Paket Ganja Kering Berhasil Digagalkan Di Aceh

Sukday.com – Rencana pengiriman ganja sebanyak 19 Kilogram yang bertujuan ke Jakarta berhasil untuk digagalkan oleh Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh. Tertera alaman tujuan yang akan dikirimi 19 Kg ganja tersebut yakni di kompleks DPR RI II Jalan Kebon Jeruk, Nomor 23 Jakarta Barat.

“Barang bukti 20 bal narkotika jenis ganja yang dimasukan ke dalam kotak sterofoam dibungkus goni warna putih dengan baik. Berat ganja tersebut 19 Kg,” kata Direktur Narkoba Polda Aceh Kombes Agus Sartijo, Minggu (15/10/2017).

Pihak kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman ganja tersebut pada Sabtu (14/10) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika itu, tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Aceh telah mendapat laporan terkait dengan adanya pengiriman barang yang berupa ganja dari kantor Pusat JNE di Banda Aceh.

Setelah menerima laporan, polisi langsung meluncur ke kantor JNE. Dengan segera tim langsung memeriksa apa isi yang ada di dalam paket dan memang benar adanya yang didalam paket tersebut merupakanganja yang berjumlah 20 bal ganja kering. Dengan adanya penemuan tersebut, barang bukti langsung diamankan sebagai barang bukti ke kantor Ditresnarkoba Polda Aceh.

Terdapat nama pengirim yakni Maufur, dan juga penerima kiriman yang bernama Rhahman dan juga tertulis alamatnya di Kompleks DPR RI II Jalan Kebon Jeruk Nomor 23 Jakarta Barat. Hingga kini masih belum jelas alamat tersebut benar adanya atau palsu. Saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap pengirim paket ganja tersebut.

“(Pelaku) masih kita selidiki,” jelas Agus.

Satu Orang Tewas Akibat Bentrokan Suporter Persita Dengan PSMS

Sukday.com – Bentrokan yang terjadi setelah pertandingan antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan di Cibinong, Bogor mewasklan satu orang korban. Korban tewas merupakan salah satu suporter dari Persita tangerang.

Korban tewas bernama Banu Rusman (17). Diketahui, Banu bisa dikatakan sangat sering menonton secara langsung pertandingan Persita semasa hidupnya. Korban bertempat tinggal di RT02/04 Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan.

“Dia emang sering nonton Persita. Sejak dia udah SMK lah,” kata teman sebaya korban, Rahman, Kamis (12/10/2017). Korban merupakan samah satu siswa yang bersekolah di SMK PGRI 11, Serpong dan duduk di kelas X.

Sejumlah teman dan guru korban saat di bangku SMP juga melayat ke kediaman korban.

“Anaknya senang bergaul, makanya temannya banyak. Waktu masih SMP dia senang futsal, suka main musik juga,” kata Leni Alfiani, guru korban saat sekolah di SMP PGRI 35 Serpong. Leni mendengar kabar meninggalnya Banu pada Kamis Sore. Dia terakhir bertemu mantan muridnya itu pada Agustus lalu.

“Terakhir ketemu Agustus, waktu 17-an. Waktu itu saya tampil di sini, kebetulan dia panitianya,” lanjut Leni.

Banu tewas akibat bentrokan usai pertandingan pada Rabu (11/10) lalu. Bentrokan terjadi setelah sejumlah suporter Persita turun ke lapangan usai pertandingan. Selain Banu, 18 suporter lainnya juga dibawa ke rumah sakit akibat kerusuhan itu. Kelompok suporter Persita, Laskar Benteng Viola, ingin kejadian itu diusut tuntas.

“Tentu langkah-langkah hukum yang kita ingin kedepankan. Kami ingin ini diusut juga, sampai bertemu pelaku yang sebenarnya,” kata Ketua Umum Laskar Benteng Viola Anto Setyarosa yang juga melayat ke rumah duka.

12 Kambing Kembali Mati Secara Misterius Di Gunungkidul

Sukday.com – Matinya kambing yang diduga diserang oleh hewan liar kembali terjadi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Kali ini ada sebanyak 12 kambing yang mati dengan luka yang sama yakni pada bagian leher seperti kejadian sebelumnya yang pernah terjadi.

