Komplotan Perampok Cianjur Berhasil Ditangkap

Sukday.com – Belum lama ini suasana dunia maya Cianjur sempat di ramaikan dengan beredarnya video CCTV terkait aksi perampokan yang terjadi pada salah satu minimarket yang berada di wilayah kawasan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat pada Selasa (30/5/2017) lalu. Insiden perampokan itu salah seorang penjaga minimarket mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan. Dan alhasil rekaman CCTV tersebut berhasil mengidentifikasi pelaku perampokan di minimarker, sehari setelah perampokan salah satu pelaku berhasil diringkus oleh polis.

“Kita amankan RTR alias Obot, dari situ dia membocorkan identitas teman-temannya yang lain. Satu-persatu kita tangkap sampai hari ini jumlah pelaku keseluruhan sebanyak 6 orang sudah kita tangkap dan kita periksa lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi, Kamis (1/6/2017) petang.

Semua pelaku yang berinisial RTR alias Obot, BD, SMA, PR alias Udit, ES alias Een dan RE. Dua pelaku dengan inisial BD dan SMA sempat melakukan pembelaan dengan berniat melarikan diri ke arah Bogor dengan menyea kendaraan.

“Jumlah pelaku 6 orang, yang dua nyaris lolos dari kejaran petugas karena berusaha melarikan diri ke arah Bogor, namun akhirnya anggota Timsus berhasil meringkus keduanya saat dalam perjalanan,” imbuh Benny.

Polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa barang dgunakan ketika melakukan aksi mereka. Menurut info yang di dapat, para pelaku sudah berhasil menyebar teror di lima lokasi sekaligus dan berada di Cianjur semua.

“Mereka bertanggung jawab atas maraknya kejahatan pencurian dengan kekerasan di Cianjur khususnya di minimarket serta beberapa kasus Begal, mereka juga sudah memberikan pengakuan,” tutup Benny.

Warga Kediri Temukan Pipa Di Duga Bom

Sukday.com – Warga lingkungan Baudendo, Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, yang sedang melakukan kerja bakti digegerkan dengan penemuan sebuah benda menyerupai bom pipa. Karena takut, mereka melaporkan penemuan itu ke polisi.

Pada saat ditemukan warga, benda yang disebut mirip bom pipa itu terbuat dari paralon dan sejumlah kabel yang menancap di seputar pipa.

“Tadi warga sedang kerja bakti, lalu nemukan pipa berwarna abu-abu berisi kabel, pipa paralon 3 Dim, berukuran 20 cm, berat sekitar 2 kg. Karen takut itu bom, warga membawa ke masjid mas,” kata Zaenuri, salah satu warga yang ikut kerja bakti

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi dan barang yang diduga bom yang sduah dipindahkan sementara kesebuah masjid. Usai dilokalisir, benda menyerupai bom pipa tersebut langsung diamankan anggota Tim Jihandak Brimob ke Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jatim.

Benda mencurigakan langsung diurai dengan cara diledakkan, proses penguraian sempat dilakukan hingga 2 kali, agar mendapatkan hasil yang akurat. Dari hasil penguraian benda yang diduga bom tersebut, tidak ditemukan benda berbahaya yang mengandung bahan peledak, hanya berisi kabel bekas dan pipa bekas seperti instalasi kelistrikan.

“Tadi dapat dilihat sendiri bahwa tidak ada kandungan bahan peledak dalam barang pipa itu, ini murni hanya barang bekas dan kami serta masyarakat telah melakukan segala hal sesuai dengan aturan,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi yang ditemui di Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, Kamis (25/5/2017).

Setelah dilakukan penguraian bahan mencurigakan, Kapolres berharap agar masyarakat tetap tenang dan waspada jika menemukan hal semacam ini, jangan ketakutan secara berlebih, apalagi pascakejadian bom Di Kampung Melayu Jakarta.

“Saya harap Warga Kediri tetap tenang, dan jangan terpancing isu yang tidak benar dan segera melapor polisi jika mengetahui atau mencuriga hal hal yang mencurigakan disekitarnya,” Imbuh Anthon.

Napi Nusakambangan Kerahkan Anak Buah Untuk Edarkan sabu

Sukday.com – Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang berhasil menangkap tiga pengedar sabu. Ketiga tersangka mengaku menjadi pengedar dan dikendalikan oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan dan Kedungpane.

Tersangka yang bernama Yanuar Arianto Wibowo (26) warga Jalan Kembang Jeruk, Tlogosari Kulon, Pedurungan ditangkap hari Senin (15/5) pekan lalu di depan konter handphone, Jalan Satria Wibowo III, Tlogosari. Yanuar mengaku dikendalikan napi kasus narkoba yang mendekam di LP Nusambangan.

Kemudian dua tersangka lainnya yaitu Yulius Yanuardhita (31) dan Bastian Sitorus (28), warga Jalan Pucang Gede Raya, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak ditangkap di tempat berbeda hari Rabu (17/5) lalu. Yulius ditangkap di rumahnya sedangkan Bastian di Pedurungan Kota Semarang. Mereka mengaku dikendalikan oleh napi bernama Eko Maryanto di LP Kedungpane, Semarang.

Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi, mengatakan dalam penangkapan tiga tersangka itu, polisi menyita barang bukti 269 gram dan uang Rp 1.850.000 hasil penjualan sabu.

“Diamankan dari Yanuar sebanyak 118 gram, dari Bastian dan Julius 151 gram, jadi totalnya ada 269 gram sabu disita,” kata Sidiq di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/5/2017).

Ketika Tersangka mengaku pada polisi mereka diarahkan oleh napi di LP untuk mengedarkan sabu yang mereka dapat. Ketiganya berkomunikasi menggunakan telepon seluler.

“Penjualannya sesuai arahan para narapidana melalui handphone,” tandasnya.

Tersangka Yanuar mengemas sabu yang didapatnya ke paket-paket kecil dan meletakkan di tempat sesuai arahan napi bernama Aris. Sedangkan Bastian dan Yulius mengambil sabu ke Sidoarjo dan mengemasnya dalam paket kecil, kemudian para pembeli akan mendatangi mereka.

Kini mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

Kesaksian Miko Tentang Transferan Dana

Sukday.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, Miko Panji Tirtayasa dengan latar belakang masalah dengan penyidik KPK Novel Baswedan, masuk dalam bagian kelompok yang berpotensi melakukan penyiraman air keras.

Dugaan ini di peroleh berdasarkan penyelidikan sementara, termasuk dugaan motif sakit hati sebagaimana pengakuan Miko dalam video yang dibuat dan diviralkannya.

“Jadi, kami melihat bahwa dari sudut pandang kasus penyiraman, bahwa ini kelompok yang potensial untuk menyerang. Di samping itu, kami tentunya mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di media sosial, dan itu juga kami sudah berkoordinasi dengan Ketua KPK,” ujar Tito Karnavian di PTIK, Jakarta, Kamis (18/5/2017) malam.

Tito menjelaskan, dengan ditangkapnya Miko adalah hasil penyelidikan secara deduktif yang merujuk pada motif pelaku menyerang korban,di antaranya dengan melakukan pencarian data atau informasi kasus-kasus yang pernah ditangani Novel.

Dan pada beberapa waktu lalu beredar video berisi seorang pria mengaku bernama Miko Panji Tirtayasa, keponakan Muhtar Efendi.

Di video tersebut, Miko mengaku terpaksa memberikan keterangan bohong di proses penyidikan KPK dan persidangan kasua suap Akil Mochtar, karena ancaman Novel Baswedan dkk, dan dibayar dengan transfer dana dari pihak KPK dan pihak lain.

Ia juga mengaku kesaksiannya soal penyerahan uang telah membuat Akil Mochtar dan pamannya, Muhtar Efendi, divonis bersalah dan dihukum pidana penjara.

Kini, Miko menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Mapolda Metro Jaya. Ia dilempari pertanyaan tentang pengakuannya di video yang dibuatnya pada 1 April 2016 itu, termasuk kroscek terkait transfer dana.

