Polisi Kuak Sindikat Pembuat Dokumen Palsu di Bogor

 

 

 

Sukday.com – Polisi mengamankan tiga tersangka sindikat pemalsuan dokumen di Bogor, Jawa Barat. Ketiga tersangka tersebut yakni berinisial AE (37), J (27) dan RK (47).

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena mengungkapkan tiga orang tersangka melakukan aksi pemalsuan berbagai jenis dokumen diantaranya KTP, SIM, sampai STNK.

Penguakan perkara tindak pemalsuan ini awalnya dengan diringkusnya AE (37) yang merupakan pemakai SIM palsu. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan meringkus tersangka yang lainĀ  J (27).

“Keduanya ditangkap di hari dan lokasi berbeda,” ungkap Ita, Kamis (15/3/2018).

Berdasarkan keterangan dari J, dia menjadi pengguna dan sebagai makelar penjualan KTP, SIM, dan STNK palsu dari tersangka RK.

Dari informasi tersebut, tim penyidik melakukan pengembangan kasus dan menangkap RK di daerah Caringin, Kabupaten Bogor. RK bekerja menjadi biro jasa di Samsat daerah Jakarta dan juga menjadi pembuat SIM, KTP, dan STNK palsu.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah handphone, 13 stempel beragam dinas dan istansi, dua buah bak stempel, 13 buah KTP palsu, 2 lembar SIM B2 umum palsu, 3 buah buku KIR, daftar seri huruf nomor polisi, dan sejumlah STNK dan dokumen palsu.

“RK mengakui dirinya berperan sebagai pencetak kartu identitas palsu. Bisnis sampingannya ini sudah berlangsung selama 2 tahun ini,” kata Ita.

Bisnis tersebut ditawarkan oleh pelaku lewat perantara atauun dijual secara online. Identitas palsu tersebut dikirim pada konsumen memakai jasa pengiriman.

“Wilayah operasi mereka atau biasa menawarkan ke daerah Bogor, Sukabumi, dan Jakarta,” kata Ita.

Pengemudi Taksi Online Tewas Dibunuh di Gunung Salak

 

 

 

Sukday.com – Seorang pengendara taksi online diketahui bernama Yustinus Sinaga (41), warga Beji, Kota Depok, Jawa Barat, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di hutan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban ditemukan oleh warga pada hari Senin (5/3/2018), sekira pukul 10.00 WIB. Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Suyandi mengungkapkan ketika dijumpai warga tubuh korban pada posisi telungkup diantara semak-semak. Kaki serta tangannya dalam kondisi diikat dengan lakban.

“Mulut dan matanya juga ditutup pakai lakban,” ungkap Agus.

Dari identitas yang ditemukan polisi, Yustinus berasal dari Beji, Kota Depok. “Korban sehari-hari merupakan pengemudi taksi online,” tutur Agus.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Agus mengatakan tidak dijumpai tanda-tanda adanya kekerasan pada tubuh korban. Tetapi, Kedua kaki, tangan, mulut serta mata korban ditutup menggunakan lakban.

“Diduga korban tewas karena kehabisan napas setelah mulutnya dilakban,” ungkapnya. Diduga korban merupakan korban perampokan oleh penumpang kendaraan tersebut lantaran mobil serta barang berharga milik korban hilang.

“Mobil, HP, dan uang juga hilang, diduga dibawa kabur oleh pelaku,” ujar Agus.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan perusahaan pengelola taksi online tempat korban bekerja untuk mencari jejak pelaku yang diduga bukan hanya satu orang.

“Menurut operator pengelola taksi online, terakhir Minggu jam 10 malam terdeteksi korban membawa penumpang dari Jakarta ke arah Gunung Salak Endah Bogor,” katanya.

Sekarang, polisi sedang mencari pelaku yang diduga melakukan pembunuhan dengan motif perampokan.

Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Tangga Beton di Bogor

 

 

 

Sukday.com – Saefudin alias Udin, salah seorang pekerja bangunan di Kampung Cinangka, Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami nasib buruk. Lelaki berumur 60 tahun ini meninggal dunia karena tubuhnya tertindih tangga beton.

Mulanya, Saefudin berniat untuk mengambil triplek bekas untuk mengecor pada baguan bawah tangga milik Parlan sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (26/2/2018). Rumah milik Parlan memang tengah dibangun menjadi dua lantai.

Tetapi, ketika menarik triplek, mendadak tiang penahan coran tangga ikut bergeser yang menyebabkan kontruksi tangga ambruk dan menindih Sarfudin.

“Korban sedang kerja di rumah Parlan. Dia itu mau ambil triplek untuk keperluan di lantai dua. Pada waktu mau ambil triplek, tiang penyangga ikut ketarik jadi roboh,” ungkap Kata Kapolsek Cijeruk Kompol Saefudin Ibrahim.

Paelan sebagai pemilik rumah dibantu dengan warga kemudian berusaha mengevakuasi korban. Tetapi ketika ditemukan, Saefudin sudah tidak bernyawa dalam keadaan terlungkup tertimpa bangunan yang runtuh.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Ibrahim.

Ibrahim mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai peristiwa tersebut. Saksi yang ada di tempat kejadian masih dimintai informasi.

“Masih didalami dan mengumpulkan fakta-fakta apakah ada unsur pidana di dalamnya atau tidak,” imbuhnya.