Bawa Kabur Motor Selama Lima Bulan, Seorang Pria Diciduk

Sukday.com – Seorang pelaku yang melakukan tindakan penipuan berhasil diamankan oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Kalimanah. Penipuan  yang dilakukan dengan cara penggelapan satu unit sepeda motor. Pelaku yang berinisial YA (38) berhsail diamankan di rumahnya sendiri yang berada di Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Senin (14/8/2017) kemarin.

Kejadian yang bermula dari laporan korban bernama Riyan Sumarlin (28), yang merupakan warga Desa Kalimanah Wetan RT 1 RW 7, Kecamatan Kalimanah. Dia melaporkan telah kehilangan motornya. Tadinya sepeda motornya dipinjam oleh pelaku yakni YA, namun tak kunjung dikembalikan.

Kejadian ini terjadi pada bulan Februari 2017 lalu. namun hingga memasuki bulan Juli 2017 lalu, notor belum juga dikembalikan oleh pelaku. Tidak ada kabar dari sang pelaku, sudah berusaha untuk mencari pelaku namun tak membuahkan hasil. Korban sempat mendatangi kerumah pelaku namun pelaku tak pernah ada dirumah.

Dengan keadaan seperti itu akhirnya sang korban melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Modus yang dilakukan pelaku yaitu meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk berangkat kerja di Purwokerto. Namun setelah ditunggu, sepeda motor tidak dikembalikan dan dibawa kabur pelaku,” terang Kapolsek.

Berdasarkan laporan korban, Unit Reskrim Polsek Kalimanah kemudian melakukan penyelidikan. Pada saat pelaku diketahui pulang ke rumah, anggota langsung bergerak cepat mengamankan pelakunya.

Saat ini pelaku suidah berhasil diciduk meski barang bukti sepeda motor tak ditemukan. Berdasarkan keterangan pelaku, sepeda motor korban telah digadaikan di wilayah Purwokerto Kulon, Kabupaten Banyumas. Sepeda motor tersebut digadaikan seharga Rp. 1.500.000,-. Selanjutnya petugas melacak keberadaan sepeda motor dan berhasil ditemukan.

Petugas kemudian mengamankan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter bernomor polisi R-5251-NC, milik korban. Selain itu STNK sepeda motor yang ikut dibawa kabur pelaku juga berhasil ditemukan.

“Tersangka masih diperiksa secara intensif di Polsek Kalimanah. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 372 KUHP jo 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan,” jelas Kapolsek.

Enam Pelaku Rampas Motor Polwan Cantik

Sukday.com – Seorang polisi wanita yang bertugas di Polsek Gadingrejo, Polres Pasuruan Kota, Jawa Timur mengalami kejadian yang tidak terduga.

Polisi wanita yang bernama Bripda Puji Lestari (21) dia menjadi korban begal ketika sedang melintas di Jalan Raya Kraton, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (14/8/2017) sekitar pukul 04.30 WIB.

Motor yang dikendarai oleh korban yakni motor matic Vario 125 berwarna putih milik wanita yang berasal dari Sambikerep, Kota Surabaya tiba-tiba dirampas enam orang yang tidak dikenalnya.

Pada waktu itu korban hendak berangkat untuk bertugas menuju Mapolres Pasuruan karena akan melaksanakan apel pagi. Korban keluar dari rumahnya ketika hari masaih gelap sekitar pukul pukul 03.30 WIB.

Setelah sampai di lokasi, korban dipepet ke pinggir jalan dan dihadang paksa untuk berhenti oleh ke enam pelaku yang membawa tiga motor. Enam orang itu langsung turun dan memaksa korban menyerahkan sepeda motornya.

“Korban diancam menggunakan celurit,” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo.

Menurutnya, korban tak sempat melakukan pelawanan karena sudah merasa takut duluan. Bripda Puji menyerahkan motor dan beberapa barang miliknya seperti ponsel dan dompet. “Korban ditinggal begitu saja di pinggir jalan. Pelaku pergi membawa sepeda motor korban,” tuturnya.

Menurut Rizal, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan pengejaran terhadap pelaku begal tersebut. Timnya sudah bergerak ke lapangan berdasarkan keterangan korban, termasuk ciri-ciri pelaku.

“Tim kami sedang bergerak, semoga segera ada hasilnya. Kami berharap teman-teman bisa langsung menangkap pelaku itu,” ungkap dia. Rizal mengungkapkan, kejadian ini merupakan contoh bahwa begal tak pandang bulu siapa pun korbannya. Kejadian ini bisa dijadikan sebuah pelajaran berarti untuk lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya.

