Sandiaga Uno Akan Menyurvei Kepuasan Responden Atas Penataan Tanah Abang

 

 

 

Sukday.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan menyurvei langsung pada penataan Tanah Abang untuk dapat melihat kepuasan responden.

“Itu yang saya sebut sebagai anekdotan di mana kita mewawancarai orang dan selalu saya bilang apakah ini representatif atau tidak karena dia tadi dari tiga, tiga-tiganya positif kan,” tulis tanggapan Sandi sesudah melihat video yang dibuat oleh Diskominfo dan Statistik Jakarta, Jumat, 5 Januari 2018 malam.

Pada video tersebut, tiga narasumber yang diwawancarai oleh  Diskominfotik Jakarta memperbolehkan penataan Tanah Abang yang diajukan oleh Sandi. Oleh karenanya, Sandi hendak menguji kesuksesan penataan Tanah Anang lewat survei yang akan dilaksanakan pada pekan depan.

“Nah itu yang saya ingin mendalami lebih dalam lagi dengan survei. Oleh karena itu, kita akan me-launch survei minggu depan yang akan menguji efektivitas daripada kebijakan ini,” ungkap Sandi.

Tidak hanya untuk menyurvei kefektifan penataan Tanah Abang, survei juga dibuat sebagai rujukan pada penindaklanjutan kebijakan tersebut.

Terdapat sejumlah rumusan masalah yang dirumuskan pada survei tersebut. Yang pertama, bagaimana cara merubah tindakan mayarakat supaya beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Kedua, menghitung kepuasan masyarakat yang mendatangu dan merasakan penataan Tanah Abang.

“Tingkat kepuasan masyarakat yang datang ke Tanah Abang, bukan tingkat kepuasan dari orang yang mengomentari sosial media, TV. Jadi bener orang yang datang ke Tanah Abang,” kata Sandi.

Ketiga, akankah kebijakan rekayasa lalu lintas dan disediakannya shuttle bus dapat mengurangi kemacetan. Dan selanjutnya, sejauh mana implementai peralihan para pedagang kecil mandiri yang masih menyebabkan adanyanya PKL di trotoar.

Tidak hanya itu, data respon personal seperti kegiatan dan pelaku responden juga ikut disurvei. Penyurveian akan dilaksanakan selama 15 hingga 20 hari ke depan dan membutuhkan 10 hingga 15 hari untuk mempelajari data yang diperoleh.

“Oleh karena itu kami akan melaporkan hasil survei ini sekitar tanggal pertengahan Februari,” tutur Sandi.

Masalah Penutupan Hotel Alexis

Sukday.com – Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi mengatakan pihak Pemerintah Kota belum pernah menerima protes dari masyarakat terkait keberadaan Hotel Alexis. Dia mengatakan penutupan Alexis tidak bisa dilakukan jika tidak ada pelanggaran atau protes dari warga.

Dia mengatakan hingga saat ini pun dia belum menemukan pelanggaran soal perizinan hotel. Selain itu, belum ada laporan pelanggaran lain yang dilakukan oleh pihak manajemen Alexis.

Selama perizinan tidak ada yang dilanggar dan masih berjalan (beroperasi), ya berarti memang tidak kelihatan atau ada melakukan pelanggaran.

Wahyu mengatakan pengawasan Hotel Alexis selama ini menjadi kewenangan Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta.

Sebelumnya, paslon cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengatakan berencana menutup tempat-tempat yang melanggar perda. Salah satu tempat yang disasar adalah Hotel Alexis.

Tapi Anies menyatakan penertiban bukan hanya dilakukan terhadap Hotel Alexis, yang sempat ramai dibicarakan saat debat pasangan calon gubernur di Pilgub DKI putaran pertama.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menanggapi hal ini. Menurutnya, jika didasarkan pada perda DKI, Hotel Alexis tidak bisa ditutup.
Penutupan hanya dapat dilakukan bila ditemukan bukti pelanggaran terhadap perda. Ahok sendiri memilih menunggu janji Anies untuk menutup tempat tersebut.

Perda DKI Jakarta yang dimaksud adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Larangan praktik prostitusi tertuang pada Pasal 42, yang berbunyi: Setiap orang dilarang a. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial; b. menjadi penjaja seks komersial; dan c. memakai jasa penjaja seks komersial.