Jasad Pria Ditemukan Tak Bernyawa Di Kamar Mandi Kosnya

Sukday.com – Jasad seorang pria yang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa pertama kali oleh warga. Mayat seorang pria tersebut ditemukan tewas di dalam kamar mandi yang berada di salah satu tempat kos yang terletak di daerah Senen, Jakarta Pusat.

Pria tersebut meninggal diduga lantaran mengalami sakit sebelumnya. Korban diketahui bernama Tommy (57). “Penemuan jenazah ini diduga karena sakit,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno saat ditemui di Mapolres Jakpus, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017).

Insiden penemuan mayat pria tersebut terjadi di Jalan Kramat III RT 09 RW 08 Nomor 2A, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/11), sekitar pukul 02.00 WIB. Warga yang pertama kali menemukan jasad korban bernama Andri, yang juga penghuni kamar kos, mengatakan pintu kamar mandi tidak terbuka sejak sore hari.

“Jadi di kamar mandi meninggalnya. Itu saksi yang satu kos-kosan curiga, pintu kamar mandi nggak terbuka dari sore. Didobrak, nggak kebuka juga,” jelas Suyatno.

Setelah dicek oleh saksi lewat celah pintu, ternyata ada benda di baliknya. Benda tersebut adalah tubuh manusia.

“Iya kan dilihat lewat celah pintu, ada benda katanya. Pas diperiksa mayat ternyata,” ucapnya.

Kini jenazah tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Rencananya, akan dilakukan visum terhadap jenazah tersebut.

Dua Pelaku Penipuan Pulsa Listrik Dan Ponsel Diamankan Polisi

Sukday.com – Kasus yang diduga merupakan sebuah penipuan yang dilakukan dengan modus berjualan pulsa listrik dan juga pulsa ponsel, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan Direktur Utama PT Mione Global Indonesia (MGI) berinisial DH dan Direktur PT MGI berinisial ES.

Kedua tersangka tersebut diduga kuat telah melakukan penipuan kelas kakap. “Masyarakat dibujuk untuk melakukan pembelian pulsa HP atau pulsa listrik dengan janji keuntungan yang besar,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, Jumat (3/11/2017).

Kasus tersebut bisa dicontohkan seperti masyarakat menempatkan uang sebesar Rp 72.000.000, maka setiap 10 hari akan mendapatkan 300 poin yang bisa ditukar dengan pulsa HP atau listrik sebesar Rp 3.000.000 selama 70 kali atau 23 bulan.

Saat ini kedua tersangka sudah berada di Rutan Bareskrim menjalankan masa tahanan yang telah diberikan oleh pihak kepoilisian. Selain kedua tersangka tersebut, polisia juga menetapkan seorang warga negara (WN) Malaysia, Mr LKC, sebagai tersangka terkait sindikat ini.

Polisi telah menduga LKC berperan sebagai pelaku utama dari kasus penipuan tersebut. “Di mana awalnya Mr LKC ini mentargetkan para TKI yang bekerja di Malaysia sebagai korban penipuan, kemudian tersangka membuka kantor di Indonesia untuk melakukan penipuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Saat ini penyidik telah berkoordinasi dengan Divisi Hubinter Polri maupun Imigrasi untuk dapat melakukan upaya paksa/red notice terhadap tersangka LKC. Berdasarkan data yang diperoleh penyidik, jumlah masyarakat yang tertipu oleh sindikat ini sebanyak 11.800 dengan total kerugian lebih dari Rp 400 milyar.

Agung mengimbau masyarakat yang merasa dirinya menjadi korban penipuan PT MGI untuk melapor ke kantor Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri di Gedung Surahcman, lantai 3, Komplek Kementerian Kelautan & Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat.

“Melapor dengan membawa dokumen atau dapat mengirimkan melalui email ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id,” ucap Agung.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 105 juncto Pasal 9 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Keduanya terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar.

Tersangka Penusukan Paspampres Diamankan

Sukday.com – Polisi mengamankan satu orang pria terkait penusukan dua anggota Paspampres, Pratu Riko Pasaribu dan Prada Fata Kudus di Gambir, Jakarta Pusat. Sampai saat ini pria yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai saksi.

“Yang diamankan semalam itu saksi, masih kami dalami keterangannya apakah memang ada keterlibatan atau tidak,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini. “Kalau bicara hukum kan harus projusticia, harus berdasarkan alat bukti,” imbuhnya.

Saat ini saksi tersebut masih diperiksa intensif di Polsek Gambir. Polisi masih punya waktu sampai nanti malam untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita masih punya waktu 1×24 jam untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau tidak ada alat buktinya ya harus kita lepaskan karena statusnya kan saksi,” terang Suyudi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saksi tersebut adalah teman dari terduga pelaku yang masih dikejar polisi.

Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Senin (24/4) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Kesehatan, di belakang Pura Paspampres. Korban dan pelaku sempat cekcok sebelum terjadi penusukan.

Usai cekcok mulut dengan pelaku, kedua anggota Paspamres itu ditusuk. Akibatnya, Pratu Pasaribu mengalami luka di bagian perut dan Prada Fata Kudus mengalami luka bagian punggung, lengan belakang dan pinggang belakang.

Keduanya kini sedang dirawat RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Belum diketahui identitas pelaku dan motif penusukan tersebut.

Polisi Tembak WNA Yang Membawa 2 Kg Narkoba

Sukday.com – Polisi menembak mati pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka dan menangkap istrinya, WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani, karena menyimpan 2 kg sabu. Sabu asal Guangzhou, China, itu diselundupkan di dalam sepatu.

Modusnya ini disimpan di sepatu. Jadi sabunya dimasukkan ke hak sepatu, kemudian dilem lagi dan dikareti.

barang haram tersebut dikirim dari Guangzhou, China, dengan menggunakan jasa ekspedisi dan dikirim lewat laut. Setiba di Jakarta, barang dikirim ke tempat kos yang disewa Yani di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yani sendiri adalah pedagang pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. Sebelum tertangkap, Yani dan Kabaka pernah meloloskan paket 1 kg sabu.

Yani tergolong sebagai kurir. Dia dimanfaatkan oleh suaminya, WN Nigeria itu, untuk menjadi kurir sabu. Dan dia mengetahui bahwa paket tersebut adalah sabu, mungkin (motifnya) karena ekonomi juga.

Yani menyewa kamar kos seharga Rp 3 juta per bulan di kawasan Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Barang tersebut sedianya akan dikirim kepada seorang bandar yang saat ini masih diselidiki oleh polisi. Bandarnya kita sudah tahu, sedang kita kembangkan.