Keduabelas kambing tersebut mati dengan cara yang tidak masuk akal. Sedangkan dua kambing lainnya hanya mengalami luka-luka. “Kami yakin, 12 kambing yang menjadi korban diserang hewan liar,” kata Kepala Dukuh Duwet, Desa Purwodadi, Taufik, Selasa (10/10/2017).

Taufik menerangkan, 12 kambing yang mati ini milik empat warga Desa Purwodadi. Mereka yakni Kasiran dengan empat kambing mati dan satu terluka. Talip dengan satu kambing mati dan satu terluka. Ny Suti dengan tiga kambing mati, dan Parsoyo dengan empat kambing mati.

“Kondisi kambing-kambing yang mati sama seperti sebelumnya, yakni luka gigitan (hanya dihisap darahnya),” ungkapnya.

Kapala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus berupaya menekan serangan hewan liar terhadap kambing-kambing warga. Caranya dengan mengimbau agar warga mau membawa pulang kambingnya ke rumah. Bukan di kandang yang berjauhan dengan tempat tinggal.

Memang kebanyakan warga Desa Purwodadi selama ini membuat kandang ternaknya di ladang dan hutan. Tujuannya agar ternak mereka dekat dengan sumber pakan. Namun belakangan ini banyak ternak warga mati secara misterius di kandangnya.

“Ya kami (sudah) mengimbau,” jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Suseno Budi menambahkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan UPT Puskeswan Kecamatan Tepus. Untuk mencari tahu detail kematian ternak milik warga tersebut.

Satu Pemuda Di Bandung Tewas Tenggak Oplosan Spirtus

Sukday.com – Seorang remaja di Bandung tewas setelah meminum minuman yang diduga telah di oplos. Korban yang bernama Dede Yusup (17) diduga telah mengoplos minuman yang dia minum dengan spirtus.

Dede merupakan salah satu warga Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kejadian bermula saat Dede dan sejumlah temannya menggelar pesta miras pada Jumat 6 Oktober 2017 sekitar pukul 12.00 WIB di Buper Saguling, Kampung Suramanggala, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, KBB.

“Saat itu yang minum enam orang. Termasuk Dede Yusup, korban meninggal dunia,” jelas Yusri, Minggu (8/10/2017).

Selain mengakibatkan Dede tewas, dua teman Dede juga terpaksa harus mendapatkan perawatan di RS Cililin KBB. Kedua rekan Dede yakni Yoga Permana (16) dan Gana (24).

“Korban Dede Yusup meninggal tadi pagi sekitar pukul 9.30 WIB,” jelas Yusri kembali.

Dari keterangan para korban yang masih dalam perawatan polisi mendapatkan fakta terkait apa yang mereka minum yakni minuman oplosan berupa air spirtus, kopi bubuk instan, dan minuman bubuk perasa buah.

Untuk kepentingan penyelidikan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban yang masih hidup. Selain itu Tim Inafis Polres Cimahi juga sudah melakukan pemeriksaan di TKP.

“Untuk korban meninggal dunia sudah dibawa oleh pihak keluarga. Sementara dua korban lainnya masih dirawat di RS Cililin,” pungkas Yusri.

Delapan Jam Api Belum Bisa Dipadamkan Di Apartemen Cinere Bellevue

Sukday.com – Kebakaran yang terjadi di Apartemen Cinere Bellevue, Depok hingga Kamis pagi masih belum juga berhasil untuk dipadamkan. Sudah hampir 8 jam lamanya para petugas kebakaran berupaya untuk memadamkannya.

“Masih ditangani anggota di TKP, info terakhir seperti itu,” kata petugas Pemadam Kebakaran UPT Cinere, Depok, Anwar, Kamis (5/10/2017) sekitar pukul 04.30 WIB.

Untuk penyebab kebakaran, hingga kini masih belum bisa diketahui. Selain itu juga belum bisa dipastikan berapa unit pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Diketahui dari informasi terkahir Mako Damkar Depok sudah mengerahkan 4 unit mobil pemada. Selain berupaya memadamkan api, petugas juga harus mengevakuasi penghuni yang terjebak dalam apartemen.

