Satu Korban Banjir Bandang Di Magetan Ditemukan Tewas

Sukday.com – Satu orang korban yang dikabarkan hilang terseret oleh arus banjir yang terjadi di Megetan saat ini sudah berhasil ditemukan. Bencana alam banjir yang terjadi di Desa Ringinagung, Kecamatan Kota Magetan terjadi pada hari kemarin . Banjir bandang tersebut terjadi pada malam hari lantaran turunnya hujan yang begitu deras.

Korban yang ditemukan dalam keadaan teas terseret arus banjir bandang tersebut bernama Rega (11). Rega berhasil ditemukan sejauh 600 meter dari lokasi kejadian pertama dirinya terseret arus.

Tubuh korban berhasil ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB oleh petugas Tim SAR. Proses pencrian korban berlangsung selama dua jam. Pertama kali ditemukan, tubuh korban dalam keadaan tersangkut bambu yang melintang di selokan selebar 1,5 meter dengan kedalaman 2 meter.

“Korban baru satu di temukan dan pencarian kami hentikan karena sudah malam. Besok pagi dilanjutkan pukul 07.00 WIB,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra, Kamis (16/11/2017).

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke RSUD Dr Sayidiman Magetan untuk dilakukan proses outopsi. Jenazah Rega akan dimakamkan besok di tempat pemakaman umum desa setempat.

“Pemakaman baru besok karena masih akan persiapan tempat pemakaman,” jelas perangkat Desa Ringinagung, Tutik. Masih ada satu korban yang hingga kini masih belum ditemukan yakni Bustam (17), pelajar kelas 2 SMAN 3 Magetan.

Pelaku Pembuangan Mayat Di Terminal Kampung Rambutan Sudah Ditangkap

Sukday.com РPria yang bernama Badrun (45) sudah dipastikan merupakan tersangka yang melakukan pembunuhan terhadap korbannya yang bernama  Imam Maulana (19). Dengan teganya setelah membunuh korbannya, pelaku membuang mayat korbannya di area Terminal Kampung Rambutan diperiksa di Polres Jakarta Timur.

Mayat korban dibuang dalam kondisi sudah terbungkus. Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap dan berada di Polda Metro jaya. Penangkapan pelaku dilakukan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Pelaku diamankan ke Polres Jakarta Timur,” kata Kapolres Jaktim Kombes Andry Wibowo, Rabu (15/11/2017).

Pelaku berhasil ditangkap sewaktu berada di Clean House Laundry, Citra Gran Cibubur, Bekasi pada sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan Badrun dilakukan setelah polsi berhasil mengidentifikasi korban di RS Polri.

Korban yang tercatat warga Banyumas itu mayatnya ditemukan di Terminal Kampung Rambutan sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (14/11). Eny, salah satu saksi mengatakan bungkusan yang berisi mayat itu tergeletak di area toilet terminal sejak Minggu (12/11).

Karena dikerubuni lalat dan mengeluarkan bau tak sedap, warga melaporkan ke Pos Polisi Kampung Rambutan pada hari Selasa (14/11).

Adik Kandung Tega Bacok Kakak Sendiri Hanya Karena Rebutan Tempat Tidur

Sukday.com – Seorang pria di Jakarta Barat tewas lantaran telah dibacok dengan sebuah celurit oleh adik kandungnya sendiri. Pria yang merupakan kakak kandung dari pelaku yakni bernama Randi Syahputra. Sedangkan adik kandung korban yang merupakan pelaku pembacokan bernama Riza Arsad.

Kronologi kejadian tersebut hanya berawal oleh hal sepele. Mereka berdua bertengkan hanya karena persoalan tempat tidur saja. Peristiwa tersebut berlangsung di rumah korban dan juga pelaku yang memang tinggal dalam satu atap.

Berawal dari pelaku yang menegur korban ketika korban sedang tidur dikamar tidur ibunya. Pada saat itu, sekitar pukul 20.00 WIB hari Sabtu (11/11/2017). Riza menegur korban, namun justru pertengkarang semakin menjadi.

“Saat itu, ibunya ingin istirahat namun ada korban sedang tidur. Pelaku menyuruh pindah tempat tidur, tapi korban malah marah-marah,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi, dalam keterangannya, Minggu (12/11/2017). Terjadilah cekcok antara kakak beradik itu. Tak hanya adu mulut, mereka mengambil celurit dan balok.

“Pelaku mengambil balok, sedangkan korban mengambil celurit,” ucap Supriadi.

