2 Pria Dikroyok Sampai Tewas

Sukday.com – Nanti (23), Ivan (24), dan Rifaid (37) alias Kevin melakukan pengeroyokan terhadap Badrodin dan Daud. Kejadian tersebut dilakukan di sebuah rumah kos di Cengkareng, Jakarta Barat.

“Dalam pengeroyokan itu, Badrodin mengalami luka dan Daud meninggal setelah dipukul kepala bagian belakang. Dia terjatuh, dan langsung dibawa ke RS, dan meninggal,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (26/4/2017).

Awalnya, Badrodin datang ke rumah kos tersebut untuk bertemu dengan anaknya pada Kamis (20/4) malam. Karena ribut, dia ditegur oleh Kevin yang indekos di sana.

“Karena tersinggung, Badrodin cekcok dengan salah satu pelaku. Akhirnya, mereka turun ke pelataran kosan. Di sana, pelaku K bersama pelaku lain yang merupakan penjaga kosan berkelahi dengan Badrodin,” kata Andi.

Bandrodin kemudian memanggil Daud untuk membantunya. Setelah itu, kedua korban dikeroyok tiga pelaku.

Setelah kejadian itu, Polres Jakarta Barat bersama Polsek Cengkareng mengejar pelaku. Ketiga pelaku ditangkap di dua lokasi.

“Tersangka K ditangkap di Jakarta. Dua orang di Balaraja, Tangerang. Setelah kejadian tersebut, pelaku sempat melarikan diri,” ucap Andi.

Akibat kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 170 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Tembak Anak Sendiri Sampai Tewas Lalu Kabur

Sukday.com – Seorang bocah berinisial BA (14) tewas tertembak pistol ayahnya sendiri, Aipda BS (43). Setelah insiden itu, anggota Polres Bengkulu membawa anaknya ke rumah sakit.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. “Iya betul. Kasusnya ditangani oleh Propam Polda Bengkulu,” ujar Rikwanto, Rabu (26/4/2017).

Insiden terjadi di rumah Aipda BS di Jl Sumatera 5 Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu pukul 04.00 WIB pagi tadi.

Kejadian bermula ketika BS dan keluarga sedang tertidur lelap. BS kemudian bangun karena mendengar suara pintu terbuka dan mengira ada pelaku pencurian masuk.

“Yang bersangkutan mengira ada pencuri masuk, kemudian mengambil senjata dan langsung menembakkan senjatanya itu,” imbuh Rikwanto.

Namun tanpa diduga, yang tertembak ternyata adalah anaknya sendiri. Korban mengalami luka tembak di bahu kananya.

“Setelah mengetahui itu anaknya sendiri yang tertembak, Aipda BS langsung membawanya ke rumah sakit,” ungkapnya.

Namun sayang, nyawa korban tidak terselamatkan akibat tembakan itu. BS kemudian menyerahkan senjatanya kepada pimpinannya usai kejadian. Setelah itu, Aipda BS melarikan diri.

Tersangka Penusukan Paspampres Diamankan

Sukday.com – Polisi mengamankan satu orang pria terkait penusukan dua anggota Paspampres, Pratu Riko Pasaribu dan Prada Fata Kudus di Gambir, Jakarta Pusat. Sampai saat ini pria yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai saksi.

“Yang diamankan semalam itu saksi, masih kami dalami keterangannya apakah memang ada keterlibatan atau tidak,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini. “Kalau bicara hukum kan harus projusticia, harus berdasarkan alat bukti,” imbuhnya.

Saat ini saksi tersebut masih diperiksa intensif di Polsek Gambir. Polisi masih punya waktu sampai nanti malam untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita masih punya waktu 1×24 jam untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau tidak ada alat buktinya ya harus kita lepaskan karena statusnya kan saksi,” terang Suyudi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saksi tersebut adalah teman dari terduga pelaku yang masih dikejar polisi.

Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Senin (24/4) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Kesehatan, di belakang Pura Paspampres. Korban dan pelaku sempat cekcok sebelum terjadi penusukan.