Pada salah satu jawabannya, Miko mengaku membuat dan memviralkan video berisi pengakuan tersebut untuk mengklarifikasi kesaksiannya di pengadilan, yang diharapkan bisa mendinginkan hubungan keluarga besarnya yang terlanjur tercerai-bercerai pasca-memberikan kesaksian.

“Dia ingin menetralisir situasi di keluarganya yang terjadi perpecahan setelah dia memberikan kesaksian, terutama dengan pamannya yang bernama Muhtar Efendi yang sudah divonis hakim, yang saat itu kasusnya ditangani oleh timnya Novel Baswedan,” jelas Tito.

Pasar Murah Mapolres Cirebon Ludes Diserbu Warga

Sukday.com – Polres Cirebon menjelang memasuki bulan puasa telah menggelar pasar murah. Dengan seketika sembako habis di diberondong oleh warga.

Kegiatan itu bertempat di halaman upacara Mapolres Cirebon, Jumat (19/5/2017). Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra mangatakan acara pasar murah tersebut digelar sebagai langkah Satgas Pangan melakukan intervensi pasar dalam menjaga kestabilan harga barang pokok saat memasuki bulan puasa tahun ini.

Risto memaparkan, tujuan digelarnya kegiatan ini guna mempersempit ruang gerak para pedagang nakal yang kerap memanfaatkan momen dalam mencari keuntungan besar. “Biar spekulan berpikir dua kali karena kami Polri, TNI, pemerintah, dan Bulog akan terus melakukan intervensi harga. Silahkan spekulan kalau mau tetap coba-coba. Paling nanti tekor,” ujar Risto kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Nantinya, kata Risto, kegiatan ini akan terus berlanjut dengan jadwal yang sudah ada. Bukan hanya di Mapolres Cirebon, aktivitas serupa bakal berlangsung di polsek-polsek dan pasar tradisional dengan sasaran masyarakat umum.

“Pasar Murah ini tidak dikhususkan untuk keluarga polisi, tapi masyarakat umum,” kata Risto.

Pasar murah yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB itu ramai dikunjungi oleh keluarga besar Polres Cirebon dan masyarakat sekitar Mapolres Cirebon. Terdapat lima jenis barang pokok yang dijual, mulai dari gula pasir (Rp 25 ribu/2kg), minyak goreng (Rp 26 ribu/2lt), bawang putih (Rp 21 ribu/0,5kg), beras (Rp 48.750/5kg), dan daging sapi (Rp 90 ribu/kg).

Tidak butuh waktu lama atau sekitar satu jam setelah pasar dibuka sekitar pukul 9.00 WIB seluruh dagangan sudah habis terjual. “Lihat saja sekarang, sudah habis ludes semua,” ucap Risto.

2 Pencuri Motor Dibekuk Polisi, Satunya Mantan Napi Kaburan

Sukday.com – Pelaku pencurian motor di Pekanbaru telah berhasil ditangkap oleh tim Polresta Pekanbaru. Salah satu pelaku ternyata napi yang kabur dari Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Perwira Urusan (Paur) Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino menjelaskan, penangkapan ini diawali dari laporan warga Jl Tuah Karya ke Polsek Tampan Pekanbaru. Pelapor mengaku kehilangan motor.

Tim polisi langsung melakukan penyelidikan hingga menduga seseorang sebagai pelaku pencurian.

“Saat diamankan, dia mengaku bernama Dani Rahmat. Ketika tas sandangnya dilakukan pemeriksaan, ternyata ada kunci T,” kata Dodi.

Dari interogasi, pelaku mengakui mencuri motor. Kepada polisi, pelaku mengaku punya nama asli Ari Pasaribu yang juga napi di Rutan Pekanbaru.

“Ari turut kabur dari Rutan, dan ternyata setelah keluar dia melakukan aksi curanmor,” kata Dodi.

Dari keterangan Ari, diketahui pencurian dilakukan bersama temannya bernama Apriadi (20). Polisi langsung menangkap Apriadi.

“Napi Ari dalam keterangannya ke kita, sebelum masuk penjara sudah melakukan 6 kali aksi curanmor. Setelah menunjukan lokasi penjualannya, akhirnya 5 sepeda motor yang sudah dijual ke Kabupaten Kampar berhasil disita,” kata Dodi.

