Tiga Hakim PN Dilaporkan Ke Komisi Yudisial Sebab Menyatakan Izin Pabrik Semen Kendeng Sah

Sukday.com – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Sebab, ketiganya menyatakan izin pabrik semen Kendeng sah. Padahal, berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK), izin pabrik semen itu dicabut.
Kasus dimulai saat dua warga yaitu Pramono Setyo Mustiko dan Agus Sugiharto menggugat izin Gubernur Jawa Tengah tentang pabrik semen. Dalam gugatannya, keduanya meminta majelis hakim PN Gresik menyatakan izin itu sah dan legal. Padahal Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan izin tersebut.
PN Gresik mengabuklan permohonan itu pada 27 Februari 2017. Trio hakim agung PN Gresik, Syaifudin Zuhri, anggota Putu Mahendra dan Aria Dedy menyatakan izin pabrik semen itu legal.

Putusan itu membuat kaget dan masyarakat melaporkan trio hakim itu ke KY.
Kejanggalan lain, gugatan perdata itu divonis dalam waktu yang singkat, tidak sampai 2 bulan.
Nah, dengan putusan PN Gresik itu, pabrik semen menjadikan novum untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis PK masyarakat. Azhar dkk meminta KY memantau proses tersebut.

Sukday.com – Sebuah mini bus tertabrak di perlintasan pitu Rel Kereta api Pasar Sigong, Pucung
Lor, Kroya, Cilacap. 5 orang meninggal seketika di kejadian dan 2 orang luka berat
dalam kejadian tersebut.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan kejadian kecelakaan
terjadi hari ini sekitar pukul 11.15 WIB di Km 404+9 antara Stasiun Kroya –
Kemranjen, tepatnya di Grumbul Sigong, Desa Pucung Lor, Kroya. Saat itu minibus Elf R
1724 EA melintasi perlintasan yang hanya dibuat dari palang kayu yang dijaga warga
sekitar.

“Bertabrakan dengan KA 79 Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung. Korban meninggal
sementara 5 orang dan korban luka berat 2 orang dibawa ke RS Agisna. Posisi
perlintasan bukan perlintasan resmi PT KAI. Hanya dijaga warga. Tapi informasinya
saat kejadian, tidak terjaga,” paparnya, Selasa (18/4/2017).

Kapolsek Kroya, AKP Suryo Probo, ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian
tersebut. Menurut dia, mobil minibus berangkat dari arah Desa Karangwangkal,
Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Dan pada saat melintasi perlintasan yang hanya dibuat
dengan palang kayu, tiba-tiba datang KA Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung juga
melintas.

“Korban meninggal 5 orang dewasa dari 8 penumpang minibus. Korban belum
diidentifikasi. Saat ini masih minta keterangan dari penjaga perlintasan,” kata Suryo
Probo.

Genangan Di Tol Bikin Semakin Merayap

Sukday.com – Kemacetan yang terjadi ketika jam pulang kerja pada Selasa malam hari ini terjadi dari jakarta ke arah Bekasi semakin
menjadi semut. Penyebabnya diketahui yaitu dikarenakan ada genangan air di jalan tol.

Berdaarkan info dari Jasa Marga, Selasa (11/4) per pukul 20.15 WIB, kemacetan terjadi dari Cawang sampai Gerbang Tol Bekasi
Barat di Km 12.

“Ada genangan di lajur kanan,” demikian pernyataan Jasa Marga melalui akun Twitter resminya.

Kendaraan yang melintas dari arah Cawang menuju Bekasi bergerak meranyap sangat pelan. Bahkan cenderung tidak bisa berjalan
sama seali.

Selain karena faktor adanya genangan, di sisi kiri ruas tol juga tengah dibangun jalur MRT. Penyempitan bahu jalan juga
menjadi salah satu faktor kemacetan parah yangterjadi semalam.

Adapun lalu lintas di Tol Dalam Kota di rentang Pancoran-Cawang cenderung padat, relatif lebih lancar dibanding Cawang-
Bekasi. Kemacetan parah ke arah timur baru terjadi selepas Cawang.

Di dalam kota, kemacetan parah terjadi di rentang antara Slipi dan Pancoran. Untuk arah sebaliknya dilaporkan lancar.

Enggar Resah Freeport Belum Ajukan Ijin Ekspor Hingga Sekarang

Sukday.com –  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku hingga saat ini belum juga menerima pengajuan izin ekspor konsentrat dari PT
Freeport Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya usai melakukan rakor mengenai penataan pasar dan pusat pembelanjaan, serta inflasi di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/4/2017) malam.

“Ya kalau belum keluar berati belum sampai,” kata Enggar.

Menurut Enggar, dia akan memberikan izin ekspor konsentrat kepada Freeport dalam waktu 24 jam setelah rekomendasi ekspor
diberikan pihak Freeport.

“Kalau begitu sampai satu hari paling lama keluar izinnya, Dia begitu diajukan dapat rekomendasi dari ESDM, begitu menerima
besok pagi keluar,” terangnya.

“Sampai sekarang belum keluar, dia enggak minta ya kita enggak kasih,” tambahnya lagi.

