Gadis Kecelakaan Ikuti Ujian Susulan

Sukday.com – Yasista Nurfita Dewi (12) siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bantul alami kecelakaan, saat berangkat ke sekolah untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD. Dia mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di puskesmas.

Kepala MIN 1 Bantul, Ahmad Musyadad mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada salah satu siswanya Yasista Nurfita Dewi, siswi asal Pleret itu terjadi ketika korban diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor ke sekolah. Namun saat dijalan mereka justru mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumahnya.

“Kecelakaan itu terjadi saat Yasista dibonceng bapaknya, keluar dari gang dekat rumah,” kata Musyadad.

Menurutnya, Yasista mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan di puskesmas. Setelah itu, dia dibawa pulang ke rumah sehingga tidak mengikuti ujian di hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun dia belum bisa memastikan, apakah Yasista bisa mengikuti ujian di hari kedua.

“Kalau ujian susulan nanti baru dilakukan pada hari Senin (22/5/2017),” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga (Disdikpora) Bantul, Totok Sudarto mengatakan hanya ada satu siswa dari 12.390 peserta UASBN yang tidak mengikuti ujian. Untuk Yasista bisa mengikuti ujian susulan setelah UASBN selesai.

Rumah Sakit Islam Semakin Melebarkan Sayapnya

Sukday.com – Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya mulai bertransformasi. RSI milik Nahdlatul Ulama (NU) itu kini menerapkan sistem elektronik, untuk pelayanan medik kepada pasien.

“Saya ingin rumah sakit milik NU berubah maju dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, untuk pelayanan kepada masyarakat,” kata Direktur Utama RSI Jemursari Prof DR dr Rochmad Romdhoni, SpPD SpJP(K) di sela Launching Cyber Hospital di RSI, Jalan Jemursari, Sabtu (13/5/2017).

Layanan RSI Jemursari yang berbasis informasi dan teknologi yakni menghasilkan produk-produk cyber hospital meliputi Pendaftaran online mandiri (bisa menggunakan kartu berobat maupun e-KTP). Pendaftaran online via aplikasi android. E-rekam medis. E-laboratorium. E-radiologi. E-etiket. E-resep. Hingga modul-modul sistem informasi lainnya yang untuk mempermudah operasional di bagian accounting, purchasing dan layanan lainnya.

“Dengan penerapan teknologi ini, akan menghemat waktu, transparan hingga pelayanan terhadap pasien dan masyarakat cepat,” ujarnya.

Romdhoni mengatakan, di era digital, mau tidak mau rumah sakit milik NU harus mengikutinya. Rumah sakit NU harus maju dan mengikuti perkembangan teknologi. Dan RSI Jemursari siap membantu rumah sakit NU lainnya.

“Dengan Cyber Hospital ini, diharapkan rumah sakit Islam Jemursari menjadi rumah sakit rujukan pelayanan rumah sakit-rumah sakut dibawah naungan ARSINU (Asosiasi rumah sakit Nahdlatul Ulama) Jawa Timur. Sehingga kerjasama kita semakin erat dan sama-sama berkembang menjadi rumah sakit NU yang memiliki pelayanan yang dapat diunggulkan dan dibanggakan,” tandasnya.

Jasad Korban Hilang Tergulung Ombak Ditemukan Pagi Hari

Sukday.com – Seorang wisatawan asal Garut, Jawa Barat yang hilang tergulung ombak saat sedang swafoto di sekitaran Pantai Bobos, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Garut ditemukan dalam keadaan tewas.

Jasad Budi Aliman (26) ditemukan pada hari Sabtu pagi (13/5/2017) pagi oleh tim gabungan dari Basarnas, Balawisata Pantai Santolo, kepolisian dan anggota Koramil setempat, 2 kilometer dari tempat awal dinyatakan Budi terseret ombak.

“Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Lokasinya sekitar 2 kilometer dari tempat asal, saat korban tergulung ombak tepatnya di Pantai Karang Papak,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor dalam rilisnya.

Jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Cikelet untuk diidentifikasi lebih lanjut dan dicocokan identitasnya.

Rencananya, siang ini jasad Budi yang berprofesi sebagai karyawan sebuah bank swasta itu akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di kediamannya yang terletak di Jalan Gunung Payung, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Garut.

