Bos Besar Miras Oplosan Maut Masih Buron

 

 

 

Sukday.com – Hampir selama satu minggu, polisi masih terus mengejar bos besar minuman keras (miras) oplosan yang banyak menuai korban tewas di Kabupaten Bandung, Syamsudin Simbolon. Tetapi, bos besar itu masih keluyuran dengan bebas atau belum diringkus.

“Anggota di lapangan masih melakukan pengejaran,” ujar Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko.

Dia mengatakan tim gabungan Polda Jabar dan Polres Bandung berpencar untuk mencari jejak Syamsudin. Lelaki tersebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Secepatnya akan ditangkap,” tutur Trunoyudo.

Sementara total dari korban tewas akibat mengkonsumsi miras oplosan di Kabupaten Bandung yang tadinya hnaya 44 orang sekarang bertambah menjadi 45 orang. Tercatat sebanyak 34 orang korban tewas di RSUD Cicalengka, tiga orang di RSUD Majalaya, tujuh orang di RS AMC Cileunyi dan satu orang tewas di kediamannya.

Polisi dalam kasus ini telah menetapkan tiga tersangka yakni Julianto Silalahi, Hamciak Manik (istri dari big bos) dan Willy. Sementara tujuh orang lain masih buronan salah satunya Syamsudin sebagai peracik miras oplosan.

Kuota Calon SBMPTN Membludak

Sukday.com – Sebanyak 51.961 peserta melaksanakan ujian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di wilayah Panlok 34 Bandung. Nantinya, mereka akan berebut kursi di enam PTN yang hanya total kursinya sebanyak 9.708.

Pelaksanaan ujian SBMPTN digelar hari ini, Selasa (16/5/2017) dari pukul 07.00 hingga pukul 14.30 WIB. Pelaksanaan SBMPTN untuk wilayah Panlok Bandung akan digelar di dua kota yakni Bandung dan Tasikmalaya.

Masing-masing PTN di Panlok Bandung seperti ITB, Unpad, UPI, UIN Sunan Gunung Djati, ISBI, dan Unsil Tasikmalaya digunakan untuk pelaksanaan ujian SBMPTN.

“Totalnya ada 249 lokasi ujian dengan total ruangan yang digunakan sebanyak 2.477. Selain universitas, ujian juga dilakukan di gedung sekolah baik SMP maupun SMA,” ucap Sekretaris Eksekutif I Panlok Bandung Asep Gana Suganda saat jumpa pers sebelum pelaksanaan ujian di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jabar.

Asep mengatakan, akan dilakukan melalui dua mekanisme yakni ujian Paper Based Test (PBT) dan ujian secara Computer Based Test (CBT). Untuk ujian secara PBT akan diikuti oleh 49.506 peserta sementara ujian CBT diikuti 2.455 peserta.

“Para peserta diharapkan untuk hadir lebih awal. Maksimal keterlambatan 30 menit, lewat dari itu apa boleh buat gagal mengikuti ujiannya,” tuturnya.

Usai mengikuti ujian SBMPTN hari ini, para peserta nantinya akan menunggu hasilnya. Hasil ujian akan diumumkan pada 13 Juni 2017 mendatang melalui laman www.sbmptn.ac.id

“Untuk mengaksesnya menggunakan nomor peserta yang tercantum dalam kartu tanda peserta,” katanya.

Si Jago Merah Lalap Disdukcapil Bandung

Sukday.com –¬†¬†Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung di Kompleks Pemda, Soreang, Kabupaten Bandung, Sekitar Pukul 02.00 WIB, Jum’at (31/3/2017) ludes dilalap si jago merah.

“Yang terbakar ruangan kepala dinas dan sebagian ruangan yang ada di dekatnya. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik,” kata Kepala Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi Kasta Wiguna.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 Wib dengan 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung diterjunkan.

Kasta menambahkan, karena masih dalam proses perbaikan instalasi listrik, pelayanan administrasi kependudukan akan dibuka kembali, Senin (2/4/2017). “Insya Allah, Senin pelayanan sudah dapat beroperasi sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Viral,Anak 13 Tahun Jadi Sopir Angkot

Sukday.com – Sopir angkutan kota (Angkot) Cicaheum – Ciwastra, Ronald Tambunan (32) membantah mempekerjakan GMA (13) untuk menyetir angkotnya. Foto GMA nyetir angkot menjadi viral di media sosial (medsos).

GMA tepergok warga tengah menyetir angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra trayek 09. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jabar pada Selasa (25/4) malam pukul 19.00 WIB.

Ronald mengatakan, saat itu Ia tengah menarik penumpang. Saat tiba di kawasan Pasar Kordon, Ronald sakit perut lantaran sakit maagnya kambuh. Ia pun merasa tak sanggup lagi menyetir mobil. Ronald lalu meminta tolong GMA yang kebetulan sedang jalan menuju ke rumahnya.

Ronald mengaku sudah dua kali melihat GMA membawa mobil. Sehingga, ia mempercayakan angkotnya dikemudikan oleh GMA yang kebetulan rumahnya bertetangga dengan istri Ronald.

Ronald tak menyangka kasus itu viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Pihak Kepolisian Tidak melakukan tindakan hukum terhadap Ronald. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana.