Coca Cola Pangkas Karyawan Capai 1%

Sukday.com РProdusen minuman bersoda asal Amerika Serikat (AS), Coca-Cola, berencana melakukan pengurangan 1.200 karyawannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi, di tengah lesunya penjualan.

Coca-Cola, yang juga membuat minuman bermerek Sprite dan Fanta ini mengalami penjualan yang stagnan, sehingga perlu mengurangi biaya. Perusahaan ini juga berupaya mengembangkan minuman rendah gula untuk merespons penjualan minuman soda yang stagnan.

Persentase pegawai yang dipangkas ini adalah 1% dari keseluruhan jumlah pegawai Coca Cola, yaitu 100.300 orang. Jumlah penghematan yang ingin dicapai Coca-Cola adalah US$ 800 juta per tahun, dan dimulai pada 2019.

“Langkah ini (pemangkasan karyawan) memang sulit, namun perubahan ini penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bisa mendukung akselerasi pertumbuhan kinerja dan mengutamakan kebutuhan konsumen, dan perusanaan yang dibutuhkan di tengah kondisi dunia yang berubah cepat,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Coca-Cola, James Quincey, dilansir dari AFP, Rabu (25/4/2017).

Pada kuartal I-2017, laba bersih Coca-Cola turun 20,3% menjadi US$ 1,2 miliar. Pendapatan juga turun 11,3% menjadi US$ 9,1 miliar. Secara umum, penjualan Coca-Cola di dunia stagnan.

Kemang Dilanda Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa

Sukday.com – Banjir melanda kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Akibatnya, tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas di jalan tersebut.

Di Jl Kemang Utara IX, Jaksel, Rabu (26/4/2017), air sudah setinggi lebih dari setengah meter menggenangi wilayah tersebut. Motor dan mobil terpaksa harus memutar arah dan mengambil alternatif jalan lain.

Banjir ini juga berakibat pada sejumlah warung dan rumah warga sekitar. Air masuk dan menggenang de dalam warung.

Meski begitu, anak-anak kecil justru terlihat bermain di tengah tingginya air yang ada di Kemang Utara ini. Beberapa warga juga tampak berjalan kaki untuk melewati jalanan yang sudah digenangi air.

Hingga pukul 14.40 WIB, air masih belum surut. Sejumlah warga memilih untuk menunggu di tempat yang tidak digenangi air.

Warga Negara Nigeria Ditangkap Karena Bawa Sabu Seberat 2kg

Sukday.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka di sebuah rumah kos di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tersangka kedapatan menyimpan 2 kg sabu di kosan tersebut.

“Iya betul, tersangka kami tangkap pada Minggu (23/4) lalu,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (26/4/2017).

Selain Kabaka, polisi juga mengamankan seorang perempuan WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani di lokasi tersebut. Saat ini keduanya masih diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

“Barang bukti yang disita ada 22 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 2 kg,” imbuhnya.

Di hari yang sama, tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga menangkap dua orang pengedar Bibing Sarbini alias Kakek dan Rendy di Jl Guntur, Karang Tengah, Kota Tangerang. Dari keduanya, polisi menyita 3,9 gram sabu.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2 Pria Dikroyok Sampai Tewas

Sukday.com – Nanti (23), Ivan (24), dan Rifaid (37) alias Kevin melakukan pengeroyokan terhadap Badrodin dan Daud. Kejadian tersebut dilakukan di sebuah rumah kos di Cengkareng, Jakarta Barat.

“Dalam pengeroyokan itu, Badrodin mengalami luka dan Daud meninggal setelah dipukul kepala bagian belakang. Dia terjatuh, dan langsung dibawa ke RS, dan meninggal,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (26/4/2017).

Awalnya, Badrodin datang ke rumah kos tersebut untuk bertemu dengan anaknya pada Kamis (20/4) malam. Karena ribut, dia ditegur oleh Kevin yang indekos di sana.

“Karena tersinggung, Badrodin cekcok dengan salah satu pelaku. Akhirnya, mereka turun ke pelataran kosan. Di sana, pelaku K bersama pelaku lain yang merupakan penjaga kosan berkelahi dengan Badrodin,” kata Andi.

Bandrodin kemudian memanggil Daud untuk membantunya. Setelah itu, kedua korban dikeroyok tiga pelaku.

Setelah kejadian itu, Polres Jakarta Barat bersama Polsek Cengkareng mengejar pelaku. Ketiga pelaku ditangkap di dua lokasi.

“Tersangka K ditangkap di Jakarta. Dua orang di Balaraja, Tangerang. Setelah kejadian tersebut, pelaku sempat melarikan diri,” ucap Andi.

Akibat kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 170 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Tembak Anak Sendiri Sampai Tewas Lalu Kabur

Sukday.com – Seorang bocah berinisial BA (14) tewas tertembak pistol ayahnya sendiri, Aipda BS (43). Setelah insiden itu, anggota Polres Bengkulu membawa anaknya ke rumah sakit.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. “Iya betul. Kasusnya ditangani oleh Propam Polda Bengkulu,” ujar Rikwanto, Rabu (26/4/2017).