Saat ini Ari masih menjalani meriksaan lebih lanjut. Nantinya setelah berkas pemeriksaan sudah cukup, Ari akan diserahkan ke pihak rutan.

Ari Pasaribu merupakan napi dalam kasus penjambretans. Dia divonis hakim dengan 4 tahun penjara dan baru menjalani masa hukuman selama 7 bulan.

“Jika Ari nanti telah bebas dari masa hukumannya, dia akan kembali kita ajukan ke jaksa dalam kasus curanmor,” ujar Dodi.

Pelaku Curang, Buat Gula Merah Pakai Bahan Baku Limbah Kecap

Sukday.com – Menjelang bulan puasa, Satuan Tugas Pemantau Pangan Polres Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mengungkap pabrik gula merah palsu. Gula merah palsu ini dibuat dari limbah kecap.

Menurut Kapolres Banyumas, AKBP Azis Andriansyah, tim tersebut dibentuk dan diterjunkan di lapangan untuk mengawasi mulai dari produksi, tempat, distribusi, harga, kondisi hingga sampai di tangan masyarakat.

“Dari hasil pengawasan tersebut kami mendapatkan sebuah bahan makanan yang tidak layak konsumsi yaitu gula merah yang dibuat dari separator limbah kecap, hal ini sangat berbahaya karena pada bulan puasa dan hari raya, bahan pokok seperti ini akan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Azis, Senin (15/5/2017).

Menurut dia, Dari hasil penyelidikan Satgas Pemantauan Pangan kegiatan pembuatan gula merah dengan menggunakan bahan berupa limbah kecap dilakukan oleh pelaku berinisial T (42) dirumahnya di Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Petugas juga mengamankan separator atau limbah kecap yang masih ada dalam karung, limbah kecap dalam bentuk cair di dalam ember.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan hasil olahan gula merah yang sudah jadi dengan kapasitas produksi gula merah palsu yang bisa mencapai 500 kilogram.

Harga jual olahan gula merah palsu ini Rp 7.600 per kilogram dengan daerah penjualan di Lampung.

Azis menjelaskan, pelaku memperoleh bahan baku pembuatan gula merah palsu yang berupa limbah kecap dari daerah Subang dengan harga Rp 1.600-Rp 2.000 per kilogram.

“Kami belum menetapkan status tersangka terhadap T, karena kami masih memintai keterangan saksi-saksi dan melakukan uji sampel gula merah tersebut di Laboratorium Forensik Cabang Semarang sebelum menetapkan tersangka,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, gula merah yang dibuat dari limbah kecap tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi. Sebab, diduga dalam separator atau limbah kecap terdapat bahan kimia formalin dan zat berbahaya lainnya yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Untuk itu, Azis mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap selektif dalam memilih bahan pangan. Masyarakat diharapkan mengetahui perbedaan gula merah asli dan palsu mulai dari bentuk, warna, bau, rasa hingga harganya yang sangat jauh berbeda.

“Kami selalu berupaya untuk mengawasi ketersediaan bahan pangan menjelang bulan puasa dan hari raya,” ucapnya.

Atas perbuatannya yang sangat merugikan, T terancam dijerat dengan Pasal 135, Pasal 136 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan kurungan 2 tahun penjara.

Lima Siswa Tergulung Ombak Pantai Rancabuaya

Sukday.com – Lima orang siswa dikabarkan hilang terseret ombak pantai di sekitar pantai selatan Garut atau tepatnya Pantai Rancabuaya. Mereka berlima siswa tercatat sebagai siswa SMP Integral Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria mengatakan insiden tersebut terjadi Selasa (16/5/2017), pukul 16.00 WIB. Peristiwa bermula saat 13 siswa, termasuk korban hilang, berenang di bibir Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Mereka berlibur di Pantai Rancabuaya. Laporan yang kami terima dari pihak sekolah, total ada 22 siswa ditambah satu guru dan dua sopir,” kata Dadi via pesan singkat.
Selagi asyik renang, tiba-tiba ombak menerjang 13 orang tersebut. Tercatat lima siswa hilang dan delapan siswa selamat.

