Masa Relawan Jokowi Akan Menginap Di Asrama Haji Donohudan, Boyolali

Sukday.com – Masa yang merupakan relawan dari Jokowi turut diundang dalam acara pernikahan putri presiden Joko Widodo. Acara pernikahan yang tinggal seminggu lagi akan digelar tersebut, untuk para relawan Jokowi mendapatkan jadwal untuk sampai di Solo pada tanggal 6 November 2017.

Ada sebanyak tida kereta api yang akan membawa para rombongan yang berisi relawan Pak Jokowi yang nantinya akan turun di Stasiun Purwosari, Solo, Jateng, pukul 20.48 WIB, 20.40 WIB dan 21.45 WIB.

Panitia acara pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution tersebut sudah menyediakan sebanyak 10 bus untuk menjemput para relawan yang hadir tersebut di Stasiun Purwosari. Hal tersebut telah disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Surakarta, Hari Prihatno.

Seluruh rombongan relawan Jokowi tersebut nantinya akan diantarkan ke tempat penginapan yakni di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. “Sudah disiapkan 10 bus di Jalan Slamet Riyadi. Ketika mereka datang bisa langsung ke timur halte bus BST,” kata Hari saat jumpa pers di media center pernikahan Kahiyang-Bobby, Selasa (31/10/2017) malam.

Para relawan dijadwalkan menghadiri acara malam midodareni pada 7 November 2017 malam. Dari asrama haji Donohudan, mereka diantar menggunakan 50 bus.

“Setiap 10 bus nanti dikawal tim Patwal Satlantas Polresta Surakarta. Mereka turun di selatan Graha Saba Buana. Kemudian bus standby di parkiran Stadion Manahan,” ujarnya. Pihaknya juga telah memperkirakan, ada sekitar 4 ribu relawan yang akan hadir dalam acara tersebut. Sedangkan total tamu yang diundang mencapai 8 ribu orang.

Galian Lubang Milik Bina Marga Ganggu Pengguna Jalan

Sukday.com – Banyak terjadi kecelakaan akibat adanya lubang galian boks utilitas yang berada di Jalan Lodan. Lobang yang ada tersebut dipastikan tidak memenuhi standar. Adanya lobang galian tersebut tidak disertai dengan rambu-rambu peringatan dengan adanya proyek pengerjaan jalan.

Di sepanjang Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (29/10/2017), sekitar pukul 16.09 WIB, banyak terdapat galian. Galian terdapat sepanjang jalan dengan ditutupi dengan seng untuk menandai lubang tersebut.

Memang terlihat ada beberapa dari seluruh lobang galian yang sudah ditutupi dengan menggunakan kensteen (pembatas jalan) beton. Namun masih banyak juga yang tidak ditutupi dengan beton, namun ada tumpukan tanah yang memang mengelilingi setiap lobang galian tersebut.

Galian tersebut berukuran 1,5×2 meter. Kedalaman dari galian bervariasi, ada yang sekitar 2 meter hingga setengah meter. Galian yang lubangnya setengah meter terdapat air di dalamnya. Ada pula spanduk kecil berwarna kuning berukuran satu kali setengah meter yang dipasang di seng.

“Maaf perjalanan anda terganggu ada pekerjaan utilitas,” tulis spanduk tersebut di beberapa galian.

Tidak hanya menyebabkan kecelakaan terjadi, akibat adanya lobang galian tersebut juga mengakibatkan lalu lintas menjadi terganggu. Dan menjadi slah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas yang akhir-akhir ini tidak terhindarkan.

Seorang pengendara ojek online, Sutrisno mengatakan arus di Jalan Lodan kerap macet karena kendaraan bergantian untuk melintas. “Di sana itu kan tikungan jadi suka macet, orang lewat mobil motor itu gantian,” kata Sutrisno.

Pemilik Pabrik Petasan Diperiksa Pihak Kepolisian

Sukday.com – Pihak keploisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik asli gedung penyimpanan petasan yang berada di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten meledak hari lalu. Pemilik gedung tersebut bernama Indra Liyono (40) akan ditenutukan statusnya dalam waktu 1×24 jam.

“Dia kan baru datang siang. Kasih waktu penyidik 1×24 jam untuk menentukan statusnya, nanti setelah pemeriksaan 1×24 jam ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Jumat (27/10/2017).

Saat ini, penyidik masih dala proses melakukan penyidikkan terhadap pemilik pabrik tersebut. Polisi masih menanyakan seputar SOP yang ada di pabrik tersebut. “Yang jelas dia harus bertanggung jawab sebagai pemilik,” imbuhnya.

