Lahan Tebu Di Bantul Ludes Terbakar

Sukday.com – Sebuah lahan yang berada di Bantul kembali Kebakaran. Lahan dengan luas 10 hektar tersebut terbakar yang berisi tanaman tebu. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan kebakaran terjadi pada lahan tebu dan merembet ke lahan.

“Bekas lahan tebu setelah ditebang terus ada yang bakar sampah dan merembet ke lahan,” kata Dwi ketika dikonfirmasi.

Lahan yang terbakar memang ada seluas 10 hektar namun tidak keseluruhan. Hanya pada beberapa titik saja.

“Luasan lahan yang berpotensi terbakar kurang kebih 10 hektar, namun dengan adanya upaya pemadaman dari masyarakat dan FPRB Piyungan ditambah bantuan pemadam kebakaran BPBD Bantul sehingga tidam sampai merembet kelahan yang berpotensi terbakar,” jelasnya.

Kejadian kebakaran lahan akhir akhir ini sering terjadi di Bantul, kondisi kering karena memasuki musim kemarau membuat lahan mudah terbakar. Lahan yang rawan terbakar adalah lahan tebu dan juga lahan hutan.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Sabtu (26/8/2017) kebakaran lahan pekarangan terjadi di Dukuh, Seloharjo, Pundong seluas 100 meter persegi terbakar.

Kemudian pada Minggu (27/8/2017) kebakaran lahan yang berisi pohon jati dan campuran lainnya juga terbakar.

Gadis Kecelakaan Ikuti Ujian Susulan

Sukday.com – Yasista Nurfita Dewi (12) siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bantul alami kecelakaan, saat berangkat ke sekolah untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD. Dia mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di puskesmas.

Kepala MIN 1 Bantul, Ahmad Musyadad mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada salah satu siswanya Yasista Nurfita Dewi, siswi asal Pleret itu terjadi ketika korban diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor ke sekolah. Namun saat dijalan mereka justru mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumahnya.

“Kecelakaan itu terjadi saat Yasista dibonceng bapaknya, keluar dari gang dekat rumah,” kata Musyadad.

Menurutnya, Yasista mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan di puskesmas. Setelah itu, dia dibawa pulang ke rumah sehingga tidak mengikuti ujian di hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun dia belum bisa memastikan, apakah Yasista bisa mengikuti ujian di hari kedua.

“Kalau ujian susulan nanti baru dilakukan pada hari Senin (22/5/2017),” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga (Disdikpora) Bantul, Totok Sudarto mengatakan hanya ada satu siswa dari 12.390 peserta UASBN yang tidak mengikuti ujian. Untuk Yasista bisa mengikuti ujian susulan setelah UASBN selesai.