Insiden terjadi di rumah Aipda BS di Jl Sumatera 5 Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu pukul 04.00 WIB pagi tadi.

Kejadian bermula ketika BS dan keluarga sedang tertidur lelap. BS kemudian bangun karena mendengar suara pintu terbuka dan mengira ada pelaku pencurian masuk.

“Yang bersangkutan mengira ada pencuri masuk, kemudian mengambil senjata dan langsung menembakkan senjatanya itu,” imbuh Rikwanto.

Namun tanpa diduga, yang tertembak ternyata adalah anaknya sendiri. Korban mengalami luka tembak di bahu kananya.

“Setelah mengetahui itu anaknya sendiri yang tertembak, Aipda BS langsung membawanya ke rumah sakit,” ungkapnya.

Namun sayang, nyawa korban tidak terselamatkan akibat tembakan itu. BS kemudian menyerahkan senjatanya kepada pimpinannya usai kejadian. Setelah itu, Aipda BS melarikan diri.

Tersangka Penusukan Paspampres Diamankan

Sukday.com – Polisi mengamankan satu orang pria terkait penusukan dua anggota Paspampres, Pratu Riko Pasaribu dan Prada Fata Kudus di Gambir, Jakarta Pusat. Sampai saat ini pria yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai saksi.

“Yang diamankan semalam itu saksi, masih kami dalami keterangannya apakah memang ada keterlibatan atau tidak,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini. “Kalau bicara hukum kan harus projusticia, harus berdasarkan alat bukti,” imbuhnya.

Saat ini saksi tersebut masih diperiksa intensif di Polsek Gambir. Polisi masih punya waktu sampai nanti malam untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita masih punya waktu 1×24 jam untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau tidak ada alat buktinya ya harus kita lepaskan karena statusnya kan saksi,” terang Suyudi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saksi tersebut adalah teman dari terduga pelaku yang masih dikejar polisi.

Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Senin (24/4) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Kesehatan, di belakang Pura Paspampres. Korban dan pelaku sempat cekcok sebelum terjadi penusukan.

Usai cekcok mulut dengan pelaku, kedua anggota Paspamres itu ditusuk. Akibatnya, Pratu Pasaribu mengalami luka di bagian perut dan Prada Fata Kudus mengalami luka bagian punggung, lengan belakang dan pinggang belakang.

Keduanya kini sedang dirawat RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Belum diketahui identitas pelaku dan motif penusukan tersebut.

Polisi Sita 1.5kg Sabu Di Binjai

Sukday.com – Seorang pria di Binjai, Sumatera Utara (Sumut) dibekuk polisi karena kedapatan menjual narkoba. Polisi menyita 5 bungkus paket kecil berisi sabu dari tersangka.

“Pelaku bernama Riki Rikardo (24), warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota. Dia ini pekerja salon,” kata Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Bambang Tarigan, Rabu (26/4/2017).

Ia mengatakan, Riki ditangkap di Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Selasa (25/4) sore. Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, petugas kemudian menuju ke lokasi.

Setelah melakukan pengintaian, polisi kemudian mencokok Riki di sebuah gang di antara rumah warga. Dari tangannya, petugas menyita 5 paket sabu seberat 1,53 gram di kotak permen tempat sabu.

“Selain itu, juga disita 3 plastik kosong. Pelaku mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya dan pelaku juga mengakui sabu tersebut untuk dijualnya,” jelas Bambang.

Kini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Binjai. Sementara, kasus ini tengah dikembangkan polisi.

Modus Jual-Beli Tiket Lewat Agen Travel, Mahasiswi Diamankan Polisi

Sukday.com – Marieta Safitri dilaporkan ke Polda Jatim terkait kasus penipuan. Marieta, yang berstatus mahasiswi, diduga melakukan penipuan dengan modus jual-beli tiket melalui agen travel.

Salah satu korban dugaan penipuan Marieta yang bernama Icha melaporkan Marieta Pada 5 Desember 2016. Icha menyebut Marieta sering menawarkan tiket kepada keluarganya, termasuk dirinya.

Marieta pernah menawarkan kepada dirinya tiket ke Hong Kong dengan harga murah. Namun Icha tak menggubrisnya karena dirinya ingin pergi ke Bangkok untuk hadiah ulang tahunnya.

Marieta pun lantas mengaku juga mempunyai promo murah tiket ke Bangkok. Memang tiket yang ditawarkan Marieta lebih murah sekitar Rp 500 ribu. Awalnya Icha tak tertarik meski murah. Namun, karena terus didesak, Icha pun akhirnya menyetujuinya.

Keluarga Icha juga pernah ditawari tiket ke Eropa, Jepang, Australia, dan Singapura oleh Marieta. Semua tiket yang ditawarkan Marieta tak ada kejelasannya kecuali tiket ke Eropa dan Singapura. Dua tiket yang akhirnya jadi terbang itu pun juga mesti dibarengi dengan paksaan kepada Marieta.