Sewaktu berlangsungnya keributan tersebut, tiba-tiba saja korban terjatuh. Celurit yang dibawa korban tergeletak dan sontak pelaku langsung saja mengambilnya. “Korban lari dan dikejar oleh adiknya. Akhirnya kakaknya bisa dikejar dan terkena bacokan,” ujar Supriadi.

Korban dibacok oleh pelaku di beberapa bagian tubuhnya yakni di perut, kepala bagian belakang, dan lengan sebelah kiri. Korban yang mengalami luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit namun sayangnya nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

“Setelah dibawa ke RS, korban meninggal dunia,” kata Supriadi.

Setelah menebaskan celurit, Riza melarikan diri. Sampai saat ini, polisi masih melakukan pengejaran. “Saat ini masih dalam pengejaran,” ucap Supriadi. Pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Polisi Terus Selidiki Dr Helmi Sang Pembunuh Istri Sendiri

Sukday.com – Hingga saat ini penelusuran terkait dengan kasus yang melibatkan dua orang dokter yang menjadi korban dan juga tersangka penembakan tragis. Penyelidikan masih dilakukan terkait merekam jejak dr Ryan Helmi, dokter spesialis kulit dan kecantikan yang dengan tega menghabisi nyawa istrinya sendiri dr Letty Sultri.

Sebelumnya, palaku sudah lama tidak bekerja lagi di klinik tempatnya berpraktik karena merasa tidak nyaman lagi dengan profesinya. “Yang jelas, informasinya dia sudah dua tahun ini tidak lagi bekerja di klinik tempatnya bekerja. Alasannya, dia sudah tidak nyaman menjadi dokter,” kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya Nugraha di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Selain itu juga Ari menuturkan, pihaknya juga akan melakukan poemeriksaan terhadap teman-temannya yang berada di klinik tempatnya bekerja dulu.¬† “Kami juga mau tahu dari rekan-rekan kerjanya,” imbuhnya.

Pihak kepolisian juga nantinya akan mencari keterangan dari Ikatan Dokter Indonesi (IDI) untuk menelusuri rekam jejak (track record) Helmi sebagai seorang dokter.

“Iya. Kita ingin melihat juga rekam jejaknya seperti apa sebagai dokter,” sambungnya. Saat ini pelaku masih dalam proses menjalani serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polisi masih terus menggali keterangannya terkait kronologi hingga motifnya membunuh istrinya.

“Untuk motif sementara karena dia digugat cerai oleh istrinya,” cetusnya. Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan bahwa Helmi sudah tidak bekerja di Klinik Amalia karena terlibat dugaan pemerkosaan.

“Dia dipecat dari Klinik Amalia karena kasus itu (memperkosa karyawan klinik),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana, Kamis (9/11) kemarin.

Korban Tertembak Di Simalungun, Pelaku Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

Sukday.com – Salah satu karyawan yang bekerja di PTPN IV, harus rela kehilangan nyawanya lantaran tertembak oleh salah satu anggota yang bernama Praka Hendrawan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Korban yang bernama Wahyu Sahputra tewas setelah menerima sebuah tembakan yang dilesakkan tanpa sengaja. Kodam I/Bukit Barisan menyesalkan kejadian itu dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

“Sangat menyangkan kejadian ini. Kita meminta maaf,” kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono, Rabu (8/11/2017).

Insiden penembakan tersebut terjadi pada Selasa (7/11) di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. Pada saat itu Praka Hendrawan sedang memegang senjata api laras panjang. Dan dengan tiba-tiba saja senjata itu meletus.

“Dugaan sementara, yang bersangkutan oknum tanpa sengaja meletus senjata kemudian mengenai korban karyawan PTPN IV,” ujar Edi.

Menurut Kapendam, selama ini oknum anggota TNI AD dan korban saling kenal dan tidak memiliki masalah.

“Mereka sering bertemu dan canda. Senjata itu tidak mengarah langsung ke korban. Kemungkinan mengenai benda keras lalu mengenai korban,” ujarnya.

Korban mengalami luka poada bagian paha korban. Sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan namun sayangnya nyawanya tidak dapat tertolong.

“Yang bersangkutan oknum itu kemudian diamankan Denpom Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepada prajurit dalam melaksanakan tugas harus meningkatkan pengamanan,” tutup Edi.