“Waspada, tapi jangan terlalu takut. Kami sudah melakukan patroli setiap saat agar masyarakat aman dan tenang dalam berkendara,” ujar dia.

Buang Mayat Selingkuhan Ajak Anak Kandung

Sukday.com – Seorang pria yang bernama Erwin Yogo Cahyono yang diketahui telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita. Erwin yang dikenal sebagai pemuda baik itu tak disangka tega melakukan tindakan pembunuhan.

Selain baik, pelaku juga merupakan anak dari salah satu tokoh masyarakat setempat yang sangat dihormati. “Ayahnya Erwin, almarhum Pak Tiyarto itu sesepuhnya sini. Itu keluarga terpandang,” ujar Woto (60), warga Genuk Krajan RT 2 RW 4.

Pelaku yang merupakan warga Genuk Krajan, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang ditangkap dan membuat para tetangga sekitar heboh. Selain heboh para warga sekitar juga tak ada yang menyangka akan melakukan hal keji itu.

Pelaku membuang mayat Dewi Astuti, selingkuhannya di Jalan Pawiyatan Luhur 1, Kelurahan Bendanngisor, Kecamatan Gajahmungkur, dekat kampus Stikubank. Woto yang sempat melihat pelaku lewat berboncengan bersama dengan anaknya.

“Dia menyapa saya, ‘Pakdhe, kok tidak ke atas (kawasan RT 7, rumah kontrakan Erwin)?” tutur Woto menirukan ucapan duda satu anak itu.

Sebelumnya pelaku sudah cerai dengan istrinya lumayan lama dua tahun yang lalu dan hak asuh anak kepada Erwin. “Warga sini sudah tahu Erwin punya pasangan baru belum resmi. Ya, Dewi itu. Sering diajak Erwin main ke kampung sini,” imbuh Woto.

Terakhir kali Woto bertemu dengan Dewi pada Minggu (13/8/2017) pagi saat ada festival jalan sehat di RW 4 Genuk Krajan.

“Saat itu Erwin, Dewi, dan Diaz jalan bersama. Mereka juga menyapa warga. Tak kelihatan kalau ada masalah,” jelasnya.

warga RT 6 RW 4, Wawan, menyebut Erwin sosok yang supel, gampang bergaul.

“Grapyak dia (Erwin). Kami tak menyangka kalau dia terlibat kasus pembunuhan,” ujar Wawan.

Kali terakhir Wawan bertemu Erwin sekitar hari Selasa, pukul 20.00 WIB.

Saat itu Wawan bersama sejumlah warga RT 6 sedang mengecat jalan sebagai persiapan perayaan Tujuhbelasan.

Erwin melintas bersama anak laki-lakinya mengendarai motor matik.

“Saya tak begitu memperhatikan gelagat aneh dari Erwin,” ucapnya.

Wawan mengimbuhkan, sejumlah polisi menggeledah rumah kontrakan Erwin di RT 7 RW 4, sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu dini hari.

Gara-Gara Tak Bisa Beli Nasi Bungkus Untuk Pacar, Pemuda Di Pekanbaru Gantung Diri

Sukday.com – Seorang pemuda di Pekanbaru nekat mengakhiri hidupnya dengan alasan pacarnya marah. Dugaan sementara pemuda yang bernama Mulyadi alias Adi (25) yang merupakan salah satu warga Pekanbaru tersebut merasa takut berujung frustasi hingga akhirnya melakukan tindakan bunuh diri.

“Korban bunuh diri dengan cara mengikatkan tali pinggangnya di leher dan menggantung di pintu kamar mandi,” kata Kanit Reskrim Polsek Tampan, Pekanbaru, Iptu Eru Alsepa, Rabu (27/9/2017).

Kronologi kejadian tersebut berawal ketika waktu maghrib tiba, Adi mengantarkan pacarnya di tempat kosnya. Sesampai di rumah kos tersebut, pacarnya meminta Adi untuk membelikan nasi bungkus karena lapar. “Terjadi pertengkaran gara-gara Adi tidak bisa membelikan nasi. Korban sama sekali tidak memiliki uang saat itu,” kata Eru.

Dengan adanya pertengkaran saling adu mulut, Adi sepertinya kecewa melihat pacarnya merajuk. Pria yang bekerja sebagai operator di sebuah cafe itu merasa kesal. Dia sempat mengucapkan kata-kata terakhir kepada pacarnya.