Selain pemilik pabrik, beberapa karyawan juga ikut diperiksa untuk mendapatkan keterangan yang lebih banyak terkait dengan SOP operasional yang ada di pabrik tersebut.

Hingga kini, polisi masih mendalami unsur pidana yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. “Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan maraton, termasuk saksi-saksi,” lanjutnya.

Sampai saat ini, Indra dan juga tiga karyawannya masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi lainnya terkait kejadian itu.

Lima Orang Jadi Korban Wahana Ancol

Sukday.com – Sebuah kecelakaan yang terjadi dengan terbaliknya salah satu perahu yang ada di salah satu wahana memakan korban. Salah satu wahana arung jeram yang ada di Dunia Fantasi (Dufan) Taman Impian Jaya Ancol tiba-tiba terbalik. Dari pihak pengelola wahan tersebut menjelaskan, insiden terjadi lantaran ombak tidak stabil.

“Wahana arung jeram adalah wahana yang ada perahu dan ombaknya. Jika mengacu prosedur, semua telah dijalankan sesuai SOP. Namun, goyangan air yang menyerupai ombak kecil membuat goyang yang kurang stabil hingga membuat penumpangnya terjatuh,” ucap Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari, Minggu (22/10/2017).

Sebanyak lima korban yang berada di perahu tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini kelima korban hanya mengalami luka ringan saja. Akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah luka lecet yang dialami saat ini sudah ditangani di rumah sakit terdekat. Dan sedang dalam pemulihan,” kata Rika.

Peristiwa itu terjadi hari ini sekitar pukul 15.30 WIB. Saat perahu naik dan terkena ombak, perahu tiba-tiba terbalik. Para pengunjung yang menaiki wahana tersebut memasang safety belt, namun sempat kemasukan air.

“Karena para korban mengenakan sabuk pengaman yang berada di perahu sehingga para korban membentur bagian bawah wahana dan terminum air kolam,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Banjir Di Tangerang Selatan Mulai Surut Dini Hari

Sukday.com – Sebanyak tiga kompleks perumahan yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan terendam oleh banjir. Banjir tersebut terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras yang turun sejak sore hari. Banjir yang datang tersebut airnya mencapai ketinggian 1 meter.

Namun pada tenfah malam tadi banjir surut dengan cepat. “Terakhir (Tim BPBD Kota Tangerang Selatan) balik kanan pukul 23.00 WIB BPI Bumi Pamulang Indah) sudah surut. Tinggal sisa genangan,” terang petugas Pusat Data dan Informasi BPBD Kota Tangerang Selatan Ratih Utami, Selasa (24/10/2017) dini hari.

Namun, masih ada daerah yang tergenang pleh air banjir yakni Lembah Pinus, sekitar pukul 20.53 WIB malam tadi ketinggian air masih 30 cm. Dengan keadaan begitu Ratih mengaku kondisi masih tetap dalam keadaan yang kondusif.

“Perbatasan Pamulang Asri 2 kondusif. Surut cepat pukul 19.00 WIB,” ucapnya.

Lokasi yang terndam ada sebanyak 4 blok diantaranya yakni  Blok A, B, C, dan F. Selain itu, petugas juga dibantu tim relawan untuk penyelamatan dan pengamanan warga. Ada sekitar 630an rumah yang harus merasakan dampak dari hujan deras yang turun sejak sore itu. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Banjir tersebut sudah menjadi agenda tahunan pada daerah ini. Soalnya, topografi area yang berupa cekungan, didukung oleh banjir kiriman dari daerah lain seperti Depok.

Tanggul Yang Jebol Akibatkan Banjir Ke Empat Kali Semakin Membesar

Sukday.com – Setiap kali Jakarta dilanda hujan yang lebat, ancaman dengan hadirnya banjir selalu menyelimuti hati setiap warga yang bertempat tinggal di Jl Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan. Banjir hampir sering kali terjadi setiap turunnya hujan yang deras.

Banjir tersebut berasal dari luapan air Pulo. Dalam kurun waktu dua bulan ini saja, sudah terjadi banjir sebanyak empat kali. Puncak banjir terjadi pada  Kamis (19/10) malam akibat jebolnya tanggul Kali Pulo.

“Setiap hujan deras, di sini pasti banjir,” ujar Ketua RT 03 Fatimah di Masjid Al-Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/17).

Tiga kali banjir yang terjadi sebelumnya, penyebab utamanya yakni karena adanya air yang berasal dari luapan air kali Pulo. Sedangkan banjir yang terjadi kemarin (19/10) malam akibat tanggul jebol yang tingginya mencapai sekitar 1 meter.

