ke sebuah toko yang ada di Pasar Mencos (sebelumnya ditulis Pasar Manggis).

MZ dan BS memasarkan rokok tersebut menggunakan seragam yang hampir sama dengan salah satu perusahaan rokok. Mereka berdua ditangkap setelah pemilik toko mendapat keluhan dari para pelanggan terkait rokok yang dijualnya.

“Kasus ini diketahui awalnya salah seorang penjual toko korban ketika dia menjual rokok ternyata konsumen mengembalikan karena rokok yang dijualnya terasa pahit,” kata Mardiaz.

Polisi selanjutnya mengadakan penyelidikan dan mengamankan dua orang pelaku tersebut. berdasarkan hasil pengembangan, polisi juga mengamankan BS yang menjadi penyuplai serta Gino yang bertugas untuk membuat rokok palsu itu.

“Kemudian ketika akan mengedarkan rokok yang sama ini ditangkap unit Reskrim Polsek Setiabudi,” imbuhnya.

Dari tidakannya, para tersangka terjerat Pasal 386 KUHP dan Pasal 62 ayat 1 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Tanggul Yang Jebol Akibatkan Banjir Ke Empat Kali Semakin Membesar

Sukday.com – Setiap kali Jakarta dilanda hujan yang lebat, ancaman dengan hadirnya banjir selalu menyelimuti hati setiap warga yang bertempat tinggal di Jl Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan. Banjir hampir sering kali terjadi setiap turunnya hujan yang deras.

Banjir tersebut berasal dari luapan air Pulo. Dalam kurun waktu dua bulan ini saja, sudah terjadi banjir sebanyak empat kali. Puncak banjir terjadi pada  Kamis (19/10) malam akibat jebolnya tanggul Kali Pulo.

“Setiap hujan deras, di sini pasti banjir,” ujar Ketua RT 03 Fatimah di Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/17).

Tiga kali banjir yang terjadi sebelumnya, penyebab utamanya yakni karena adanya air yang berasal dari luapan air kali Pulo. Sedangkan banjir yang terjadi kemarin (19/10) malam akibat tanggul jebol yang tingginya mencapai sekitar 1 meter.

“Sampai hari ini sudah 4 kali. Banjir dimulai dari Senin tanggal 5 (Oktober), terus tanggal 12, tanggal 18, dan selang sehari tanggal 19 karena tanggul jebol,” jelas Fatimah.

Jobolnya tanggul kali diakibatkan karena keadaan lebar kali yang semakin menyempit dari atas ke bawah. Dan pada saat hujan deras turun, air kali otomatis meluap dan menyebabkan tanggul jebol lantaran tak kuat menahan beban air yang terlalu banyak.

“Dari atas melebar di bawah ada penyempitan karena rumah paten,” terang Fatimah.

Sejak tahun lalu, warga di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Air ini dijanjikan soal turap permanen di kali. Namun hingga hari ini belum terealisasi.

“Kita dijanjikan turap permanen, tapi tidak terealisasi. Sejak tahun lalu. Katanya karena yang bersangkutan diberi wewenang belum ada,” kata Fatimah.

“Kita menunggu terealisasinya tanggul permanen dengan adanya gubernur yang baru banjir bisa ditanggulangi,” tutur dia.

Kemang Dilanda Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa

Sukday.com – Banjir melanda kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Akibatnya, tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas di jalan tersebut.

Di Jl Kemang Utara IX, Jaksel, Rabu (26/4/2017), air sudah setinggi lebih dari setengah meter menggenangi wilayah tersebut. Motor dan mobil terpaksa harus memutar arah dan mengambil alternatif jalan lain.

Banjir ini juga berakibat pada sejumlah warung dan rumah warga sekitar. Air masuk dan menggenang de dalam warung.

Meski begitu, anak-anak kecil justru terlihat bermain di tengah tingginya air yang ada di Kemang Utara ini. Beberapa warga juga tampak berjalan kaki untuk melewati jalanan yang sudah digenangi air.

Hingga pukul 14.40 WIB, air masih belum surut. Sejumlah warga memilih untuk menunggu di tempat yang tidak digenangi air.