Sebelumnya diberitakan, Budi Aliman (26) hilang terseret ombak Pantai Bobos, Kecamatan Cikelet Garut, Kamis (11/5/2017) pagi. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari BPBD Garut, saat kejadian korban sedang berswafoto dengan sepeda motornya di pinggiran pantai.

Mantan Ketua PARFI,Aa Gatot Di Vonis 8 th Penjara Dan Denda 1 M

Sukday.com – Mantan Ketua PARFI Gatot Brajamusti alias Aa Gatot divonis 8 tahun penjara dan denda 1 M dgn subsidiar 3 bulan penjara terkait kepemilikan sabu. Vonis terhadap Aa Gatot lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 13 tahun penjara.
Cheppy Ahmad Hidayat,Ditresnarkoba Polda NTB AKBP mengatakan sidang vonis terhadap Aa Gatot digelar siang tadi di Pengadilan Negeri (PN Mataram). Aa Gatot dinyatakan terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika.
Chappy menambahkan, dengan adanya hukuman ini, penahanan Aa Gatot akan dipindah dari Rutan ke Lapas di NTB.
Chappy menjelaskan itu masih berjalan. Kasus Aa Gatot di Polda Metro salah satunya adalah kasus dugaan pencabulan dan kepemilikan senpi tanpa izin.
Sedangkan Kasiepenkum Kejati NTB Dedi Irawan, mengatakan istri Aa Gatot, Dewi Aminah juga divonis hari ini. Dewi dinyatakan melanggar pasal 127 UU No 35/2009 tentang pemakaian Narkotika. Dewi divonis 6 bulan penjara.

Tiga Hakim PN Dilaporkan Ke Komisi Yudisial Sebab Menyatakan Izin Pabrik Semen Kendeng Sah

Sukday.com – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Sebab, ketiganya menyatakan izin pabrik semen Kendeng sah. Padahal, berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK), izin pabrik semen itu dicabut.
Kasus dimulai saat dua warga yaitu Pramono Setyo Mustiko dan Agus Sugiharto menggugat izin Gubernur Jawa Tengah tentang pabrik semen. Dalam gugatannya, keduanya meminta majelis hakim PN Gresik menyatakan izin itu sah dan legal. Padahal Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan izin tersebut.
PN Gresik mengabuklan permohonan itu pada 27 Februari 2017. Trio hakim agung PN Gresik, Syaifudin Zuhri, anggota Putu Mahendra dan Aria Dedy menyatakan izin pabrik semen itu legal.

Putusan itu membuat kaget dan masyarakat melaporkan trio hakim itu ke KY.
Kejanggalan lain, gugatan perdata itu divonis dalam waktu yang singkat, tidak sampai 2 bulan.
Nah, dengan putusan PN Gresik itu, pabrik semen menjadikan novum untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis PK masyarakat. Azhar dkk meminta KY memantau proses tersebut.

5 Tewas 2 Luka Berat Akibat Tersambar KA Lodaya

Sukday.com – Sebuah mini bus tertabrak di perlintasan pitu Rel Kereta api Pasar Sigong, Pucung
Lor, Kroya, Cilacap. 5 orang meninggal seketika di kejadian dan 2 orang luka berat
dalam kejadian tersebut.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan kejadian kecelakaan
terjadi hari ini sekitar pukul 11.15 WIB di Km 404+9 antara Stasiun Kroya –
Kemranjen, tepatnya di Grumbul Sigong, Desa Pucung Lor, Kroya. Saat itu minibus Elf R
1724 EA melintasi perlintasan yang hanya dibuat dari palang kayu yang dijaga warga
sekitar.

“Bertabrakan dengan KA 79 Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung. Korban meninggal
sementara 5 orang dan korban luka berat 2 orang dibawa ke RS Agisna. Posisi
perlintasan bukan perlintasan resmi PT KAI. Hanya dijaga warga. Tapi informasinya
saat kejadian, tidak terjaga,” paparnya, Selasa (18/4/2017).

Kapolsek Kroya, AKP Suryo Probo, ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian
tersebut. Menurut dia, mobil minibus berangkat dari arah Desa Karangwangkal,
Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Dan pada saat melintasi perlintasan yang hanya dibuat
dengan palang kayu, tiba-tiba datang KA Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung juga
melintas.