“Sampai hari ini sudah 4 kali. Banjir dimulai dari Senin tanggal 5 (Oktober), terus tanggal 12, tanggal 18, dan selang sehari tanggal 19 karena tanggul jebol,” jelas Fatimah.

Jobolnya tanggul kali diakibatkan karena keadaan lebar kali yang semakin menyempit dari atas ke bawah. Dan pada saat hujan deras turun, air kali otomatis meluap dan menyebabkan tanggul jebol lantaran tak kuat menahan beban air yang terlalu banyak.

“Dari atas melebar di bawah ada penyempitan karena rumah paten,” terang Fatimah.

Sejak tahun lalu, warga di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Air ini dijanjikan soal turap permanen di kali. Namun hingga hari ini belum terealisasi.

“Kita dijanjikan turap permanen, tapi tidak terealisasi. Sejak tahun lalu. Katanya karena yang bersangkutan diberi wewenang belum ada,” kata Fatimah.

“Kita menunggu terealisasinya tanggul permanen dengan adanya gubernur yang baru banjir bisa ditanggulangi,” tutur dia.

Kasus Prostitusi Terkuat Lima Tersangka Diamankan Lengkap Dengan Barang Bukti

Sukday.com – Personel Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengkuak kasus terkait adanya prostitusi yang di duga sudah sering berjalan. Kasus tersebut terungkap pertama kalinya lantaran adanya informasi yang meilbatkan seorang wanita masih muda di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh.

Dari penyelidikan tersebut petugas berhasil mengamankan lima orang tersangka lengkap dengan barang bukti berupa kondom dan juga sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan hasil transaksi rumah bordir tersebut. Kelima tersangka tersebut antara lain CB (26) dan CL (33) sebagai mucikari warga Muara Dua. Wanita penghibur adalah AM (21) warga Banda Sakti sementara pria hidung belangnya adalah DA (30), warga Lapang dan KH (30) warga Muara Dua.

Kasu tersbut berhasil terungkap berawal dari adanya lapiran yang dilakukan oleh warga terkait dengan adanya sebuah rumah yang berada di kawasan Kecamatan Muara Dua sudah sering sekali dijadikan tempat perdagangan orang. Dari informasi tersebut tim langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan langsung dengan mendatangi tempat tersebut.

Personel yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu langsung melakukan penyelidikan dengan berpura-pura menyaru sebagai pelanggan.

“Kita melakukan penyelidikan. Kasat Reskrim turun langsung menyaru dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Menelpon mucikarinya dan melakukan negosiasi harga hingga kemudian mengatur strategi penangkapan,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Selasa (17/10/2017).

Tim yang menyamar sepakat dengan mucikari untuk memesan dua orang wanita seharga Rp 1,1 juta untuk sekali kencan. Kemudian, Polisi yang menyamar menemui tersangka (mucikari) di sebuah rumah di Kecamatan Muara Dua, Selasa (17/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Di dalam rumah tersebut sudah ada dua orang wanita muda yang telah disediakan, termasuk ada dua kamar yang khusus dijadikan tempat persetubuhan.

“Tim di dalam sudah siap. Selanjutnya personel lainnya langsung melakukan penggerebekan. Berhasil menangkap dua mucikari, dua pria hidung belang dan satu wanita penghibur sementara satunya lagi berhasil kabur,” sebut Hendri.

Barang bukti yang kita amankan satu HP, dua buah kondom, uang tunai Rp 800 ribu dan sebilah samurai. Mereka akan dikenakan UU No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Paket Ganja Kering Berhasil Digagalkan Di Aceh

Sukday.com – Rencana pengiriman ganja sebanyak 19 Kilogram yang bertujuan ke Jakarta berhasil untuk digagalkan oleh Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh. Tertera alaman tujuan yang akan dikirimi 19 Kg ganja tersebut yakni di kompleks DPR RI II Jalan Kebon Jeruk, Nomor 23 Jakarta Barat.

“Barang bukti 20 bal narkotika jenis ganja yang dimasukan ke dalam kotak sterofoam dibungkus goni warna putih dengan baik. Berat ganja tersebut 19 Kg,” kata Direktur Narkoba Polda Aceh Kombes Agus Sartijo, Minggu (15/10/2017).

Pihak kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman ganja tersebut pada Sabtu (14/10) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika itu, tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Aceh telah mendapat laporan terkait dengan adanya pengiriman barang yang berupa ganja dari kantor Pusat JNE di Banda Aceh.