“Ya sudahlah kalau begitu. Lupakan saja abang,” kata Adi sebagaimana dituturkan Eru. Peristiwa tersebut terjadi di rumah kos pacar korban Novita (22) di Jl Cemara Kipas, Kecamatan Tampan. Sebelum melakukan aksi bunuh diri, pada Selasa (26/9) sore hari, Adi dan pacarnya Novita jalan bersama.

Malam itu pun dari kamar kos, korban lantas pergi ke kamar mandi. Dia mengunci kamar mandi dari dalam sambil menghidupkan kran air. “Karena lama tak keluar dari kamar mandi, pacarnya menyusul. Saat itu pacarnya menggedor pintu kamar mandi, tapi tidak ada sautan,” kata Eru.

Karena pintu juga tidak terbuka, pacarnya melihat dari celah pintu ada ikat pinggang tergantung. Novi langsung berinisiatif mengambil pisau untuk memutuskan ikan pinggang tersebut. Setelah terputus, tubuh Adi pun terjatuh dan pintu pun didobrak.

“Pacarnya melihat leher adi terbelit ikat pinggang. Melihat kondisi itu pacarnya kaget dan teriak meminta tolong warga sekitar,” kata Eru. Malam itu juga korban langsung dinaikan taksi menuju rumah sakit. Namun sesampaikan di rumah sakit, nyawa Adi sudah tidak tertolong lagi.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan ada bekas kekerasan. Dalam kasus ini murni bunuh diri. Informasi yang kita dapat, tidak hanya persoalan nasi bungkus yang dihadapi Adi. Tapi dia juga depresi berat ada urusan keluarganya,” tutup Eru.

Pasutri Huni Penjara Karena Sabu

Sukday.com – Sepasang suami istri diamankan oleh anggota Polres Semarang karena telah menyelundupkan sabu kepada salah satu tahanan yang berada di rumah tahanan Polrestabes Semarang.

Pelaku penyelundupan sabu tersebut yakni sang istri yang bernama Emilia. Ibu muda yang baru berusia 19 ini terpaksa harus meinggalkan anak kandungnya yang baru berusia 3.5 tahun untuk diasuh oleh neneknya.

Emilia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Sebelum pelaku ditangkap, suaminya sudah terlebih dahulu masuk penjara dengan kasus sabu. Lengkap sudah, pasangan muda ini semua mendekam di rumah tahanan.

Dia mengaku kanget banget sama anaknya. Karena hal itu dia sering tak bisa menahan tangis. Dia tak menduga bakal mengalami nasib begini.

Emilia mengaku mengenal Ervian semula dikenalkan teman satu sekolahnya. Dirinya menikah dengan Ervian tahun 2014 dan telah dikaruniai anak. Saat ini anaknya berusia 3,5 tahun.

“Saya menikah saat duduk SMP. Saya dengan Ervian statusnya masih menikah siri karena hamil duluan. Selain itu Arvian tidak punya KTP,” terangnya di Mapolrestabes Semarang, Kamis (10/8/2017).

Arvian hari-hari mengamen. Selama menikah siri, mereka masih tinggal bersama orangtuanya.

“Ibu saya pedagang sayur. Bapak saya berprofesi sebagai juru kunci makam,” imbuh warga Randusari tersebut.

Emilia mengaku, suaminya tersebut mulai mengonsumsi sabu sejak 2017. Sebelumnya, suami juga pernah mengonsumsi obat-obat terlarang.

“Sebelum menikah, Arvian juga sudah ngepil. Saya juga ngepil sejak SMP,” ujarnya.

Dia tidak marah lihat Arvian nyabu di hadapannya. Bahkan suaminya tersebut juga mengajaknya untuk menggunakan sabu bersama-sama.

“Saya diajari Arvian pakai sabu. Saya dan Arvian menggunakannya di rumah setelah anak dan orangtua tidur,” ucapnya.

Emilia tak ingin orangtuanya dan anaknya mengetahui bahwa dirinya dan suaminya kecanduan sabu.

“Saya nyabu biar kuat melek. Saya menggunakan sabu dua hari sekali. Sabu itu didapat dari Arvian,” ujarnya.

Emilia mengaku menyelundupkan sabu atas paksaan suaminya. Sebelumnya, ia diperintah suaminya untuk mengambil barang haram itu di depan klinik dokter di daerah Pamularsih.

“Barang sudah ditaruh tinggal ambil,” tuturnya.