Usai cekcok mulut dengan pelaku, kedua anggota Paspamres itu ditusuk. Akibatnya, Pratu Pasaribu mengalami luka di bagian perut dan Prada Fata Kudus mengalami luka bagian punggung, lengan belakang dan pinggang belakang.

Keduanya kini sedang dirawat RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Belum diketahui identitas pelaku dan motif penusukan tersebut.

Polisi Sita 1.5kg Sabu Di Binjai

Sukday.com – Seorang pria di Binjai, Sumatera Utara (Sumut) dibekuk polisi karena kedapatan menjual narkoba. Polisi menyita 5 bungkus paket kecil berisi sabu dari tersangka.

“Pelaku bernama Riki Rikardo (24), warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota. Dia ini pekerja salon,” kata Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Bambang Tarigan, Rabu (26/4/2017).

Ia mengatakan, Riki ditangkap di Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Selasa (25/4) sore. Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, petugas kemudian menuju ke lokasi.

Setelah melakukan pengintaian, polisi kemudian mencokok Riki di sebuah gang di antara rumah warga. Dari tangannya, petugas menyita 5 paket sabu seberat 1,53 gram di kotak permen tempat sabu.

“Selain itu, juga disita 3 plastik kosong. Pelaku mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya dan pelaku juga mengakui sabu tersebut untuk dijualnya,” jelas Bambang.

Kini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Binjai. Sementara, kasus ini tengah dikembangkan polisi.

Modus Jual-Beli Tiket Lewat Agen Travel, Mahasiswi Diamankan Polisi

Sukday.com – Marieta Safitri dilaporkan ke Polda Jatim terkait kasus penipuan. Marieta, yang berstatus mahasiswi, diduga melakukan penipuan dengan modus jual-beli tiket melalui agen travel.

Salah satu korban dugaan penipuan Marieta yang bernama Icha melaporkan Marieta Pada 5 Desember 2016. Icha menyebut Marieta sering menawarkan tiket kepada keluarganya, termasuk dirinya.

Marieta pernah menawarkan kepada dirinya tiket ke Hong Kong dengan harga murah. Namun Icha tak menggubrisnya karena dirinya ingin pergi ke Bangkok untuk hadiah ulang tahunnya.

Marieta pun lantas mengaku juga mempunyai promo murah tiket ke Bangkok. Memang tiket yang ditawarkan Marieta lebih murah sekitar Rp 500 ribu. Awalnya Icha tak tertarik meski murah. Namun, karena terus didesak, Icha pun akhirnya menyetujuinya.

Keluarga Icha juga pernah ditawari tiket ke Eropa, Jepang, Australia, dan Singapura oleh Marieta. Semua tiket yang ditawarkan Marieta tak ada kejelasannya kecuali tiket ke Eropa dan Singapura. Dua tiket yang akhirnya jadi terbang itu pun juga mesti dibarengi dengan paksaan kepada Marieta.

Setahu Icha, modus yang digunakan Marieta adalah memberinya kode booking yang sudah tak berlaku lagi. Memang benar Marieta langsung membelikan tiket saat uang sudah diterima. Saat tiket terbeli, kode booking pun keluar. Saat kode booking sudah keluar, Marieta langsung melakukan refund. Kode booking itulah yang diberikan kepada Icha dan keluarganya.

Yang membuat Icha kesal dan geram adalah Marieta selalu mencatut nama keluarganya dan alamat rumahnya saat melakukan penipuan. Kepada korban yang lain, Marieta selalu mengaku sebagai kakak atau adik Icha, bahkan anak ibu Icha. Karena itu, keluarga Icha saat itu selalu didatangi orang yang tiba-tiba menuduhnya sebagai penipu.

karena banyaknya orang yang datang ke rumahnya, Icha sampai harus membuat tulisan pengumuman di rumahnya bahwa itu adalah rumahnya dan bukan rumah Marieta.

