Pengemudi Ojek Online Ditemukan Tewas Di Depan Toko

Sukday.com – Salah satu pengemudi ojek online ditemukan sudah tak bernyawa di depan salah satu toko yang berada di Jalan RTM, RT 1, RW 10, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Rabu (6/9/2017).

Pengemudi ojek online tersebut ditemukan tewas pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Pengemudi ojek online yang dikehatui bernama Marsidi (32), warga Jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat itu, ditemukan tewas dengan sepeda motor yang tergeletak di sampingnya.

Kejadian tersebut sempat membuat geger warga sekitar serta para pengendara yang melintasi tempat kejadian. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kepada Polisi terdekat.

Dari hasil penelitian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan ada juga bekas penganiayaan di tubuh korban.

“Diduga korban meninggal karena sakit atau karena serangan jantung,” kata Bhabinkamtibmas Kelurahan Tugu Polsek Cimanggis, Aiptu Andi Sugianto, Rabu (6/9/2017).

Dari keterangan sejumlah saksi mata, katanya, korban sebelumnya mengendarai sepeda motor dengan oleng, sebelum akhirnya terjatuh di depan toko di Jalan RTM, Cimanggis, Depok.

“Korban tiba-tiba terjatuh dan setelah dicek sudah tak bernyawa,” kata Andi.

Salah seorang saksi mata Deni Dwi Jayanto menuturkan awalnya saat melintas di Jalan RTM, korban mengendarai sepeda motornya dengan oleng.

“Kemudian korban meminggirkan sepeda motornya di depan toko, dan tiba-tiba terjatuh,” katanya.

Awalnya kata Deni, warga mengira driver ojek online yang masih mengenakan jaket GrabBike itu tertidur karena kelelahan, atau pingsan.

“Tapi setelah dicek, ternyata pengemudi ojek onlinenya sudah meninggal,” katanya.

Informasi dari kepolisian, jenasah korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramatjati untuk divisum. Sementara motor korban diamankan di Polsek Cimanggis. Keluarga korban juga telah dihubungi atas peristiwa yang menimpa Marsidi ini.

2 Pria Dikroyok Sampai Tewas

Sukday.com – Nanti (23), Ivan (24), dan Rifaid (37) alias Kevin melakukan pengeroyokan terhadap Badrodin dan Daud. Kejadian tersebut dilakukan di sebuah rumah kos di Cengkareng, Jakarta Barat.

“Dalam pengeroyokan itu, Badrodin mengalami luka dan Daud meninggal setelah dipukul kepala bagian belakang. Dia terjatuh, dan langsung dibawa ke RS, dan meninggal,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (26/4/2017).

Awalnya, Badrodin datang ke rumah kos tersebut untuk bertemu dengan anaknya pada Kamis (20/4) malam. Karena ribut, dia ditegur oleh Kevin yang indekos di sana.

“Karena tersinggung, Badrodin cekcok dengan salah satu pelaku. Akhirnya, mereka turun ke pelataran kosan. Di sana, pelaku K bersama pelaku lain yang merupakan penjaga kosan berkelahi dengan Badrodin,” kata Andi.

Bandrodin kemudian memanggil Daud untuk membantunya. Setelah itu, kedua korban dikeroyok tiga pelaku.

Setelah kejadian itu, Polres Jakarta Barat bersama Polsek Cengkareng mengejar pelaku. Ketiga pelaku ditangkap di dua lokasi.

“Tersangka K ditangkap di Jakarta. Dua orang di Balaraja, Tangerang. Setelah kejadian tersebut, pelaku sempat melarikan diri,” ucap Andi.

Akibat kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 170 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.