Mobil Dinas Mulai Dimasukkan Kandang

Sukday.com – Mobil Dinas Pemerintah Kabupaten Situbondo pada hari Kamis (22/06/17) mulai dimasukkan ke kandang. Hal tersebut terkait dengan peraturan yang tidak memperbolehkan mudik dengan menggunakan mobil dinas.

“Ada 284 unit kendaraan roda empat yang dimiliki pemkab Situbondo, semuanya wajib dikandangkan. Kecuali kendaraan yang diperlukan untuk fasilitas penunjang pengamanan lebaran, seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan mobil operasional lain,” kata Kepala DPPKAD Situbondo, Hj Tri Cahya Setyaningsih.

Pengandangan mobdin di halaman pemkab Situbondo dibatasi hingga sore ini. Namun hingga pukul 15.00 Wib, baru sekitar 140 unit mobdin yang sudah dikandangkan. Termasuk dua unit mobil Toyota Fortuner yang biasa digunakan sebagai kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati Situbondo.

Sebaliknya, belum ada mobdin anggota DPRD Situbondo yang tampak sudah terparkir di halaman pemkab. Tri Cahya mengemukakan, pihaknya hanya menerima dan mencatat kendaraan yang akan dikandangkan. Menurut dia, perintah pengandangan mobdin ini berlaku kepada seluruh mobil plat merah, tanpa melihat siapa yang menggunakan.

“Memang ada beberapa mobdin yang tidak bisa dikandangkan di sini, ada yang karena rusak dan sebagainya. Kalau begitu, maka harus ada surat keterangan dari pejabat terkait, serta harus disertai foto kendaraannya,” papar Tri Cahya.

Selama masa dikandangkan, perawatan mobdin akan tetap dilakukan oleh instansi atau SKPD penggunanya, baik untuk memanasi mesin atau perawatan lainnya. Sementara untuk pengamanannya akan dilakukan oleh petugas Satpol PP yang memiliki piket jaga di kantor pemkab Situbondo.

“Sesuai surat edaran bapak Sekda, bagi pejabat yang tidak patuh terhadap perintah itu, maka akan diberi sanksi teguran tertulis,” tegas Tri Cahya.

Jalani Tes Urine, Para Kru Kapal Bebas Narkoba

Sukday.com – Para kru kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung perak menjalani tes Urine. Mereka yang menjalani tes urine adalah kru KM Bukit Raya. Sat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan BNNK Surabaya langsung naik dan masuk kapal. Mereka kemudian menyebar dan memilih secara acak sejumlah kru kapal.

Hasil sampel urine sejumlah kru kapal menunjukkan bahwa tak ada yang mengonsumsi narkoba. 10 kru kapal akhirnya menjadi sampel tes urine tersebut. Mereka adalah 9 ABK dan sang nakhoda. Mereka segera mengisi wadah kecil untuk urine mereka.

“Setelah kami tes, semua urine hasilnya negatif. Tak ada kru kapal yang terindikasi menggunakan narkoba,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Redik Tribawanto, Kamis (22/6/2017).

Kegiatan tes urine, kata Redik, akan dilakukan secara rutin bersama BNNK Surabaya. Tentu saja tes urine akan dilakukan secara dadakan dan tak ditentukan waktunya.

“Tujuan tes urine adalah untuk memberi kenyamanan dan keselamatan kepada para penumpang. Dengan kru kapal yang sehat, maka perjalanan akan terasa nyaman dan aman,” tandas Redik.

Delapan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi

Sukday.com – Aksi pelemparan dengan menggunakan batu sebesar kepalan tangan yang diarahkan ke Bus malem yang dilakukan oleh sekawanan anak yang masih dibawah umur membuat para sopir was-was.

Aksi pelemparan selama bulan Ramadan tersebut dilakukan oleh sejumlah anak-anak di bawah umur dan membuat resah para sopir bus karena dapat mengancam keselamatan penumpang.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, mengatakan akibat maraknya pelemparan batu itu, agen PO Efisiensi pada Rabu (21/6) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kebumen. Aksi anak-anak itu menyebabkan salah satu kaca bus pecah terkena lemparan batu.