Selain penipuan, kelakuan lain yang dibuat Marieta terhadap keluarganya adalah pencurian. Laptop adik Icha, yang berisi file skripsi, hilang dicuri Marieta. Sebuah kamera yang diaku milik Marieta yang ternyata merupakan kamera sewaan juga membuat keluarga Icha dongkol.

Icha menambahkan, yang dia tahu, bukan hanya dia yang menjadi korban. Dari informasi yang dia peroleh, ada korban lain yang berasal dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta Selatan.

Icha berharap laporannya segera ditindaklanjuti polisi. Icha mengaku polisi sudah mengumpulkan alat dan barang bukti. Dan itu sudah cukup. Namun Marieta belum muncul dan masih dicari.

Nenek Tewas Dengan Pergelangan Tangan Terputus

Sukday.com – Pembunuhan sadis terjadi di Pasuruan. Seorang nenek asal Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dibunuh oleh orang tak dikenal di dalam rumahnya.

Korban Nayuha (60), tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia menderita luka di leher, wajah dan bahkan pergelangan tangannya putus.

“Pada saat pertama kali ditemukan kondisi wajahnya penuh dengan luka bacok. Salah satu tangannya putus. Ia tergeletak di depan kamar rumahnya,” kata sepupu korban, Sari, di Kamar Mayat RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan, Rabu (26/4/2017).

Menurut Sari, peristiwa yang terjadi Rabu dini hari itu tak diketahui siapapun, karena korban berada di rumah sendirian.

“Selama ini tinggal bersama dengan cucunya. Namun, pada saat kejadian cucu korban sedang keluar rumah. Dan cucu korban baru mengetahui kalau neneknya ini meninggal, ketika ia baru saja pulang ke rumah tersebut,” terangnya.

Polisi yang mendapat laporan kejadian ini langsung terjun ke TKP untuk melakukan indentifikasi dan olah TKP. Korban dibawa ke kamar mayat untuk divisum.

“Menurut keterangan cucu korban Ali Rihdo, saat dia pulang lampu rumah sudah mati. Awalnya dia tak curiga dan masuk ke rumah langsung menyalahkan televisi dalam keadaan lampu masih mati. Namun beberapa saat kemudian, ia menuju ke kamar neneknya dan menemukan korban sudah tewas bersimbah darah,” kata Kapolsek Pasrepan AKP Thohari.

Menurut Thohari, kasus ini murni pembunuhan karena tak ada barang korban yang diambil. Pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. “Motifnya belum diketahui pasti. Kami tengah mengejar para pelaku,” tuntas Thohari.

Polisi Tembak WNA Yang Membawa 2 Kg Narkoba

Sukday.com – Polisi menembak mati pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka dan menangkap istrinya, WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani, karena menyimpan 2 kg sabu. Sabu asal Guangzhou, China, itu diselundupkan di dalam sepatu.

Modusnya ini disimpan di sepatu. Jadi sabunya dimasukkan ke hak sepatu, kemudian dilem lagi dan dikareti.

barang haram tersebut dikirim dari Guangzhou, China, dengan menggunakan jasa ekspedisi dan dikirim lewat laut. Setiba di Jakarta, barang dikirim ke tempat kos yang disewa Yani di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yani sendiri adalah pedagang pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. Sebelum tertangkap, Yani dan Kabaka pernah meloloskan paket 1 kg sabu.

Yani tergolong sebagai kurir. Dia dimanfaatkan oleh suaminya, WN Nigeria itu, untuk menjadi kurir sabu. Dan dia mengetahui bahwa paket tersebut adalah sabu, mungkin (motifnya) karena ekonomi juga.

Yani menyewa kamar kos seharga Rp 3 juta per bulan di kawasan Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Barang tersebut sedianya akan dikirim kepada seorang bandar yang saat ini masih diselidiki oleh polisi. Bandarnya kita sudah tahu, sedang kita kembangkan.

Viral,Anak 13 Tahun Jadi Sopir Angkot

Sukday.com – Sopir angkutan kota (Angkot) Cicaheum – Ciwastra, Ronald Tambunan (32) membantah mempekerjakan GMA (13) untuk menyetir angkotnya. Foto GMA nyetir angkot menjadi viral di media sosial (medsos).