Setelah menerima laporan, polisi langsung meluncur ke kantor JNE. Dengan segera tim langsung memeriksa apa isi yang ada di dalam paket dan memang benar adanya yang didalam paket tersebut merupakanganja yang berjumlah 20 bal ganja kering. Dengan adanya penemuan tersebut, barang bukti langsung diamankan sebagai barang bukti ke kantor Ditresnarkoba Polda Aceh.

Terdapat nama pengirim yakni Maufur, dan juga penerima kiriman yang bernama Rhahman dan juga tertulis alamatnya di Kompleks DPR RI II Jalan Kebon Jeruk Nomor 23 Jakarta Barat. Hingga kini masih belum jelas alamat tersebut benar adanya atau palsu. Saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap pengirim paket ganja tersebut.

“(Pelaku) masih kita selidiki,” jelas Agus.

Satu Orang Tewas Akibat Bentrokan Suporter Persita Dengan PSMS

Sukday.com – Bentrokan yang terjadi setelah pertandingan antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan di Cibinong, Bogor mewasklan satu orang korban. Korban tewas merupakan salah satu suporter dari Persita tangerang.

Korban tewas bernama Banu Rusman (17). Diketahui, Banu bisa dikatakan sangat sering menonton secara langsung pertandingan Persita semasa hidupnya. Korban bertempat tinggal di RT02/04 Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan.

“Dia emang sering nonton Persita. Sejak dia udah SMK lah,” kata teman sebaya korban, Rahman, Kamis (12/10/2017). Korban merupakan samah satu siswa yang bersekolah di SMK PGRI 11, Serpong dan duduk di kelas X.

Sejumlah teman dan guru korban saat di bangku SMP juga melayat ke kediaman korban.

“Anaknya senang bergaul, makanya temannya banyak. Waktu masih SMP dia senang futsal, suka main musik juga,” kata Leni Alfiani, guru korban saat sekolah di SMP PGRI 35 Serpong. Leni mendengar kabar meninggalnya Banu pada Kamis Sore. Dia terakhir bertemu mantan muridnya itu pada Agustus lalu.

“Terakhir ketemu Agustus, waktu 17-an. Waktu itu saya tampil di sini, kebetulan dia panitianya,” lanjut Leni.

Banu tewas akibat bentrokan usai pertandingan pada Rabu (11/10) lalu. Bentrokan terjadi setelah sejumlah suporter Persita turun ke lapangan usai pertandingan. Selain Banu, 18 suporter lainnya juga dibawa ke rumah sakit akibat kerusuhan itu. Kelompok suporter Persita, Laskar Benteng Viola, ingin kejadian itu diusut tuntas.

“Tentu langkah-langkah hukum yang kita ingin kedepankan. Kami ingin ini diusut juga, sampai bertemu pelaku yang sebenarnya,” kata Ketua Umum Laskar Benteng Viola Anto Setyarosa yang juga melayat ke rumah duka.

12 Kambing Kembali Mati Secara Misterius Di Gunungkidul

Sukday.com – Matinya kambing yang diduga diserang oleh hewan liar kembali terjadi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Kali ini ada sebanyak 12 kambing yang mati dengan luka yang sama yakni pada bagian leher seperti kejadian sebelumnya yang pernah terjadi.

Keduabelas kambing tersebut mati dengan cara yang tidak masuk akal. Sedangkan dua kambing lainnya hanya mengalami luka-luka. “Kami yakin, 12 kambing yang menjadi korban diserang hewan liar,” kata Kepala Dukuh Duwet, Desa Purwodadi, Taufik, Selasa (10/10/2017).

Taufik menerangkan, 12 kambing yang mati ini milik empat warga Desa Purwodadi. Mereka yakni Kasiran dengan empat kambing mati dan satu terluka. Talip dengan satu kambing mati dan satu terluka. Ny Suti dengan tiga kambing mati, dan Parsoyo dengan empat kambing mati.

“Kondisi kambing-kambing yang mati sama seperti sebelumnya, yakni luka gigitan (hanya dihisap darahnya),” ungkapnya.

Kapala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus berupaya menekan serangan hewan liar terhadap kambing-kambing warga. Caranya dengan mengimbau agar warga mau membawa pulang kambingnya ke rumah. Bukan di kandang yang berjauhan dengan tempat tinggal.

Memang kebanyakan warga Desa Purwodadi selama ini membuat kandang ternaknya di ladang dan hutan. Tujuannya agar ternak mereka dekat dengan sumber pakan. Namun belakangan ini banyak ternak warga mati secara misterius di kandangnya.

“Ya kami (sudah) mengimbau,” jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Suseno Budi menambahkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan UPT Puskeswan Kecamatan Tepus. Untuk mencari tahu detail kematian ternak milik warga tersebut.