“Malamnya kami langsung diadakan penyelidikan di jalan lingkar selatan. Dari penyelidikan itu petugas berhasil mendapati segerombolan anak-anak yang sedang berada di tepi jalan sambil memegang batu sebesar kelapan tangan,” kata Willy Budiyanto, Kamis (22/6/2017).

Dari pengakuan kedelapan anak yang diamankan, mereka sengaja melempar kaca bus hanya untuk iseng bersama teman-teman mereka yang biasanya dilakukan malam hari.

“Biasanya aksi mereka dilakukan usai sholat tarawih untuk mencari kesenangan karena berhasil melempar bus yang melintas,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sebanyak 11 armada bus Efisiensi menjadi korban pelemparan batu selama 2 bulan terakhir. Puncaknya terjadi pada bulan ramadan yang mengakibatkan kaca bagian samping hingga kaca depan bus pecah.

Bus-bus dari perusahaan otobus yang lain juga mengaku korban pelemparan. Di antaranya bus milik PO Sinar Jaya, PO Murni Jaya, PO Sumber Alam dan masih banyak yang lain.

“Anak-anak itu mengakui mereka asal saja melempar batu dan tidak memilih-milih bus yang dilempar. Ada bus yang melintas langsung dilempar saja,” lanjut Willy.

Kedelapan anak tersebut selanjutnya diserahkan kembali kepada orang tua untuk mendapatkan pembinaan. Meski begitu mereka juga diberikan sanksi pembinaan dan wajib lapor ke Polres Kebumen karena tindakan mereka merupakan perbuatan melanggar hukum.

Pasar Pasrepan Ludes, Kerugian Capai Angka Milyardan

Sukday.com – Kebakaran yang baru 2 hari lalu Rabu (7/6) terjadi dan menghanguskan ratusan kios yang ada di Pasar Pasrepan, Pasuruhan. Tak hanya hangus saja semua kios yang terbakar sudah menjadi abu dan rata dengan tanah.

Kebakaran yang terjadi ketika warga sedang melakukan santap sahur itu berlangsung selama 3 jam. Hanya dalam kurun waktu 3 jam saja si jago merah mampu meratakan ratusan kios dengan tanah. Akibatnya kerugian mencapai milyaran rupiah.

“Setelah kami hitung, kerugian barang dagangan mencap Rp 1 miliar, sedangkan kerugian bangunan mencapai Rp 650 juta,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto.

Edy menjelaskan bahwa kerugian bisa lebih besar jika para pedagang tidak menyelamatkan barang dagangan mereka. “Untungnya banyak pedagang yang berhasil menyelamatkan barangannya,” terangnya.

“Jadi akan kita kembalikan ke habitatnya. Saya tadi sudah bicara sama pedagang. Kepala pasar juga saya minta melakukan pembicaraan dengan pedagang rencana pemindahan. Kalau mereka mau secepatkan akan kita fasilitasi, kalau maunya habis lebaran yang terserah. Yang jelas pemkab akan memberikan solusi,” terangnya.

Pasar buah yang terbakar terdiri dari 6 los dengan jumlah kios sebanyak 100. Pasar ini merupakan tempat relokasi pedagang pasar induk yang terbakar 2014 lalu.

“Pembangunan pasar induk pasca kebakaran sudah rampung Maret lalu. Semuanya sudah siap, kios-kiosnya juga sudah siap di sana. Kalau mau pindah mungkin awal-awal agak sepi karena para pelanggan belum tahu,” jelasnya.

Kebakaran hebat ini terjadi saat waktu makan sahur, pukul 02.30 WIB. Kebakaran yang diduga berasal dari los paling selatan ini menyebabkan kepanikan yang luar bisa. Saat kejadian, warga sudah ramai dan pedagang sudah bersiap beraktivitas.

Sebagian menyelamatkan barang dagangan, sebagian berusaha memadamkan api namun sia-sia. Mobil-mobil PMK dari Pemkab dan Pemkot Pasuruan diterjunkan ke lokasi. Pukul 05.00, kebakaran berhasil dipadamkan.