“Korban meninggal 5 orang dewasa dari 8 penumpang minibus. Korban belum
diidentifikasi. Saat ini masih minta keterangan dari penjaga perlintasan,” kata Suryo
Probo.

Genangan Di Tol Bikin Semakin Merayap

Sukday.com – Kemacetan yang terjadi ketika jam pulang kerja pada Selasa malam hari ini terjadi dari jakarta ke arah Bekasi semakin
menjadi semut. Penyebabnya diketahui yaitu dikarenakan ada genangan air di jalan tol.

Berdaarkan info dari Jasa Marga, Selasa (11/4) per pukul 20.15 WIB, kemacetan terjadi dari Cawang sampai Gerbang Tol Bekasi
Barat di Km 12.

“Ada genangan di lajur kanan,” demikian pernyataan Jasa Marga melalui akun Twitter resminya.

Kendaraan yang melintas dari arah Cawang menuju Bekasi bergerak meranyap sangat pelan. Bahkan cenderung tidak bisa berjalan
sama seali.

Selain karena faktor adanya genangan, di sisi kiri ruas tol juga tengah dibangun jalur MRT. Penyempitan bahu jalan juga
menjadi salah satu faktor kemacetan parah yangterjadi semalam.

Adapun lalu lintas di Tol Dalam Kota di rentang Pancoran-Cawang cenderung padat, relatif lebih lancar dibanding Cawang-
Bekasi. Kemacetan parah ke arah timur baru terjadi selepas Cawang.

Di dalam kota, kemacetan parah terjadi di rentang antara Slipi dan Pancoran. Untuk arah sebaliknya dilaporkan lancar.

Enggar Resah Freeport Belum Ajukan Ijin Ekspor Hingga Sekarang

Sukday.com – ┬áMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku hingga saat ini belum juga menerima pengajuan izin ekspor konsentrat dari PT
Freeport Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya usai melakukan rakor mengenai penataan pasar dan pusat pembelanjaan, serta inflasi di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/4/2017) malam.

“Ya kalau belum keluar berati belum sampai,” kata Enggar.

Menurut Enggar, dia akan memberikan izin ekspor konsentrat kepada Freeport dalam waktu 24 jam setelah rekomendasi ekspor
diberikan pihak Freeport.

“Kalau begitu sampai satu hari paling lama keluar izinnya, Dia begitu diajukan dapat rekomendasi dari ESDM, begitu menerima
besok pagi keluar,” terangnya.

“Sampai sekarang belum keluar, dia enggak minta ya kita enggak kasih,” tambahnya lagi.

Berkah Di Balik Angin Puting Beliung

Sukday.com – Abah Opan (60) warga Kampung Nenggeng, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat akhirnya bisa tersenyum setelah rumahnya yang ambruk karena puting beliung sebulan lalu kembali dibangun. Ia semakin bahagia karena rumahnya yang asalnya berdinding bilik, sekarang menjadi tembok.

Saat angin puting beliung datang, di dalam rumah hanya ada istrinya Mak Nunung (50), sementara Abah Opan dan enam anaknya sedang beraktivitas di luar. “Mak Nunung loncat dari ketinggian 4 meter, kaki dan tangannya terkilir. Saat itu kita bawa untuk pengobatan tradisional,” cerita Indra tokoh pemuda setempat di sela-sela finishing perbaikan rumah Abah Opan, Jumat (14/4/2017).

Menurut Indra, Abah Opan tak sanggup memperbaiki rumahnya yang hancur. Akhirnya warga pun berembug. Uang perelek yang selama ini dikumpulkan warga, disepakati akan digunakan untuk memperbaiki rumah Abah Opan.

Semua puing disingkirkan, tanah tempat berdirinya rumah ambruk milik Abah Opan lalu diratakan, warga dan pemuda bahu-membahu membuat pondasi awal.

“Semua kita bikin dari nol, koordinasi dengan ketua RT ada uang sebesar Rp 4 Juta, banyak juga dermawan khususnya dari organisasi Pemuda Pancasila (PP) yang membantu berupa semen dan batu bata. Akhirnya kami sepakat menyulap rumah milik Abah yang asalnya gubuk bambu menjadi permanen,” lanjut Indra yang juga ketua Organisasi PP di Kecamatan Caringin ini.