Kebakaran itu terjadi sejak Rabu (4/10) sekitar pukul 20.30 WIB. Kebakaran bermula dari genset yang berada di lantai basement apartemen.

PT Megapolitan selaku pihak apartemen menyebut bangunan itu memiliki 586 unit. Sebagian penghuni yang dievakuisi diungsikan ke hotel sekitar apartemen.

“Proses evakuasi masih berjalan untuk apartemen yang terdiri dari dua tower dengan total unit yang dihuni sebesar 586 unit. Sebagian besar penghuni dan staf telah berhasil dievakuasi dan diarahkan ke hotel-hotel yang berada di sekitar lokasi,” kata Direktur PT Megapolitan Ronald Wihardja dalam keterangannya.

Hari Ini Malioboro Kembali Ramai Pengunjung

Sukday.com – Pada hari kemarn Selasa Wage, semua PKL yang berjualan di sepanjang jalan Malioboro libur. Pagi tadi para pedagang kemabli berjualan dan seketika suasana sepanjang jalan Malioboro ramai seperti biasanya.

Para PKL meliburkan diri selama sehari karena peraturan yang memang diturunkan oleh Wali Kota Yogyakarta terkait HUT ke-261 Kota Yogyakarta. Lapak-lapak PKL sudah digelar sejak pagi. Berbagai barang dagangan khas Malioboro mulai dari kaos, batik, dan beragam kerajinan sudah tertata rapi menunggu pembeli.

Wisatawan kembali tampak menjelajahi lorong-lorong di depan pertokoan di sisi barat dan timur Jalan Malioboro. Setelah leren (istirahat) seharian, kini PKL kembali menjemput rupiah di jantung Kota Gudeg ini.

Salah seorang pedagang, Prapto (55) mengaku tak masalah dengan kebijakan libur setiap hari Selasa Wage ini. Dia juga tak khawatir pendapatannya harus hilang karena libur seharian.

“Kalau saya ikut saja, santai saja. Kerja bakti ikut, nggak ada masalah kok. Kalau soal rezeki itu sudah diatur, namanya dagang kadang ramai kadang sepi itu biasa,” kata Prapto, Rabu (27/9/2017).

Liburnya PKL di Malioboro kemarin, menuai beragam pendapat. Beberapa wisatawan mengaku kaget saat mendapati Malioboro kosong melompong dari PKL.

Ada juga wisatawan yang sudah mengetahui rencana PKL libur dari pemberitaan, tapi sengaja datang untuk menikmati suasana yang berbeda di Malioboro. Mereka tak masalah dengan kebiasaan baru ini karena paham hal ini demi merawat Malioboro.

Bahkan ada seorang wisatawan asal Makassar, Gusyen Helen Tolayuk (20) yang malah ikut bekerja bakti membersihkan wilayah Malioboro. Menurutnya, menggunakan waktu libur sehari untuk gotong royong membersihkan Malioboro adalah ide bagus.

“Saya diajak ikut, senang sih. Kalau begini kan masyarakat lebih nyaman karena bersih,” katanya.

DKI Butuhkan 14 Ribu Guru Agama Dan OR

Sukday.com – Sebanyak 14 ribu guru dibutuhkan di DKI untuk mengisi kekosongan para pengajar yang berada di seluruh DKI. Posisi yang kosong merupakan guru yang ditujukan untuk mata pelajaran olahraga dan agama. “Yang dominan masih terasa banget itu kita kurang guru penjaskes dan guru agama,” kata Bowo, Rabu (27/9/2017).

Dinamisnya perubahan kurikulum, menurut Bowo, juga menyebabkan terjadinya kekurangan guru tersebut. Dia menyebut kekurangan guru itu terdapat pada mata pelajaran baru yang ada di SMK.

“Kemudian kekurangan guru, seperti di SMK, SMK itu kan sangat dinamis dengan perubahan kurikulum, spektrum paket keahlian,” jelasnya.

“Contohnya misalnya, kurikulum untuk mata pelajaran animasi. Jurusan itu kan baru berlangsung 4-5 tahun. Lalu ada jurusan teknik kendaraan ringan, tiba-tiba ada mata pelajaran prakarya,” sambungnya.