Jalur Soker Siap Hadapi Mudik 2017

Sukday.com – Kabar tentang kerampungan garapan ruas tol Solo-Kertosono akan segera di dengar oleh masyarakat luas. Jalan sepanjang jalur Solo sampai Kertosono yang disiapkan untuk menghadapi arus mudik tahun ini diperkirakan sudah bisa digunakan sebelum lebaran.

PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) menerangkan bawha besok di H-10 Lebaran jalur tersebut sudah bisa dilalui pemudik. Meski belum selesai 100% namun ruas Solo – Mantingan – Ngawi sudah siap untuk dilalui sebagai jalur mudik lebaran tahun ini.

Dishub Pemkab Boyolali, Dishub Kota Surakarta, Dishub Kabupaten Karanganyar, Polres Boyolali, Polresta Surakarta, Polres Karanganyar dan Polres Sukoharjo melaksanakan survey terkait jalur Tol soker (Solo-Kertosono).

Survey bersama dilakukan menyusul rencana pembukaan satu lajur tol Soker sebagai jalur alternatif arus mudik dan balik Lebaran 2017. Diakui, saat ini masih ada pekerjaan pembangunan.

“H-10 Lebaran sudah selesai dan siap dilintasi pemudik. Jalan tol Soker yang akan difungsikan untuk arus mudik dari Boyolali hingga Ngawi nanti sepanjang 65 km,” ujar Aryo Gunanto.

Survey bersama tersebut, membahas pintu masuk jalan tol dari jalan Solo – Semarang di Ngasem di Colomadu, Karanganyar yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali.

“Pintu masuk di Ngasem ini dari mana. Dari arah Boyolali bisa langsung masuk tol. Dari jalur Jogja secara teknis juga bisa tetapi harus menyeberang jalan (Solo – Semarang), ini bisa menimbulkan kemacetan dan harus membongkar median jalan,” kata Aryo.

Dari pembahasan bersama diputuskan arus mudik dari arah Boyolali atau Semarang masuk lewat pintu Ngasem. Sedangkan dari arah Yogyakarta masuk lewat pintu Klodran di Colomadu. Dengan demikian median jalan Solo – Semarang di depan pintu Ngasem tidak perlu dibongkar.

Perketat Pengamanan Jelang Misa

Sukday.com – Satu peleton Sabhara dan K9 Polres Probolinggo Kota, melakukan sterilisasi di 12 gereja pasca teror bom Kampung Melayu Jakarta. Petugas juga melakukan pemeriksaan dengan dibantu oleh anjing pelacak dan alat metal detektor.

Pemeriksaan yang dilakukan pada setiap gereja ditakuti ada benda-benda bahaya seperti bahan peledak atau sajam. Para jemaat yang masuk ke gereja juga ikut dipemeriksa. Petugas juga memeriksa Gereja merah Kota Probolinggo.

Menurut Kompol Jumadi Waka Polres Probolinggo Kota, Kamis (25/5/2017) kegiatan sterilisasi ini dilakukan dengan tujuan supaya umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Misa Kudus merasa aman, pasca terjadinya aksi teror bom yang terjadi di Jakarta.

“Sterilisasi lakukan untuk antisipasi keamanan pasca terjadinya teror bom Jakarta. Kita turunkan satu regu dan anjing pelacak k9 untuk steril dan periksa di gereja-gereja. Tak hanya gereja kami lakukan penjagaan ketat obyek vital juga,” kata Kompol Jumadi.

Sterilisasi ini adalah standar operasi polisi di setiap acara keagamaan.

Terungkapnya Identitas Mayat Pria Yang Hangus Terbakar

Sukday.com – Akhirnya terungkap juga siapa mayat yang belum lama ini ditemukan dengan kondisi tewas dengan banyak luka bakar. Polisi menduga pria tersebut bunuh diri.

Identitas pria tersebut berhasil dikuak dan diketahui bernama Haryo Murti Tamtama (32), dan tercatat sebagai warga Wonorejo IV. Informasi terkait penemuan soal identitas itu diperoleh dari mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis), sebuah alat pencocok sidik jari yang terhubung ke server e-KTP.