Waktu pengerjaan sendiri berjalan selama 3 minggu, gotong royong menjadi alasan cepatnya waktu pengerjaan. “Bahan sudah terkumpul, langsung kita kebut semua warga dan pemuda desa terlibat. Tidak ada bayaran, hanya makan siang itupun modal ngeliwet,” tuturnya lagi.

Indra menyebut program perelek adalah hasil inisiasi para pemuda dan tokoh masyarakat di kecamatan dan sudah berjalan selama 1 tahun. Kegiatan perelek adalah di mana warga mengumpulkan uang atau beras dengan cara menyimpannya dalam sebuah tempat yang sebelumnya telah disediakan petugas untuk dikumpulkan dan dipergunakan, dimanfaatkan oleh, dari dan untuk kepentingan warga. Ini merupakan kearifan budaya Sunda yang kini hampir punah.

Setiap bulan, beras digunakan untuk membantu warga yang kekurangan begitu juga uang yang terkumpul dipakai untuk membantu warga lainnya yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, sudah terbentuk beberapa kegiatan mandiri yang melibatkan masyarakat. Kami tidak ingin selalu bergantung ke pemerintah, ketika kami sendiri bisa berbuat nah itu yang kami kerjakan,” sambungnya.

Menurut Indra, budaya gotong royong saat ini perlahan mulai dilupakan oleh masyarakat pedesaan dengan adanya infak dan perelek segala kesulitan masyarakat bisa diatasi tanpa kendala karena mengedepankan kebersamaan.

“Dalam organisasi kami punya tagline ‘Sukabumi Hudang Euy’ yang dijadikan filosofi agar kita tidak terjebak dalam birokrasi pemerintahan yang kadang rumit dan prosesnya memakan waktu lama. Bisa dibayangkan entah kapan Abah Opan dan keluarganya bisa berdiri lagi rumahnya jika kita berharap bantuan rehab dari pemerintah,” tuturnya.

Selain Abah Opan, program perelek juga berhasil mengentaskan pemilik Rutilahu dan masyarakat yang berhadapan dengan fenomena sosial lainnya.

“Ada mak Ining yang rumahnya juga tidak layak huni, ada juga Mak Ooy yang kita bantu untuk menjalani pengobatan kangker payudara. Kami juga bersyukur virus kemandirian ini terus menyebar ke wilayah lainnya dan menjadi program tetap dari organisasi kami,” tutupnya.

Demi Bekuk Pencopet, Polisi Berdandan Jadi Ibu-Ibu

Sukday.com – Polisi di Palembang rela menyamar sebagai ibu-ibu dengan mengenakan baju daster demi menangkap pencopet yang sudah lumayan lama meresahkan warga di Pasar 16 Ilir. Alhasil, polisi tersebut berhasil menangkap satu orang yang akan mencopetnya.

Sebelum melakukan aksinya itu, Anggota Polsek Ilir Timur I itu sudah lama mengintai tersangka. hal ini dilakukan berdasarkan dengan laporan warga dengan adanya pencopet dan penjambret yang selalu mengincar warga saat berbelanja di pasar tradisional yang berada tepat di sebelah Jembatan Ampera itu.

“Sudah menjadi target kita. Karena tersangka selalu melakukan pencopetan di lokasi tersebut. Sehingga untuk menangkap tersangka, anggota harus melakukan penyamaran, karena sangat lincah dan sulit untuk ditangkap,” ujar Kapolsek Ilir Timur I Kompol Rivanda, Jumat (14/4/2017).

Ketika tertangkap oleh polisi, tersangka berusaha berontak dan mencoba melarikan diri dari petugas. Beruntung, anggota yang berjumlah 4 orang berhasil membekuk tersangka dengan mengikatnya menggunakan tali rafia.

“Tidak ada barang bukti saat ditangkap di pasar. Saat ini masih kita lakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di pasar tersebut,” ucapnya.

Di Pasar 16 Ilir, warga yang menyaksikan penangkapan itu sempat terkejut melihat polisi menangkap tersangka. Pasalnya, polisi yang menyamar itu tidak dikenali warga.

“Kaget ada polisi pakai daster nangkap copet. Karena pas ditangkap, dia (tersangka, red) mau lari dan melawan polisi terus,” ujar salah seorang warga, Rinaldi.

Menurut Rinaldi, polisi sempat mengarahkan pistol ke bagian paha tersangka karena terus memberontak saat ditangkap, namun tidak jadi ditembak.