Dua Lelaki Kerazia Dan Juga Membawa Sabu Di Sakunya

Sukday.com – Dua lelaki terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian lantaran telah terbukti membawa narkoba jenis sabu. Keduanya sempat melakukan usaha untuk melarikan diri pada saat razia sampai menabrak seorang petugas kepolisian yang sedang bertugas.

Kejadian tersebut berlangsung di daerah Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kedua pria yang berhasil ditangkap yakni berinisial MRS alias Putra dan M alias Jejen. “Awalnya anggota yang dipimpin AKP Welly Damri sedang melakukan operasi Cipta Kondisi di Jl Kalibaru Barat, tepatnya di depan Pos 2 Pelabuhan Kalibaru, Cilincing, pada Kamis (2/11) sekitar pukul 22.00 WIB,” kata Kapolsek Muara Baru Kompol Eko Setio BW, Senin (6/11/2017).

Pada saat razia berlangsung, kedua tersangka yang membawa sabu tersebut sedang melintas. Kedua tersangka langsung panik ketika pertama kali melihat sedang ada razia. Mereka sempat melakukan usaha untuk melarikan diri dari lokasi dengan panik dan sempat menabrak salah satu polisi yang sedang bertugas.

“Mereka mencoba kabur, namun berkat kesigapan anggota, akhirnya mereka berhasil ditangkap,” sambungnya.

Polisi yang ada dilokasi semakin curiga dengan kedua sikap pria. Akhirnya polisi melakukan penggeledahan terhadap keduanya. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti 7 gram sabu dalam 22 kantong plastik klip, timbangan elektrik, serta uang sebesar Rp 550 ribu.

Dua Pelaku Penipuan Pulsa Listrik Dan Ponsel Diamankan Polisi

Sukday.com – Kasus yang diduga merupakan sebuah penipuan yang dilakukan dengan modus berjualan pulsa listrik dan juga pulsa ponsel, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan Direktur Utama PT Mione Global Indonesia (MGI) berinisial DH dan Direktur PT MGI berinisial ES.

Kedua tersangka tersebut diduga kuat telah melakukan penipuan kelas kakap. “Masyarakat dibujuk untuk melakukan pembelian pulsa HP atau pulsa listrik dengan janji keuntungan yang besar,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, Jumat (3/11/2017).

Kasus tersebut bisa dicontohkan seperti masyarakat menempatkan uang sebesar Rp 72.000.000, maka setiap 10 hari akan mendapatkan 300 poin yang bisa ditukar dengan pulsa HP atau listrik sebesar Rp 3.000.000 selama 70 kali atau 23 bulan.

Saat ini kedua tersangka sudah berada di Rutan Bareskrim menjalankan masa tahanan yang telah diberikan oleh pihak kepoilisian. Selain kedua tersangka tersebut, polisia juga menetapkan seorang warga negara (WN) Malaysia, Mr LKC, sebagai tersangka terkait sindikat ini.

Polisi telah menduga LKC berperan sebagai pelaku utama dari kasus penipuan tersebut. “Di mana awalnya Mr LKC ini mentargetkan para TKI yang bekerja di Malaysia sebagai korban penipuan, kemudian tersangka membuka kantor di Indonesia untuk melakukan penipuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Saat ini penyidik telah berkoordinasi dengan Divisi Hubinter Polri maupun Imigrasi untuk dapat melakukan upaya paksa/red notice terhadap tersangka LKC. Berdasarkan data yang diperoleh penyidik, jumlah masyarakat yang tertipu oleh sindikat ini sebanyak 11.800 dengan total kerugian lebih dari Rp 400 milyar.

Agung mengimbau masyarakat yang merasa dirinya menjadi korban penipuan PT MGI untuk melapor ke kantor Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri di Gedung Surahcman, lantai 3, Komplek Kementerian Kelautan & Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat.

“Melapor dengan membawa dokumen atau dapat mengirimkan melalui email ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id,” ucap Agung.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 105 juncto Pasal 9 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Keduanya terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar.

Masa Relawan Jokowi Akan Menginap Di Asrama Haji Donohudan, Boyolali

Sukday.com – Masa yang merupakan relawan dari Jokowi turut diundang dalam acara pernikahan putri presiden Joko Widodo. Acara pernikahan yang tinggal seminggu lagi akan digelar tersebut, untuk para relawan Jokowi mendapatkan jadwal untuk sampai di Solo pada tanggal 6 November 2017.

Ada sebanyak tida kereta api yang akan membawa para rombongan yang berisi relawan Pak Jokowi yang nantinya akan turun di Stasiun Purwosari, Solo, Jateng, pukul 20.48 WIB, 20.40 WIB dan 21.45 WIB.

Panitia acara pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution tersebut sudah menyediakan sebanyak 10 bus untuk menjemput para relawan yang hadir tersebut di Stasiun Purwosari. Hal tersebut telah disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Surakarta, Hari Prihatno.

Seluruh rombongan relawan Jokowi tersebut nantinya akan diantarkan ke tempat penginapan yakni di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. “Sudah disiapkan 10 bus di Jalan Slamet Riyadi. Ketika mereka datang bisa langsung ke timur halte bus BST,” kata Hari saat jumpa pers di media center pernikahan Kahiyang-Bobby, Selasa (31/10/2017) malam.

Para relawan dijadwalkan menghadiri acara malam midodareni pada 7 November 2017 malam. Dari asrama haji Donohudan, mereka diantar menggunakan 50 bus.

“Setiap 10 bus nanti dikawal tim Patwal Satlantas Polresta Surakarta. Mereka turun di selatan Graha Saba Buana. Kemudian bus standby di parkiran Stadion Manahan,” ujarnya. Pihaknya juga telah memperkirakan, ada sekitar 4 ribu relawan yang akan hadir dalam acara tersebut. Sedangkan total tamu yang diundang mencapai 8 ribu orang.

Galian Lubang Milik Bina Marga Ganggu Pengguna Jalan

Sukday.com – Banyak terjadi kecelakaan akibat adanya lubang galian boks utilitas yang berada di Jalan Lodan. Lobang yang ada tersebut dipastikan tidak memenuhi standar. Adanya lobang galian tersebut tidak disertai dengan rambu-rambu peringatan dengan adanya proyek pengerjaan jalan.

Di sepanjang Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (29/10/2017), sekitar pukul 16.09 WIB, banyak terdapat galian. Galian terdapat sepanjang jalan dengan ditutupi dengan seng untuk menandai lubang tersebut.

Memang terlihat ada beberapa dari seluruh lobang galian yang sudah ditutupi dengan menggunakan kensteen (pembatas jalan) beton. Namun masih banyak juga yang tidak ditutupi dengan beton, namun ada tumpukan tanah yang memang mengelilingi setiap lobang galian tersebut.

Galian tersebut berukuran 1,5×2 meter. Kedalaman dari galian bervariasi, ada yang sekitar 2 meter hingga setengah meter. Galian yang lubangnya setengah meter terdapat air di dalamnya. Ada pula spanduk kecil berwarna kuning berukuran satu kali setengah meter yang dipasang di seng.

“Maaf perjalanan anda terganggu ada pekerjaan utilitas,” tulis spanduk tersebut di beberapa galian.

Tidak hanya menyebabkan kecelakaan terjadi, akibat adanya lobang galian tersebut juga mengakibatkan lalu lintas menjadi terganggu. Dan menjadi slah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas yang akhir-akhir ini tidak terhindarkan.

Seorang pengendara ojek online, Sutrisno mengatakan arus di Jalan Lodan kerap macet karena kendaraan bergantian untuk melintas. “Di sana itu kan tikungan jadi suka macet, orang lewat mobil motor itu gantian,” kata Sutrisno.

Pemilik Pabrik Petasan Diperiksa Pihak Kepolisian

Sukday.com – Pihak keploisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik asli gedung penyimpanan petasan yang berada di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten meledak hari lalu. Pemilik gedung tersebut bernama Indra Liyono (40) akan ditenutukan statusnya dalam waktu 1×24 jam.

“Dia kan baru datang siang. Kasih waktu penyidik 1×24 jam untuk menentukan statusnya, nanti setelah pemeriksaan 1×24 jam ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Jumat (27/10/2017).

Saat ini, penyidik masih dala proses melakukan penyidikkan terhadap pemilik pabrik tersebut. Polisi masih menanyakan seputar SOP yang ada di pabrik tersebut. “Yang jelas dia harus bertanggung jawab sebagai pemilik,” imbuhnya.

Selain pemilik pabrik, beberapa karyawan juga ikut diperiksa untuk mendapatkan keterangan yang lebih banyak terkait dengan SOP operasional yang ada di pabrik tersebut.

Hingga kini, polisi masih mendalami unsur pidana yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. “Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan maraton, termasuk saksi-saksi,” lanjutnya.

Sampai saat ini, Indra dan juga tiga karyawannya masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi lainnya terkait kejadian itu.