“Awalnya ada kakaknya bernama Agung yang melihat mayat itu, tetapi tidak yakin karena ada perbedaan dalam ciri fisik,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Kondisi jari Haryo pada saat ditemukan dalam keadaan diselimuti jelaga hitam bekas kebakaran. Sidik jari Haryo coba diperiksa dengan Mambis meski kepastian kemungkinannya hanyalah 50 %. Dari situ keluar sebuah nama yang merupakan warga Surabaya. Namun saat didatangi, ternyata yang bersangkutan masih segar bugar.

Tim identifikasi kemudian membuat cara agar sidik jari mayat bisa diidentifikasi menggunakan Mambis. Jari tangan Haryo pun direndam selama beberapa hari. Cara itu efektif, jelaga yang menutupi sidik jari Haryo terkelupas. Dan saat diperiksa dengan Mambis, identitas Haryo keluar.

Begitu identitas sudah terkuak, polisi langsung gerak cepat guna mencari dugaan apa motif di balik kematian Haryo. Sebelumnya sudah ada analisa mengenai penyebab Haryo tewas. Haryo tewas karena asap yang masuk melalui hidung dan menyebabkan sesak hingga menewaskan Haryo.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Haryo dulu dikenal sebagai pria yang tinggi besar, sehat, dan kekar. Haryo kemudian mengidap TBC yang membuat tubuhnya mulai melemah dan kurus. Haryo dianggap depresi.

Dari depresi itulah Haryo diduga melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri. Polisi saat melakukan idnetifikasi juga tidak melihat adanya unsur pembunuhan.

“Dugaannya adalah depresi kemudian bunuh diri. Dari lokasi tidak ditemukan adanya unsur pembunuhan,” tandas Shinto.

Omzet Produksi Kerudung Di Cicalengka Naik Berkali lipat

Sukday.com – Omzet kerudung pada bulan Ramadhan meningkat drastis. Untung yang diraup pedagang bisa menembus puluhan juta rupiah. Salah satunya sentra kerudung, kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Setiap Ramadan omzet bisa mencapai 50 juta hingga 75 juta rupiah,” kata Asep Saefudin, salah satu pemilik usaha rumahan di tempat produksinya, Kampung Cisereuh, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/6/2017).

Meski penjualan setiap tahunnya fluktuatif, Asep tidak menampik setiap Ramadan omzet kerudung produksinya naik pesat. “Kalau melihat perkembangan setiap tahunnya penjualan menurun, tapi di momen Ramadan seperti saat ini omzet penjualan pasti naik,” ujar Asep.

Asep juga menjelaskan, pada bulan puasa ini para pebisnis di sentra kerudung Cicalengka kebanjiran order. “Permintaan pasar naik 30-40 persen, jika di rata-rata di bulan Ramadan ini, saya kirim lima ribu kodi kerudung ke Pasar Tanah Abang Jakarta dan Tegal Gubuk Cirebon,” tuturnya.

Kawasan Cicalengka merupakan sentra penghasil kerudung terbesar di Indonesia. Di lokasi ini hadir industri rumahan, mulai pengusaha kecil, menengah, hingga besar.

“Omzet 75 juta per Ramadan itu sudah besar, malah kalau pengusaha kerudung yang sudah besar omzetnya bisa ratusan juta,” ucap Asep.

Harga kerudung yang Asep jual ini bervariatif yang disesuaikan dengan model yaitu mulai Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu.

 

Rob Terparah Genangi Terminal Terboyo

Sukday.com – Banjir rob kembali genangi kota Semarang. Kali ini Terminal Terboyo yang menjadi sasaran banjir rob tersebut. Banjir rob yang terjadi mengakibatkan bus tidak bisa memasuki wilayah Terminal Terboyo.

Dilihat dari halaman terminal, air rob yang masuk sudah meninggi melebihi atas mata kaki. Sedangkan di dalam terminal air justru lebih terlihat lebih dangkal ketimbang di halaman terminal. Namun di parkiran air sudah mencapai lutut orang dewasa sehingga bus memilih untuk tidak masuk Terminal Terboyo.