Demi Bekuk Pencopet, Polisi Berdandan Jadi Ibu-Ibu

Sukday.com – Polisi di Palembang rela menyamar sebagai ibu-ibu dengan mengenakan baju daster demi menangkap pencopet yang sudah lumayan lama meresahkan warga di Pasar 16 Ilir. Alhasil, polisi tersebut berhasil menangkap satu orang yang akan mencopetnya.

Sebelum melakukan aksinya itu, Anggota Polsek Ilir Timur I itu sudah lama mengintai tersangka. hal ini dilakukan berdasarkan dengan laporan warga dengan adanya pencopet dan penjambret yang selalu mengincar warga saat berbelanja di pasar tradisional yang berada tepat di sebelah Jembatan Ampera itu.

“Sudah menjadi target kita. Karena tersangka selalu melakukan pencopetan di lokasi tersebut. Sehingga untuk menangkap tersangka, anggota harus melakukan penyamaran, karena sangat lincah dan sulit untuk ditangkap,” ujar Kapolsek Ilir Timur I Kompol Rivanda, Jumat (14/4/2017).

Ketika tertangkap oleh polisi, tersangka berusaha berontak dan mencoba melarikan diri dari petugas. Beruntung, anggota yang berjumlah 4 orang berhasil membekuk tersangka dengan mengikatnya menggunakan tali rafia.

“Tidak ada barang bukti saat ditangkap di pasar. Saat ini masih kita lakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di pasar tersebut,” ucapnya.

Di Pasar 16 Ilir, warga yang menyaksikan penangkapan itu sempat terkejut melihat polisi menangkap tersangka. Pasalnya, polisi yang menyamar itu tidak dikenali warga.

“Kaget ada polisi pakai daster nangkap copet. Karena pas ditangkap, dia (tersangka, red) mau lari dan melawan polisi terus,” ujar salah seorang warga, Rinaldi.

Menurut Rinaldi, polisi sempat mengarahkan pistol ke bagian paha tersangka karena terus memberontak saat ditangkap, namun tidak jadi ditembak.

Rencana Ibukota Pindah Luar Jawa Akan Terealisasikan

Sukday.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ibu kota pindah ke luar Jawa. Rencana ini sedang dipelajari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, dalam kajian itu tidak hanya menimbang soal ketersediaan lahan, tapi juga memastikan lokasi ibu kota baru nanti bebas banjir.

“Jadi tolong tim kajian yang memang akan mengkaji itu tidak hanya persiapan tanah yang tersedia, juga harus memperhatikan aspek perkembangan hidrologisnya. Misalnya, apakah wilayah itu punya potensi terkena bencana banjir atau tidak,” kata Yayat, Jumat (14/4/2017).

Dengan begitu, peristiwa banjir yang rutin terjadi Jakarta saat musim hujan, tidak terulang di lokasi ibu kota baru.

“Kita tidak pernah merencanakan Jakarta sebagai ibu kota, karena mewariskan saja dari masa lalu. Ternyata, daerah yang ada di Jakarta ini punya potensi genangan karena merupakan wilayah dari delta atau muara dari sungai-sungai besar,” terang Yayat.

Selain bebas banjir, daya dukung dari ketersediaan air tanah ada atau tidak. Karenanya, pertambahan penduduk membutuhkan ketersediaan air baku yang cukup.

Bukan hanya lahannya yang harus cukup, namun pasokan air juga wajib ada.

“Jadi kondisi tanah juga harus dikaji untuk kelayakannya, bukan hanya sekadar ada tanah luas,” jelas Yayat.

Saat ini Bappenas sedang mengkaji Palangka Raya sebagai lokasi ibu kota baru. Selain itu, Bappenas akan mengkaji beberapa daerah lain sebagai lokasi ibu kota baru.

Yayat mengusulkan, Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam kajian pemerintah. Menurut Yayat, daerah-daerah di Sulsel yang bisa dipertimbangkan jadi lokasi ibu kota baru antara lain Makassar, Parepare, Bantaeng, dan Sidrap.

“Lahan di Sulsel masih bisa dikembangkan, masih bisa dicadangkan lahan. Tapi tolong tidak mengambil lahan-lahan untuk area pertanian subur. Tidak mengubah fungsi lahan-lahan pangan,” pungkas Yayat.

Si Jago Merah Lalap Disdukcapil Bandung

Sukday.com –  Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung di Kompleks Pemda, Soreang, Kabupaten Bandung, Sekitar Pukul 02.00 WIB, Jum’at (31/3/2017) ludes dilalap si jago merah.

“Yang terbakar ruangan kepala dinas dan sebagian ruangan yang ada di dekatnya. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik,” kata Kepala Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi Kasta Wiguna.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 Wib dengan 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung diterjunkan.

Kasta menambahkan, karena masih dalam proses perbaikan instalasi listrik, pelayanan administrasi kependudukan akan dibuka kembali, Senin (2/4/2017). “Insya Allah, Senin pelayanan sudah dapat beroperasi sebagaimana mestinya,” tuturnya.