“Lima orang masih dalam upaya pencarian. Delapan orang lainnya berhasil menyelamatkan diri. Dari delapan orang itu dua orang kritis dan dibawa ke Puskesmas Caringin,” kata Dadi.

Dadi menjelaskan, upaya pencarian korban oleh tim penyelamat akan dilanjutkan hari berikutnya.

Berikut nama-nama korban berdasarkan data yang dihimpun BPBD Garut :

1. Abiyu (16). Selamat (kondisi kritis)
2. Sultan (16). Selamat (kondisi kritis)
3. Wisnu Dwi (16). Masih dalam pencarian
4. Rijal Amrullah (16). Masih dalam pencarian
5. Kholid Abdul Hasan (16). Masih dalam pencarian
6. Syaefullah Abdul Aziz (16). Masih dalam pencarian
7. Faisal Ramadhan (16). Masih dalam pencarian

Kuota Calon SBMPTN Membludak

Sukday.com – Sebanyak 51.961 peserta melaksanakan ujian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di wilayah Panlok 34 Bandung. Nantinya, mereka akan berebut kursi di enam PTN yang hanya total kursinya sebanyak 9.708.

Pelaksanaan ujian SBMPTN digelar hari ini, Selasa (16/5/2017) dari pukul 07.00 hingga pukul 14.30 WIB. Pelaksanaan SBMPTN untuk wilayah Panlok Bandung akan digelar di dua kota yakni Bandung dan Tasikmalaya.

Masing-masing PTN di Panlok Bandung seperti ITB, Unpad, UPI, UIN Sunan Gunung Djati, ISBI, dan Unsil Tasikmalaya digunakan untuk pelaksanaan ujian SBMPTN.

“Totalnya ada 249 lokasi ujian dengan total ruangan yang digunakan sebanyak 2.477. Selain universitas, ujian juga dilakukan di gedung sekolah baik SMP maupun SMA,” ucap Sekretaris Eksekutif I Panlok Bandung Asep Gana Suganda saat jumpa pers sebelum pelaksanaan ujian di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jabar.

Asep mengatakan, akan dilakukan melalui dua mekanisme yakni ujian Paper Based Test (PBT) dan ujian secara Computer Based Test (CBT). Untuk ujian secara PBT akan diikuti oleh 49.506 peserta sementara ujian CBT diikuti 2.455 peserta.

“Para peserta diharapkan untuk hadir lebih awal. Maksimal keterlambatan 30 menit, lewat dari itu apa boleh buat gagal mengikuti ujiannya,” tuturnya.

Usai mengikuti ujian SBMPTN hari ini, para peserta nantinya akan menunggu hasilnya. Hasil ujian akan diumumkan pada 13 Juni 2017 mendatang melalui laman www.sbmptn.ac.id

“Untuk mengaksesnya menggunakan nomor peserta yang tercantum dalam kartu tanda peserta,” katanya.

Gadis Kecelakaan Ikuti Ujian Susulan

Sukday.com – Yasista Nurfita Dewi (12) siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bantul alami kecelakaan, saat berangkat ke sekolah untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD. Dia mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di puskesmas.

Kepala MIN 1 Bantul, Ahmad Musyadad mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada salah satu siswanya Yasista Nurfita Dewi, siswi asal Pleret itu terjadi ketika korban diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor ke sekolah. Namun saat dijalan mereka justru mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumahnya.

“Kecelakaan itu terjadi saat Yasista dibonceng bapaknya, keluar dari gang dekat rumah,” kata Musyadad.

Menurutnya, Yasista mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan di puskesmas. Setelah itu, dia dibawa pulang ke rumah sehingga tidak mengikuti ujian di hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun dia belum bisa memastikan, apakah Yasista bisa mengikuti ujian di hari kedua.

“Kalau ujian susulan nanti baru dilakukan pada hari Senin (22/5/2017),” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga (Disdikpora) Bantul, Totok Sudarto mengatakan hanya ada satu siswa dari 12.390 peserta UASBN yang tidak mengikuti ujian. Untuk Yasista bisa mengikuti ujian susulan setelah UASBN selesai.