Komnas Perempuan Geram Terkait Alasan Pelaku Pelecehan Seksual di Jatinegara

 

 

 

Sukday.com – Seorang laki-laki mengatakan spontan melakukan kekerasan seksual yang terjadi di kawasan Jatinegera, Jakarta Timur lantaran menyaksikan korban menggunakan daster. Komnas Perempuan mengatakan alsan Rifki menggambarkan budaya dengan menyalahkan korban.

“Budaya menyalahkan korban harus dihentikan. Alasan yang disampaikan pelaku menunjukkan bagaimana cara pandang yang diskriminatif terhadap perempuan masih cukup kuat di masyarakat kita,” ungkap Ketua Komnas Perempuan Azriana Rambe Manalu, Rabu (14/2/2018).

“Sebagaimana laki-laki, perempuan juga memiliki hak untuk menentukan pakaian apa yang ingin dikenakannya,” imbuhnya.

Ketua Komnas Perempuan mengatakan pentingnya para lelaki untuk merubah cara pandang mereka terhadap kaum wanita. “Tidak lagi melihat perempuan sebagai objek seksual,” ungkap Azriana.

Azriana menganggap dengan merubah pola pikir lelaki bahwa wanita bukan sebagai objek seksual dapat diusahakan dengan mempersatukan nilaihak asasi manusia (HAM) serta keadilan gender pada dunia pendidikan. Selanjutnya menumbuhkan pemikiran tubuh seseorang merupakan miliknya sendiri sehingga tidak memiliki hak untuk disemena-menakan oleh orang lain.

“Nilai-nilai HAM dan keadilan gender perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal dan non formal, termasuk dalam pendidikan di keluarga. Tubuh orang lain adalah kedaulatan atau milik yang empunya tubuh,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *