Jalur Soker Siap Hadapi Mudik 2017

Sukday.com – Kabar tentang kerampungan garapan ruas tol Solo-Kertosono akan segera di dengar oleh masyarakat luas. Jalan sepanjang jalur Solo sampai Kertosono yang disiapkan untuk menghadapi arus mudik tahun ini diperkirakan sudah bisa digunakan sebelum lebaran.

PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) menerangkan bawha besok di H-10 Lebaran jalur tersebut sudah bisa dilalui pemudik. Meski belum selesai 100% namun ruas Solo – Mantingan – Ngawi sudah siap untuk dilalui sebagai jalur mudik lebaran tahun ini.

Dishub Pemkab Boyolali, Dishub Kota Surakarta, Dishub Kabupaten Karanganyar, Polres Boyolali, Polresta Surakarta, Polres Karanganyar dan Polres Sukoharjo melaksanakan survey terkait jalur Tol soker (Solo-Kertosono).

Survey bersama dilakukan menyusul rencana pembukaan satu lajur tol Soker sebagai jalur alternatif arus mudik dan balik Lebaran 2017. Diakui, saat ini masih ada pekerjaan pembangunan.

“H-10 Lebaran sudah selesai dan siap dilintasi pemudik. Jalan tol Soker yang akan difungsikan untuk arus mudik dari Boyolali hingga Ngawi nanti sepanjang 65 km,” ujar Aryo Gunanto.

Survey bersama tersebut, membahas pintu masuk jalan tol dari jalan Solo – Semarang di Ngasem di Colomadu, Karanganyar yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali.

“Pintu masuk di Ngasem ini dari mana. Dari arah Boyolali bisa langsung masuk tol. Dari jalur Jogja secara teknis juga bisa tetapi harus menyeberang jalan (Solo – Semarang), ini bisa menimbulkan kemacetan dan harus membongkar median jalan,” kata Aryo.

Dari pembahasan bersama diputuskan arus mudik dari arah Boyolali atau Semarang masuk lewat pintu Ngasem. Sedangkan dari arah Yogyakarta masuk lewat pintu Klodran di Colomadu. Dengan demikian median jalan Solo – Semarang di depan pintu Ngasem tidak perlu dibongkar.

Perketat Pengamanan Jelang Misa

Sukday.com – Satu peleton Sabhara dan K9 Polres Probolinggo Kota, melakukan sterilisasi di 12 gereja pasca teror bom Kampung Melayu Jakarta. Petugas juga melakukan pemeriksaan dengan dibantu oleh anjing pelacak dan alat metal detektor.

Pemeriksaan yang dilakukan pada setiap gereja ditakuti ada benda-benda bahaya seperti bahan peledak atau sajam. Para jemaat yang masuk ke gereja juga ikut dipemeriksa. Petugas juga memeriksa Gereja merah Kota Probolinggo.

Menurut Kompol Jumadi Waka Polres Probolinggo Kota, Kamis (25/5/2017) kegiatan sterilisasi ini dilakukan dengan tujuan supaya umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Misa Kudus merasa aman, pasca terjadinya aksi teror bom yang terjadi di Jakarta.

“Sterilisasi lakukan untuk antisipasi keamanan pasca terjadinya teror bom Jakarta. Kita turunkan satu regu dan anjing pelacak k9 untuk steril dan periksa di gereja-gereja. Tak hanya gereja kami lakukan penjagaan ketat obyek vital juga,” kata Kompol Jumadi.

Sterilisasi ini adalah standar operasi polisi di setiap acara keagamaan.

Terungkapnya Identitas Mayat Pria Yang Hangus Terbakar

Sukday.com – Akhirnya terungkap juga siapa mayat yang belum lama ini ditemukan dengan kondisi tewas dengan banyak luka bakar. Polisi menduga pria tersebut bunuh diri.

Identitas pria tersebut berhasil dikuak dan diketahui bernama Haryo Murti Tamtama (32), dan tercatat sebagai warga Wonorejo IV. Informasi terkait penemuan soal identitas itu diperoleh dari mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis), sebuah alat pencocok sidik jari yang terhubung ke server e-KTP.

“Awalnya ada kakaknya bernama Agung yang melihat mayat itu, tetapi tidak yakin karena ada perbedaan dalam ciri fisik,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Kondisi jari Haryo pada saat ditemukan dalam keadaan diselimuti jelaga hitam bekas kebakaran. Sidik jari Haryo coba diperiksa dengan Mambis meski kepastian kemungkinannya hanyalah 50 %. Dari situ keluar sebuah nama yang merupakan warga Surabaya. Namun saat didatangi, ternyata yang bersangkutan masih segar bugar.

Tim identifikasi kemudian membuat cara agar sidik jari mayat bisa diidentifikasi menggunakan Mambis. Jari tangan Haryo pun direndam selama beberapa hari. Cara itu efektif, jelaga yang menutupi sidik jari Haryo terkelupas. Dan saat diperiksa dengan Mambis, identitas Haryo keluar.

Begitu identitas sudah terkuak, polisi langsung gerak cepat guna mencari dugaan apa motif di balik kematian Haryo. Sebelumnya sudah ada analisa mengenai penyebab Haryo tewas. Haryo tewas karena asap yang masuk melalui hidung dan menyebabkan sesak hingga menewaskan Haryo.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Haryo dulu dikenal sebagai pria yang tinggi besar, sehat, dan kekar. Haryo kemudian mengidap TBC yang membuat tubuhnya mulai melemah dan kurus. Haryo dianggap depresi.

Dari depresi itulah Haryo diduga melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri. Polisi saat melakukan idnetifikasi juga tidak melihat adanya unsur pembunuhan.

“Dugaannya adalah depresi kemudian bunuh diri. Dari lokasi tidak ditemukan adanya unsur pembunuhan,” tandas Shinto.

Omzet Produksi Kerudung Di Cicalengka Naik Berkali lipat

Sukday.com – Omzet kerudung pada bulan Ramadhan meningkat drastis. Untung yang diraup pedagang bisa menembus puluhan juta rupiah. Salah satunya sentra kerudung, kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Setiap Ramadan omzet bisa mencapai 50 juta hingga 75 juta rupiah,” kata Asep Saefudin, salah satu pemilik usaha rumahan di tempat produksinya, Kampung Cisereuh, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/6/2017).

Meski penjualan setiap tahunnya fluktuatif, Asep tidak menampik setiap Ramadan omzet kerudung produksinya naik pesat. “Kalau melihat perkembangan setiap tahunnya penjualan menurun, tapi di momen Ramadan seperti saat ini omzet penjualan pasti naik,” ujar Asep.

Asep juga menjelaskan, pada bulan puasa ini para pebisnis di sentra kerudung Cicalengka kebanjiran order. “Permintaan pasar naik 30-40 persen, jika di rata-rata di bulan Ramadan ini, saya kirim lima ribu kodi kerudung ke Pasar Tanah Abang Jakarta dan Tegal Gubuk Cirebon,” tuturnya.

Kawasan Cicalengka merupakan sentra penghasil kerudung terbesar di Indonesia. Di lokasi ini hadir industri rumahan, mulai pengusaha kecil, menengah, hingga besar.

“Omzet 75 juta per Ramadan itu sudah besar, malah kalau pengusaha kerudung yang sudah besar omzetnya bisa ratusan juta,” ucap Asep.

Harga kerudung yang Asep jual ini bervariatif yang disesuaikan dengan model yaitu mulai Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu.

 

Rob Terparah Genangi Terminal Terboyo

Sukday.com – Banjir rob kembali genangi kota Semarang. Kali ini Terminal Terboyo yang menjadi sasaran banjir rob tersebut. Banjir rob yang terjadi mengakibatkan bus tidak bisa memasuki wilayah Terminal Terboyo.

Dilihat dari halaman terminal, air rob yang masuk sudah meninggi melebihi atas mata kaki. Sedangkan di dalam terminal air justru lebih terlihat lebih dangkal ketimbang di halaman terminal. Namun di parkiran air sudah mencapai lutut orang dewasa sehingga bus memilih untuk tidak masuk Terminal Terboyo.

Warung-warung yang berada di dalam terminal memilih tutup dan hanya beberapa warung yang nekat buka. Salah satu pemilik warung, Salome Sartini (62) mengatakan kondisi rob di terminal sudah terjadi 4 hari dan 2 hari terakhir merupakan yang terparah.

“Kemarin masih ada bus masuk, sekarang sudah enggak ada, di luar semua,” kata Sartini, Jumat (2/6/2017).

Menurut Sartini, rob sudah lama tidak masuk ke terminal, dan jika ada rob di terminal, proses surutnya tidak sampai satu hari. Namun berbeda dengan rob kali ini, Ia pun heran dengan kondisi rob saat ini.

“Ini rob karena apa? Apa karena hujan kemarin? Apa karena ada proyek?” tandasnya.

“Semoga tidak sampai mudik,” imbuhnya.

Tapi menurut Sartini ada perubahan kondisi rob karena jalan di sisi Utara terminal kini sudah tidak rob lagi. Air seolah masuk dari Selatan atau dari arah Pantura.

“Sebelah sana (Utara) dulu rob, sekarang sudah tidak,” ujarnya.

Penanganan rob sebenarnya sedang berlangsung tidak jauh dari terminal. Di jalan arah masuk terminal, ada proyek peninggian parapet. Pompa pun diaktifkan di sisi jalan Pantura Terboyo.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan proses penanganan rob terus dilakukan. Pihaknya beberapa waktu lalu juga meninjau proses penanganan rob di Jalan Pantura-Kaligawe dan mencari kebocoran yang masih ada.

“Ini langkah sementara untuk menjadikan jalur mudik Pantura-Kaligawe kering. Hasilnya signifikan, genangan rob berkurang drastis. Memang, masih ada sedikit kebocoran, dari Balai Besar Wilayah Sungai akan menyempurnakan,” terang Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, genangan yang terjadi karena masih ada celah untuk air laut masuk ke darat. Celah tersebut berada di belakang Unissula hingga di belakang Terminal Terboyo.

Dendam Pelaku Tusuk Korban 30 Kali

Sukday.com – Pembunuhan salah seorang pembantu rumah tangga terjadi di daerah kupang pada Kamis (1/6/2017) kemarin. Polisi menemukan jasad korban pembunuhan itu dengan luka tusukan yang tak hanya satu tusukan saja dan diduga itu penyebab kuat atas meninggalnya pembatu rumah tangga tersebut.

“Ada 30 luka tusuk yang ditemukan, dominan di kepala,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Shinto menjelaskan bahwa sewaktu kematian perempuan 48 tahun sudah terjadi sekitar 3-4 hari yang lalu. Saat ini Shinto sedang mendalami dua motif dalam kasus tersebut. Diduga Motif pertama yakni dendam.

Pihaknya menduga motif dendam dikarenakan banyaknya tusukan yang ditemukan pada tubuh korban. Pelaku diduga mempunyai dendam yang teramat dalam dan cenderung menyakiti korbannya dengan keras dan berkali-kali. Sedangkan dugaan motif kedua yaitu aksi pencurian dengan cara kekerasan.

“Meski tak ada barang rumah yang hilang, namun ponsel korban diketahui hilang. Perhiasan korban juga hilang,” kata Shinto.

Shinto menambahkan, pada pintu pagar atau pintu rumah tak ditemukan ada kerusakan. Diduga pelaku kenal dengan korban. Ditemukan juga bercak darah dan sabit yang terlepas dari gagangnya di dapur rumah. Namun Shinto menduga sabit itu bukan senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

“Melihat lukanya, sepertinya sabit itu bukan senjata untuk melukai korban,” lanjut Shinto.

Pada saat terjadi pembunuhan, korban tinggal diduga sedang berada di rumah sendiri. Rumah tersebut memang jarang ditinggali oleh pemiliknya yang memilih tinggal di rumah yang berada di kawasan Bukit Mas. Pemilik rumah datang ke rumah tersebut sekitar 10 hari yang lalu. Korban sendiri sudah menjadi pembantu di rumah itu selama enam tahun.

Bahan Kembang Api Ternyata Kertas Bertuliskan Huruf Arab Pedagang Diamankan

Sukday.com – Polsek Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah berhasil mengamankan sejumlah kembang api jenis air mancur yang dibuat menggunakan kertas dengan tulisan kitab suci Alquran.

Sebelumnya salah seorang warga bernama Rohmat (34) hendak menyalakan kembang api pada hari Senin (29/5/2017) lalu.Ia sangat terkejut ketika melihat bahwa kertasĀ  bahan untuk membuat kempang api tersebut seperti terdapat tulisan kitab suci Alquran.

Salah satu tetangga Rohmat merupakan anggota polisi, Rohmat segera melaporkan kepada tetangganya. Kemudian temuan tersebut diteruskan ke Polsek Pedurungan. Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Ali Santoso, saat dihubungi wartawan membenarkan peristiwa tersebut.

“Kembang api kami sita hari Senin (29/5) lalu pukul 23.00 malam,” kata Ali, Kamis (1/6/2017).

Petugas bergegas untuk melakukan pengecekan terhadapĀ  pedagang kembang api yang sebelumnya Rohmat membelinya di Pasara Johar. Setelah dibongkar ternyata bahan-bahannya sama yaitu kertas yang bertuliskan Arab berupa ayat-ayat suci Alquran.

“Kami sita untuk dijadikan bukti,” tandasnya.

Dari hasil penelusuran sementara, kembang api itu diproduksi oleh PT Surya Kencana yang berada di Madiun, Jawa Timur. Saat ini kasus tersebut juga ditangani Polrestabes Semarang.

“Kami koordinasi dengan Polrestabes Semarang,” pungkas Ali.

Jual Miras Palsu Seorang Pemuda Diciduk Polisi

Sukday.com – Salah seorang penjual minuman keras (miras) yang nekat menjual tanpa adanya izin edar berhasil ditangkap oleh polisi. Polisi menduga barang dagangannya itu palsu.

Tersangka yang bernama Tri Satya (29), tercatat sebagai warga Jalan Cipta Menanggal, Surabaya. Tri mengaku mendapatkan barang dagangannya dan menjual mirasnya secara online dengan menggunakan media sosial.

“Tersangka sudah memulai bisnisnya ini sejak enam bulan lalu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Kamis (1/6/2017).

Shinto mengatakan, Tri memesan miras melalui orang yang dikenalnya melalui facebook. Orang itu mengaku dari Solo. Pagi pesan, keesokan harinya miras sudah langsung dikirim ke rumahnya. Tri tidak menjual mirasnya secara langsung, namun melalui media sosial.

Rupanya dagangan Tri laris manis sehingga ia sering melakukan pemesanan. Dan karena seringnya memesan, Tri pun akhirnya dipercaya untuk mengambil miras dahulu, bayarnya belakangan.

Miras yang dipesan Tri adalah miras impor dengan merek antara lain Jack Daniels, Chivas Regal, Royal Salute, Martell, Jose Cuervo Especial, Cointreau, dan Gentleman Jack. Saat dikirim, miras itu sudah lengkap dengan pita cukai yang ditempel di tutup botol.

Polisi menduga miras yang diperdagangkan tersebut palsu. Bisa dilihat dari harga yang begitu murah. Chiva Regal dipesan Tri hanya seharga Rp 250 ribu, sementara Royal Salute dipesan seharga Rp 450.

“Tersangka mengambil untung Rp 50 ribu dari setiap botol miras. Kami menduga miras ini palsu karena harga yang asli pasti lebih dari itu. Pita cukainya juga meragukan bentuknya,” tandas Shinto.

Komplotan Perampok Cianjur Berhasil Ditangkap

Sukday.com – Belum lama ini suasana dunia maya Cianjur sempat di ramaikan dengan beredarnya video CCTV terkait aksi perampokan yang terjadi pada salah satu minimarket yang berada di wilayah kawasan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat pada Selasa (30/5/2017) lalu. Insiden perampokan itu salah seorang penjaga minimarket mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan. Dan alhasil rekaman CCTV tersebut berhasil mengidentifikasi pelaku perampokan di minimarker, sehari setelah perampokan salah satu pelaku berhasil diringkus oleh polis.

“Kita amankan RTR alias Obot, dari situ dia membocorkan identitas teman-temannya yang lain. Satu-persatu kita tangkap sampai hari ini jumlah pelaku keseluruhan sebanyak 6 orang sudah kita tangkap dan kita periksa lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi, Kamis (1/6/2017) petang.

Semua pelaku yang berinisial RTR alias Obot, BD, SMA, PR alias Udit, ES alias Een dan RE. Dua pelaku dengan inisial BD dan SMA sempat melakukan pembelaan dengan berniat melarikan diri ke arah Bogor dengan menyea kendaraan.

“Jumlah pelaku 6 orang, yang dua nyaris lolos dari kejaran petugas karena berusaha melarikan diri ke arah Bogor, namun akhirnya anggota Timsus berhasil meringkus keduanya saat dalam perjalanan,” imbuh Benny.

Polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa barang dgunakan ketika melakukan aksi mereka. Menurut info yang di dapat, para pelaku sudah berhasil menyebar teror di lima lokasi sekaligus dan berada di Cianjur semua.

“Mereka bertanggung jawab atas maraknya kejahatan pencurian dengan kekerasan di Cianjur khususnya di minimarket serta beberapa kasus Begal, mereka juga sudah memberikan pengakuan,” tutup Benny.

Warga Kediri Temukan Pipa Di Duga Bom

Sukday.com – Warga lingkungan Baudendo, Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, yang sedang melakukan kerja bakti digegerkan dengan penemuan sebuah benda menyerupai bom pipa. Karena takut, mereka melaporkan penemuan itu ke polisi.

Pada saat ditemukan warga, benda yang disebut mirip bom pipa itu terbuat dari paralon dan sejumlah kabel yang menancap di seputar pipa.

“Tadi warga sedang kerja bakti, lalu nemukan pipa berwarna abu-abu berisi kabel, pipa paralon 3 Dim, berukuran 20 cm, berat sekitar 2 kg. Karen takut itu bom, warga membawa ke masjid mas,” kata Zaenuri, salah satu warga yang ikut kerja bakti

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi dan barang yang diduga bom yang sduah dipindahkan sementara kesebuah masjid. Usai dilokalisir, benda menyerupai bom pipa tersebut langsung diamankan anggota Tim Jihandak Brimob ke Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jatim.

Benda mencurigakan langsung diurai dengan cara diledakkan, proses penguraian sempat dilakukan hingga 2 kali, agar mendapatkan hasil yang akurat. Dari hasil penguraian benda yang diduga bom tersebut, tidak ditemukan benda berbahaya yang mengandung bahan peledak, hanya berisi kabel bekas dan pipa bekas seperti instalasi kelistrikan.

“Tadi dapat dilihat sendiri bahwa tidak ada kandungan bahan peledak dalam barang pipa itu, ini murni hanya barang bekas dan kami serta masyarakat telah melakukan segala hal sesuai dengan aturan,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi yang ditemui di Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, Kamis (25/5/2017).

Setelah dilakukan penguraian bahan mencurigakan, Kapolres berharap agar masyarakat tetap tenang dan waspada jika menemukan hal semacam ini, jangan ketakutan secara berlebih, apalagi pascakejadian bom Di Kampung Melayu Jakarta.

“Saya harap Warga Kediri tetap tenang, dan jangan terpancing isu yang tidak benar dan segera melapor polisi jika mengetahui atau mencuriga hal hal yang mencurigakan disekitarnya,” Imbuh Anthon.