Sebenarnya dia menolak. Tapi karena dipaksa sang suami, akhirnya Emilia pun memenuhi permintaan itu. Padahal Emilia enggan berurusan dengan polisi.

Setelah menuruti kemauan suaminya, ia bergegas membeli nasi putih dan menyelibkan sabu di dalam makanan tersebut. Lalu bungkusan nasi itu diserahkan kepada petugas penjaga.

“Lalu saya pulang ke rumah. Saya sadar polisi akan bergegas menggerebek rumah,” jelasnya.

Tak berselang lama, anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang datang ke rumahnya. Orangtuannya terkejut saat polisi menggerebek Emilia.

Tak Punya Ijin Kepemilikan, Dua Lelaki Diciduk

Sukday.com – Dua orang pria yang bernama Andika dan Iwan diamankan oleh Resmob Polres Metro Jakarta Pusat karena kedapatan membawa airsoftgun. “Dari hasil interogasi didapat keterangan bahwa keduanya telah melakukan tindak kejahatan dengan cara menipu pada awal bulan Juli 2017,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno, Minggu (6/8/2017).

Mereka berdua berhasil diciduk di sekitar jalan Pintu Air Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017), sekitar 22.00 WIB.
berawal dari informasi yang didapat dari seorang lelaki yang tak mau identitasnya diketahui oleh umum. Lelaki tersebut menerangkan bahwa mereka berdua tak mempunyai surat ijin kepemilikan airsoftgun.

“Lalu anggota langsung menuju lokasi, dan langsung melakukan penggeledehan terhadap 2 orang laki-laki dan didapati dari satu orang laki-laki yang bernama Andika membawa senjata air softgun jenis revolver, beserta peluru gotri,” jelasnya.

Keduanya kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dinkes Blitar Adakan Imunisasi Campak Jerman

Sukday.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengadakan imunisasi vaksin Measlel Rubella atau sering disebut dengan campak Jerman pada hari ini, Jumat (4/7/2017). Dengan menggandeng ratusan kader posyandu dan supervisor Dinkes Blitar berusaha untuk mengejar target dalam memberikan vaksin.

Ada peserta sebanyak 43.873 anak yang ada di Kota Blitar harus selesai hari ini. Ada 825 kader posyandu dan 15 supervisor yang dilibatkan dalam penanganan imunisasi massal ini.

“Kami hanya punya 70 tenaga medis. Padahal target imunisasi ini harus kelar dalam dua bulan ke depan. Makanya kami melibatkan langsung peran serta kader posyandu dan supervisor supaya bisa mencapai target,” jelas Kepala Dinkes Kota Blitar, Ngesti Utomo, Jumat (4/7/2017).

Dengan jumlah tenaga medis yang terbatas menjadi kendala dalam memenuhi jumlah target penerima imunisasi di wilayah kerjanya.

Selama dua bulan, puluhan ribu anak itu akan menjadi target imunisasi. Imunisasi diperuntukkan bagi warga Kota Blitar yang berusia 9 bulan-15 tahun. Untuk anak-anak yang balita dan belum sekolah akan dilakukan imunisasi di posyandu. Sedangkan bagi anak yang sudah masuk usia sekolah akan dilakukan imunusasi di sekolah-sekolah.

“Tidak hanya warga Kota Blitar, bagi warga dari luar Kota Blitar yang menuntut ilmu di Kota Blitar-pun juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menerima imunisasi cacar dan rubella, karena ini merupakan program pemerintah pusat. Dan sudah kewajiban daerah untuk ikut mensukseskan,” tuturnya.

Ngesti bersyukur, Kota Blitar yang terdiri dari tiga kecamatan ini lokasinya berdekatan. Sehingga relatif lebih memudahkan bagi pihaknya untuk menjalankan program imunisasi ini.

“Kalau luas wilayahnya jauh-jauh, tentunya akan menyulitkan, beruntung Kota Blitar dapat dijangkau dalam waktu singkat,” ungkapnya.

Untuk bulan Agustus ini, Dinkes Kota Blitar lebih mengutamakan pemberian imunisasi di posyandu. Sedangkan untuk sekolah, serentak dimulai September mendatang.

Polisi hadiahkan Dua Peluru Buat PeNggaasak Motor

Sukday.com – Seorang lelaki yang berusaha mencuri motor di Malang ditembak karena berusaha melarikan diri. M. Ali Fateh (37) ditangkap oleh satuan petugas Polres Malang Kota.

