Banjir Di Tangerang Selatan Mulai Surut Dini Hari

Sukday.com – Sebanyak tiga kompleks perumahan yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan terendam oleh banjir. Banjir tersebut terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras yang turun sejak sore hari. Banjir yang datang tersebut airnya mencapai ketinggian 1 meter.

Namun pada tenfah malam tadi banjir surut dengan cepat. “Terakhir (Tim BPBD Kota Tangerang Selatan) balik kanan pukul 23.00 WIB BPI Bumi Pamulang Indah) sudah surut. Tinggal sisa genangan,” terang petugas Pusat Data dan Informasi BPBD Kota Tangerang Selatan Ratih Utami, Selasa (24/10/2017) dini hari.

Namun, masih ada daerah yang tergenang pleh air banjir yakni Lembah Pinus, sekitar pukul 20.53 WIB malam tadi ketinggian air masih 30 cm. Dengan keadaan begitu Ratih mengaku kondisi masih tetap dalam keadaan yang kondusif.

“Perbatasan Pamulang Asri 2 kondusif. Surut cepat pukul 19.00 WIB,” ucapnya.

Lokasi yang terndam ada sebanyak 4 blok diantaranya yakni  Blok A, B, C, dan F. Selain itu, petugas juga dibantu tim relawan untuk penyelamatan dan pengamanan warga. Ada sekitar 630an rumah yang harus merasakan dampak dari hujan deras yang turun sejak sore itu. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Banjir tersebut sudah menjadi agenda tahunan pada daerah ini. Soalnya, topografi area yang berupa cekungan, didukung oleh banjir kiriman dari daerah lain seperti Depok.

Tanggul Yang Jebol Akibatkan Banjir Ke Empat Kali Semakin Membesar

Sukday.com – Setiap kali Jakarta dilanda hujan yang lebat, ancaman dengan hadirnya banjir selalu menyelimuti hati setiap warga yang bertempat tinggal di Jl Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan. Banjir hampir sering kali terjadi setiap turunnya hujan yang deras.

Banjir tersebut berasal dari luapan air Pulo. Dalam kurun waktu dua bulan ini saja, sudah terjadi banjir sebanyak empat kali. Puncak banjir terjadi pada  Kamis (19/10) malam akibat jebolnya tanggul Kali Pulo.

“Setiap hujan deras, di sini pasti banjir,” ujar Ketua RT 03 Fatimah di Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/17).

Tiga kali banjir yang terjadi sebelumnya, penyebab utamanya yakni karena adanya air yang berasal dari luapan air kali Pulo. Sedangkan banjir yang terjadi kemarin (19/10) malam akibat tanggul jebol yang tingginya mencapai sekitar 1 meter.

“Sampai hari ini sudah 4 kali. Banjir dimulai dari Senin tanggal 5 (Oktober), terus tanggal 12, tanggal 18, dan selang sehari tanggal 19 karena tanggul jebol,” jelas Fatimah.

Jobolnya tanggul kali diakibatkan karena keadaan lebar kali yang semakin menyempit dari atas ke bawah. Dan pada saat hujan deras turun, air kali otomatis meluap dan menyebabkan tanggul jebol lantaran tak kuat menahan beban air yang terlalu banyak.

“Dari atas melebar di bawah ada penyempitan karena rumah paten,” terang Fatimah.

Sejak tahun lalu, warga di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Air ini dijanjikan soal turap permanen di kali. Namun hingga hari ini belum terealisasi.

“Kita dijanjikan turap permanen, tapi tidak terealisasi. Sejak tahun lalu. Katanya karena yang bersangkutan diberi wewenang belum ada,” kata Fatimah.

“Kita menunggu terealisasinya tanggul permanen dengan adanya gubernur yang baru banjir bisa ditanggulangi,” tutur dia.

Kemang Dilanda Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa

Sukday.com – Banjir melanda kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Akibatnya, tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas di jalan tersebut.

Di Jl Kemang Utara IX, Jaksel, Rabu (26/4/2017), air sudah setinggi lebih dari setengah meter menggenangi wilayah tersebut. Motor dan mobil terpaksa harus memutar arah dan mengambil alternatif jalan lain.

Banjir ini juga berakibat pada sejumlah warung dan rumah warga sekitar. Air masuk dan menggenang de dalam warung.

Meski begitu, anak-anak kecil justru terlihat bermain di tengah tingginya air yang ada di Kemang Utara ini. Beberapa warga juga tampak berjalan kaki untuk melewati jalanan yang sudah digenangi air.

Hingga pukul 14.40 WIB, air masih belum surut. Sejumlah warga memilih untuk menunggu di tempat yang tidak digenangi air.