Warung-warung yang berada di dalam terminal memilih tutup dan hanya beberapa warung yang nekat buka. Salah satu pemilik warung, Salome Sartini (62) mengatakan kondisi rob di terminal sudah terjadi 4 hari dan 2 hari terakhir merupakan yang terparah.

“Kemarin masih ada bus masuk, sekarang sudah enggak ada, di luar semua,” kata Sartini, Jumat (2/6/2017).

Menurut Sartini, rob sudah lama tidak masuk ke terminal, dan jika ada rob di terminal, proses surutnya tidak sampai satu hari. Namun berbeda dengan rob kali ini, Ia pun heran dengan kondisi rob saat ini.

“Ini rob karena apa? Apa karena hujan kemarin? Apa karena ada proyek?” tandasnya.

“Semoga tidak sampai mudik,” imbuhnya.

Tapi menurut Sartini ada perubahan kondisi rob karena jalan di sisi Utara terminal kini sudah tidak rob lagi. Air seolah masuk dari Selatan atau dari arah Pantura.

“Sebelah sana (Utara) dulu rob, sekarang sudah tidak,” ujarnya.

Penanganan rob sebenarnya sedang berlangsung tidak jauh dari terminal. Di jalan arah masuk terminal, ada proyek peninggian parapet. Pompa pun diaktifkan di sisi jalan Pantura Terboyo.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan proses penanganan rob terus dilakukan. Pihaknya beberapa waktu lalu juga meninjau proses penanganan rob di Jalan Pantura-Kaligawe dan mencari kebocoran yang masih ada.

“Ini langkah sementara untuk menjadikan jalur mudik Pantura-Kaligawe kering. Hasilnya signifikan, genangan rob berkurang drastis. Memang, masih ada sedikit kebocoran, dari Balai Besar Wilayah Sungai akan menyempurnakan,” terang Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, genangan yang terjadi karena masih ada celah untuk air laut masuk ke darat. Celah tersebut berada di belakang Unissula hingga di belakang Terminal Terboyo.

Dendam Pelaku Tusuk Korban 30 Kali

Sukday.com – Pembunuhan salah seorang pembantu rumah tangga terjadi di daerah kupang pada Kamis (1/6/2017) kemarin. Polisi menemukan jasad korban pembunuhan itu dengan luka tusukan yang tak hanya satu tusukan saja dan diduga itu penyebab kuat atas meninggalnya pembatu rumah tangga tersebut.

“Ada 30 luka tusuk yang ditemukan, dominan di kepala,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Shinto menjelaskan bahwa sewaktu kematian perempuan 48 tahun sudah terjadi sekitar 3-4 hari yang lalu. Saat ini Shinto sedang mendalami dua motif dalam kasus tersebut. Diduga Motif pertama yakni dendam.

Pihaknya menduga motif dendam dikarenakan banyaknya tusukan yang ditemukan pada tubuh korban. Pelaku diduga mempunyai dendam yang teramat dalam dan cenderung menyakiti korbannya dengan keras dan berkali-kali. Sedangkan dugaan motif kedua yaitu aksi pencurian dengan cara kekerasan.

“Meski tak ada barang rumah yang hilang, namun ponsel korban diketahui hilang. Perhiasan korban juga hilang,” kata Shinto.

Shinto menambahkan, pada pintu pagar atau pintu rumah tak ditemukan ada kerusakan. Diduga pelaku kenal dengan korban. Ditemukan juga bercak darah dan sabit yang terlepas dari gagangnya di dapur rumah. Namun Shinto menduga sabit itu bukan senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

“Melihat lukanya, sepertinya sabit itu bukan senjata untuk melukai korban,” lanjut Shinto.

Pada saat terjadi pembunuhan, korban tinggal diduga sedang berada di rumah sendiri. Rumah tersebut memang jarang ditinggali oleh pemiliknya yang memilih tinggal di rumah yang berada di kawasan Bukit Mas. Pemilik rumah datang ke rumah tersebut sekitar 10 hari yang lalu. Korban sendiri sudah menjadi pembantu di rumah itu selama enam tahun.