GMA tepergok warga tengah menyetir angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra trayek 09. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jabar pada Selasa (25/4) malam pukul 19.00 WIB.

Ronald mengatakan, saat itu Ia tengah menarik penumpang. Saat tiba di kawasan Pasar Kordon, Ronald sakit perut lantaran sakit maagnya kambuh. Ia pun merasa tak sanggup lagi menyetir mobil. Ronald lalu meminta tolong GMA yang kebetulan sedang jalan menuju ke rumahnya.

Ronald mengaku sudah dua kali melihat GMA membawa mobil. Sehingga, ia mempercayakan angkotnya dikemudikan oleh GMA yang kebetulan rumahnya bertetangga dengan istri Ronald.

Ronald tak menyangka kasus itu viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Pihak Kepolisian Tidak melakukan tindakan hukum terhadap Ronald. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana.

Warga Manggarai Rindu Bernostalgia Dengan Jokowi

Sukday.com – Warga Manggarai yang terancam digusur rindu bernostalgia dengan Presiden Jokowi. Hal itu disampaikan oleh seorang warga yang meminta Jokowi melindungi mereka dari polemik lahan yang terjadi dengan PT KAI.

Suji Warga Manggarai bercerita, kala Jokowi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dan sempat berkunjung ke rumahnya dan memperagakan pawang geni. Ia dan warga berharap Jokowi kembali mengunjungi Manggarai, dalam hal ini menengok keadaan warga yang tengah berpolemik dengan PT KAI.

Warga Manggarai ingin Jokowi berkunjung ke kami. Lihat kami, tengok kami. Saya juga ingin mengingatkan nostalgia beliau ketika beliau ingin jadi gubernur, beliau datang ke wilayah kami dan ke tempat saya, beliau memperagakan yang namanya pawang geni.

Sebelas rumah yang terletak di RW 12 Manggarai akan digusur oleh PT KAI untuk proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta. Namun hal tersebut ditunda sampai ada kesepakatan.

Sebelumnya, Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Suprapto mengatakan pihaknya akan menggelar dialog dengan warga yang difasilitasi oleh Polres Jaksel. Hal ini untuk merespons mengenai belum adanya kesepakatan dari konsolidasi yang digelar pagi tadi.

Dialog akan digelar dengan mengundang langsung 11 penghuni rumah tanpa perantara, sehingga komunikasi yang dilakukan oleh PT KAI lebih jelas.

Status Wajib Lapor Ke 7 Pelaku Prostitusi

Sukday.com – Polisi mengenakan status wajib lapor kepada tujuh pelaku terkait kasus prostitusi anak di Aceh Tamiang. Dari tujuh orang yang ditangkap, enam pelaku berperan sebagai muncikari dan perantara. Para pelaku tidak ditahan karena masih berstatus anak.

Ketujuh pelaku adalah Al (22), perannya sebagai tersangka (pria hidung belang); RW (14), peran menjual jasa; NS (16), peran mengenalkan kepada pengguna jasa; ET (14), peran memberikan nomor kontak HP atau sebagai perantara; EM (16), peran menjual jasa; NF (17), peran memperkenalkan; dan N (16), peran mengantar. Semua anak-anak di bawah umur itu warga Aceh Tamiang.

Enam orang di antaranya masih di bawah umur. Tiga orang masih SMP dan tiga masih SMA. Mereka tidak kita tahan, ada yang mau ikut ujian di sekolah dan sudah ada jaminan dari orang tuanya. Ini berdasarkan UU Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Tersangka Al (22) sebagai pria hidung belang akan dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sedangkan sisanya yang berperan sebagai muncikari akan dijerat dengan UU Nomor 21/2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Keterangan Al, dia mengenal dan memesan RW dari ET dan NS, yang merupakan teman RW sendiri dengan tarif Rp 350 ribu sekali kencan. Sedangkan mereka yang berperan sebagai perantara/mucikari mendapat komisi Rp 100 ribu, yang diambilkan dari tarif tersebut.