Tersangka mendapatkan hadiah peluru di bagian leher serta pinggul dan langsung tewas ditempat. Tindakan tegas dilakukan petugas, lantaran Ali berusaha melawan saat disergap di kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Waka Polres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata mengatakan, bahwa pelaku tidak mengindahkan saat polisi akan melakukan penangkapan.

“Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi pelaku tetap melawan, bahkan mengeluarkan senjata tajam,” ujar Nandu, Selasa (18/7/2017).

Pencurian terjadi di sebuah warnet kawasan Klayatan, Kota Malang. GPS ternyata terpasang di motor Honda Beat dibawa kabur pelaku, petugas yang mendapatkan laporan langsung menyelidiki dan mengikuti arah kaburnya pelaku, Minggu (16/7/2017), malam.

Pelaku meninggalkan Kota Malang dengan menelusuri jalur Malang-Lumajang, GPS pun berhenti di kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dan petugas mengintainya.

“Pelaku tidak sendiri melainkan bersama beberapa rekannya. Motor yang dicuri dilengkapi dengan GPS,” terang Nandu.

Ali merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor kedua yang tewas saat dilakukan penangkapan oleh petugas sepanjang 2017 ini. Ali juga merupakan buron Polres Lumajang.

Berbeda Dengan Sekolah lain, SDN Wonolagi Hanya Terima 3 Murid Saja

Sukday.com – Tanggal 16 Juli 2017 merupakan hari pertama masuk sekolah dimana awal tahun ajaran baru periode 2017/2018 dimulai. Salah satu sekolah dasar di gunung kidul yakni SDN Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, menyambut para siswa baru dengan ceria dan tidak berbeda dengan sekolah lainnya.

Seperti biasanya ketika murid yang pertama kali masuk sekolah pasti akan diantar oleh orang tua mereka masing-masing. Murid kelas 1 diantar orangtuanya untuk mengikuti hari pertama sekolah, Senin (17/7/2017).

Namun SDN wonolagi berbeda dengan sekolah lain, dikarenakan tidak banyak siswa yang masuk kelas 1, hanya 3 orang. Mereka bertiga adalah Alfin Emirul Vata (7), Aira Diyah Ayu (7), dan Yasmin Korina Pratiwi (7).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahap awal masuk sekolah yakni pengenalan di depan kelas bersama guru masing-masing kelas.

“Ayo Mas Alfin umurnya berapa sekarang?” kata salah seorang guru, Tri Hariyani. “Lupa buu, berapa ya umur saya sekarang”, jawab Arfin.

Jadi Kurir narkoba, Petugas Lapas Ditembak

Sukday.com – Salah satu petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo ditembak kakinya karena berusaha untuk kabur. Petugas lapas tersebut berinisial AR. Selain menjadi petugas Lapas dia juga menjadi jasa kurir narkoba di dalam Lapas.

“Kami menghentikan mobil tersangka di depan RSUD Sidoarjo. Kami melakukan penggeledahan,” ujar Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra, Minggu (16/7/2017).

Saat digeledah, petugas BNNP Jatim menemukan bungkus rokok yang di dalamnya berisi sabu seberat 20 gram. AR pun kemudian digelandang untuk mengembangkan kasusnya. Saat digelandang itulah AR berusaha kabur sehingga ditembaklah kakinya.

“Waktu itu kan kami ada dua tim. Tim dipecah jadi dua. Satu mengembangkan kasus ini untuk tersangka lain, tim yang satu lagi mengembangkan untuk tersangka yang lain juga. Mungkin karena personel kami yang sedikit sehingga tersangka berusaha kabur,” kata Wisnu.

Dari hasil keterangan AR, disebutkan bahwa ia adalah kurir. Ia kurir dari tahanan bernama Andro. Sabu yang ditemukan di mobilnya bukanlah miliknya. Sabu itu milik seseorang yang tidak dikenalnya. AR hanya ditugasi mengambil sabu tersebut untuk diberikan ke Andro.

“Sekali mengambil barang, tersangka dibayar Rp 1-3 juta,” kata Wisnu.

AR bekerja di bawah perintah napi. Itulah yang disesali Wisnu. “Justru sipir yang bekerja untuk napi. Mereka dikendalikan napi untuk mengambil narkoba di luar dan dimasukkan ke lapas,” lanjut Wisnu.

Untuk pelaku lain, Wisnu masih akan mengembangkan kasus ini. Wisnu juga akan berkoordinasi dengan kanwil kemenkumham Jawa Timur untuk menindak lanjuti seorang tahanan Lapas Porong, Andro, yang namanya diungkap AR.