Setahu Icha, modus yang digunakan Marieta adalah memberinya kode booking yang sudah tak berlaku lagi. Memang benar Marieta langsung membelikan tiket saat uang sudah diterima. Saat tiket terbeli, kode booking pun keluar. Saat kode booking sudah keluar, Marieta langsung melakukan refund. Kode booking itulah yang diberikan kepada Icha dan keluarganya.

Yang membuat Icha kesal dan geram adalah Marieta selalu mencatut nama keluarganya dan alamat rumahnya saat melakukan penipuan. Kepada korban yang lain, Marieta selalu mengaku sebagai kakak atau adik Icha, bahkan anak ibu Icha. Karena itu, keluarga Icha saat itu selalu didatangi orang yang tiba-tiba menuduhnya sebagai penipu.

karena banyaknya orang yang datang ke rumahnya, Icha sampai harus membuat tulisan pengumuman di rumahnya bahwa itu adalah rumahnya dan bukan rumah Marieta.

Selain penipuan, kelakuan lain yang dibuat Marieta terhadap keluarganya adalah pencurian. Laptop adik Icha, yang berisi file skripsi, hilang dicuri Marieta. Sebuah kamera yang diaku milik Marieta yang ternyata merupakan kamera sewaan juga membuat keluarga Icha dongkol.

Icha menambahkan, yang dia tahu, bukan hanya dia yang menjadi korban. Dari informasi yang dia peroleh, ada korban lain yang berasal dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta Selatan.

Icha berharap laporannya segera ditindaklanjuti polisi. Icha mengaku polisi sudah mengumpulkan alat dan barang bukti. Dan itu sudah cukup. Namun Marieta belum muncul dan masih dicari.

Nenek Tewas Dengan Pergelangan Tangan Terputus

Sukday.com – Pembunuhan sadis terjadi di Pasuruan. Seorang nenek asal Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dibunuh oleh orang tak dikenal di dalam rumahnya.

Korban Nayuha (60), tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia menderita luka di leher, wajah dan bahkan pergelangan tangannya putus.

“Pada saat pertama kali ditemukan kondisi wajahnya penuh dengan luka bacok. Salah satu tangannya putus. Ia tergeletak di depan kamar rumahnya,” kata sepupu korban, Sari, di Kamar Mayat RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan, Rabu (26/4/2017).

Menurut Sari, peristiwa yang terjadi Rabu dini hari itu tak diketahui siapapun, karena korban berada di rumah sendirian.

“Selama ini tinggal bersama dengan cucunya. Namun, pada saat kejadian cucu korban sedang keluar rumah. Dan cucu korban baru mengetahui kalau neneknya ini meninggal, ketika ia baru saja pulang ke rumah tersebut,” terangnya.

Polisi yang mendapat laporan kejadian ini langsung terjun ke TKP untuk melakukan indentifikasi dan olah TKP. Korban dibawa ke kamar mayat untuk divisum.

“Menurut keterangan cucu korban Ali Rihdo, saat dia pulang lampu rumah sudah mati. Awalnya dia tak curiga dan masuk ke rumah langsung menyalahkan televisi dalam keadaan lampu masih mati. Namun beberapa saat kemudian, ia menuju ke kamar neneknya dan menemukan korban sudah tewas bersimbah darah,” kata Kapolsek Pasrepan AKP Thohari.

Menurut Thohari, kasus ini murni pembunuhan karena tak ada barang korban yang diambil. Pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. “Motifnya belum diketahui pasti. Kami tengah mengejar para pelaku,” tuntas Thohari.

Polisi Tembak WNA Yang Membawa 2 Kg Narkoba

Sukday.com – Polisi menembak mati pria WN Nigeria Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka dan menangkap istrinya, WNI bernama Twevi Saomi alias Yani Andriyani, karena menyimpan 2 kg sabu. Sabu asal Guangzhou, China, itu diselundupkan di dalam sepatu.

Modusnya ini disimpan di sepatu. Jadi sabunya dimasukkan ke hak sepatu, kemudian dilem lagi dan dikareti.

barang haram tersebut dikirim dari Guangzhou, China, dengan menggunakan jasa ekspedisi dan dikirim lewat laut. Setiba di Jakarta, barang dikirim ke tempat kos yang disewa Yani di Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yani sendiri adalah pedagang pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. Sebelum tertangkap, Yani dan Kabaka pernah meloloskan paket 1 kg sabu.

Yani tergolong sebagai kurir. Dia dimanfaatkan oleh suaminya, WN Nigeria itu, untuk menjadi kurir sabu. Dan dia mengetahui bahwa paket tersebut adalah sabu, mungkin (motifnya) karena ekonomi juga.

Yani menyewa kamar kos seharga Rp 3 juta per bulan di kawasan Jl Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Barang tersebut sedianya akan dikirim kepada seorang bandar yang saat ini masih diselidiki oleh polisi. Bandarnya kita sudah tahu, sedang kita kembangkan.