Perusahaan Rugi Oli Tumbahi Waduk Saguling

Sukday.com – PT Central Georgete Nusantara Printing Mild (CGNPM) bertanggung jawab penuh atas insiden tumpahnya oli. Ribuan liter oli dari perusahaan tersebut tumpah dan mencemari Sungai Cibinbin yang bermuara ke Waduk Saguling.

“Pada prinsipnya perusahaan sejak awal kejadian sudah mengatakan, baik kepada warga maupun kepada instansi terkait, kami bertanggung jawab,” kata Kepala Bagian Personalia dan Umum PT CGNPM Dwi Wahyudi via pesan singkat, Kamis (6/4/2017).

Selain mencemari Sungai Cibinbin, tumpahan oli telah mencemari sawah di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya, sejumlah petani gagal panen.

“Kami sudah melakukan penggantian kerugian berupa uang ke warga yang nominalnya berdasarkan kesepakatan bersama,” kata Dwi.

Selain itu, perusahaan tengah upaya normalisasi sungai yang tercemar. Proses normalisasi ini, sambung dia, akan dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat.

Dwi menambahkan, upaya normalisasi membutuhkan waktu karena ada kendala dalam upaya pembersihan sungai yang tergenangi oli. “Pembersihan sungai terkendala medan yang berat, curam dan dalam. Cuaca juga menjadi faktor. Selain itu, banyak sampah di Sungai Cibinbin, jumlahnya lebih banyak dari oli yang harus kami bersihkan,” katanya.

Selain itu, PT CGNPM bersikap kooperatif selama Polres Cimahi melakukan penyelidikan. “Siapapun yang berkepentingan, kami pastikan, kami kooperatif. Kami menyampaikan kejadian ini musibah,” kata Dwi.

Polisi turun tangan menyelidiki kasus pencemaran Sungai Cibinbin oleh oli yang berasal dari PT CGNPM. Tumpahan oli, membuat sungai tercemar dan sejumlah petani gagal panen lantaran sawahnya turut tercemar pada Rabu (22/3) lalu.

Mampang Macet Akibat Penyempitan Jalan

Sukday.com – Arus lalu lintas di perempatan Mampang Prapatan dan perempatan Kuningan, Jakarta Selatan, macet. Kemacetan itu diduga merupakan imbas dari penyempitan jalan proyek underpass Mampang Prapatan.

“Imbas penyempitan jalan Proyek Underpass Mampang, Buncit arah ke Rasuna Said & sebaliknya lalin padat,” , Kamis (6/4/2017).

Terlihat dari tangkapan layar Google Maps, arus lalu lintas di wilayah sekitar itu terlihat sangat merah, yang artinya macet.

Dari arah Jalan HR Rasuna Said ke Jalan Mampang Prapatan, arus lalin tampak macet. Kemacetan juga tampak dari arah Semanggi ke Pancoran.

Tampak pula kemacetan di Jalan Kapten Tendean yang mengarah ke Pancoran. Ekor kemacetan bahkan terlihat sampai ke Blok S.

Proyek Jatim Park Memakan 7 Korban, ! Diantaranya Dibawah Umur

Sukday.com – Pemeriksaan maraton dilakukan Polres Batu pasca insiden ambruknya plensengan dan konstruksi bangunan proyek Jatim Park 3 di Jalan Raya Beji, Kota Batu.

Insiden yang menelan 7 orang korban itu, salah satunya masih dibawah umur, yakni Roy Saputro (16). Roy menglamai luka yang cukup serius karena tertimpa material bangunan.

“Kami periksa tiga orang, yaitu Tantono selaku penanggung jawab proyek, Dukut Sujiono, kepala tukang, dan Abdullah sebagai mandor bangunan,” kata Kasubag Humas Polres Batu AKP Waluyo.

Waluyo mengaku, pemeriksaan ini untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan. Polisi juga sudah mengggelar olah tempat kejadian perkara sebagai bahan penyelidikan.

“Kita pasang garis polisi di lokasi kejadian dan pekerjaan harus berhenti dulu selama penyelidikan,” ungkap Waluyo.

Waluyo juga mengungkapkan bahwa adanya korban atau pekerja yang masih dibawah umur dari tujuh korban luka akibat insiden tersebut. “Satu korban dibawah umur dan menjadi bahan penyelidikan,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Batu Deddy Irfan Alwani, enggan berkomentar mengenai peristiwa ambruknya bangunan Jatim Park 3. Politisi dari Partai Demokart duduk di Komisi C (bidang pembangunan) mengaku, belum mengetahui kejadian tersebut.

“Saya di luar kota, tidak tahu kejadian itu. Nanti kalau pulang dan melihat langsung, saya bisa memberikan keterangan,” dalihnya.

Nekat Menerobos Banjir, Ibu Dan Anak Hanyut terbawa Arus

Sukday.com – Satu dari dua korban yang diketahui hanyut di sungai Pacar, Tamanggung, jawa tengah telah berhasil ditemukan. Korban yang bernama Sawaliyah alias Pawit (42) ditemukan tewas Sungai Progo wilayah Yogyakarta.

“Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di Sungai Progo wilayah Kabupaten Kulonprogo DIY atau sekitar 60 km dari lokasi kejadian,” kata Humas Kantor Basarnas Kantor Yogyakarta, Susanti.

Menurut dia jenazah saat ini sedang dalam evakuasi oleh Tim SAR dan identifikasi korban oleh kepolisian. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke RSUD Wates.

Dia memberitahukan bahwa ada dua korban yang hanyut itu adalah ibu dan anak. Mereka hanyut di sungai Pacar Temanggung saat kendaraan yang dikendarai menerobos banjir di jalanan dekat lokasi pada hari Rabu (5/4/2017) pukul 18.00 WIB. Kedua korban hanyut di Sungai Pacar di kawasan Jurang, Temanggung. Sungai Pacar tersebut bermuara di Sungai Progo.

“Yang sudah ditemukan adalah Ny Sawaliyah atau ibunya Yunita. Sedangkan Yunita belum ditemukan. Mereka adalah warga Dusun Karanggeneng, Desa Tlogorejo, Kacamatan Temanggung,” kata Susanti.

“Kami akan menjemput ke RSUD bersama anggota keluarga,” kata Agus Sudaryono, Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung.

Jazad Wanita Ditemukan Terpanggang Pada Semak-semak

 

Sukday.com – Warga garut kembali digegerkan dengan penemuan sosok jasad wanita tak beridentitas. Tubuhnya ditemukan dalam keadaan terpanggang.

Mayat yang ditemukan warga di semak-semak Kampung Saung Cendol, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jabar, Kamis siang (6/4/2017) dalam posisi telentang.

“Tadi katanya ditemukan di semak-semak dengan posisi terlentang, luka bakarnya dibagian wajah dan sebagian badan,” ungkap Engkun Kunaefi, satpam RSUD Dokter Slamet Garut.

Perempuan ini diduga berumur sekitar 20 tahun yang mempunyai ciri-ciri memakai celana dalam merah, bra, dan sandal merah. Menurut Engkun, warga yang pertama kali menemukan jenazah tersebut sempat mencium adanya bau bensin dan aroma rambut yang terbakar.

Warga menduga, wanita tersebut tewas dngan cara bunuh diri. Karena ada warga yang melihat sang perempuan tanpa identitas ini membawa kantong plastik yang diduga berisi cairan untuk membakar dirinya sendiri.

“Katanya tadi dia turun dari angkot, pas turun kelihatan dia bawa kantong plastik isinya cairan berwarna agak kekuningan,” ujar Engkun. saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Slamet Garut.