Kuota guru yang dibutuhkan pada saat ini sudah diluar dari guru bantu yang ada. Pihak Pemprov DKI tidak bisa langsung mengangkat guru kontrak yang ada karena terbentur regulasi.

“Di kontrak kan sudah dijelaskan bahwa tenaga kontrak tidak serta-merta bisa diangkat menjadi PNS. Cuma mudah-mudahan dokumen guru kontrak itu bisa menjadi lampiran pengalaman kerja. Regulasinya kan dari MenPAN-RB,” sebutnya.

Pemprov DKI Jakarta kekurangan 14 ribu guru akibat moratorium PNS yang masih diberlakukan KemenPAN-RB. Setiap tahun terdapat sekitar 2.000 guru yang pensiun. Pada tahun ajaran baru mendatang, sekolah negeri di Jakarta akan terancam kekurangan guru.

Serangan Burung Hambat Penerbangan Di bandara Kualanamu

Sukday.com – Serangan burung pada akhir-akhir ini sempat menjadi penyebab gangguan penerbangan di Bandara Kualanamu Agen Sbobet. Beberapa penerbangan sempat terganggu dengan adanya serangan burung tersebut. Pihak dari Bandara sendiri sudah mulai melakukan antisipasi dengan menyediakan alat untuk memngusir para burung yang menyerang di udara.

Sebelumnya, pesawat AirAsia Indonesia tujuan Malaysia kembali ke landasan karena ada burung yang menabrak mesin jetnya. Junior Manager Branch Communication Bandara Kualanamu Abdi Negoro mengatakan saat ini Bandara Kualanamu sudah memiliki perangkat pengusir burung.

“Cara kerjanya dengan pengeras suara yang menghasilkan burung pemangsa yang ada di sekitar Bandara (Kualanamu),” kata Abdi, Rabu (27/9/2017).

Dengan menggunakan alat tersebut, pihaknya berharap burung yang menjadi penghambat penerbangan akan berpikiran ada burung pemangsa yang sedang mengincar burung tersebut. Dengan demikian, burung tersebut akan pergi ke tempat lain untuk menghindari burung pemangsa.

Meski sudah memiliki perangkat pengusir burung, ‘serangan’ burung terhadap pesawat AirAsia terjadi pada Selasa (26/9). Abdi menyebut perangkat pengusir burung itu hanya bersifat antisipasi.

“Alat tersebut bersifat untuk antisipasi, jadi tidak bisa dijanjikan 100 persen bahwa setelah ada alat tersebut burung akan hilang. Namun demikian, pengelola bandara akan mengevaluasi kejadian tersebut,” tukas Abdi.

Pemuda Di Malang Bunuh Ibu Kandung Karena Tak Kunjung Dibelikan Helm

Sukday.com – Seorang pemuda di Malang tega membunuh ibu kandungnya sendiri hanya karena kesal tidak pernah merasa diperhatikan sebagai seorang anak. Tersangka yang bernama Dwi Prayogi (20) tersebut ternyata sudah lama mempunyai niat ingin membunuh ibu kandungnya sendiri.

Pelaku yang hanya tamatan SMP tersebut juga mengakui rencana pembunuhan ibunya sudah sejak dirinya masih duduk di kelas 2 SMP. “Pelaku sudah lama merencanakan untuk menganiaya korban. Semua dilatarbelakangi kesal atau sakit hati,” beber Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Rabu (26/9/2017).

Kronologi kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada malam hari. Pelaku baru pulang setelah menonton futsal dan dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Mungkin mabuk atau bagaimana, pelaku tertidur dan bangun sekitar pukul 2 pagi. Kemudian mendatangi kamar korban, niat untuk membunuh urung dilakukan sampai tiga kali. Setelah itu baru memukul korban dengan talenan dan mengikat leher korban dengan kawat seling,” urai kapolres.

Pada saat pemeriksaan, pelaku mengaku kesal dan sakit hati, karena ibunya lebih memperhatikan kakak serta adik kandungnya. “Saya minta tidak pernah dikasih, kakak minta motor dibelikan, adik juga. Makanya saya jengkel,” ujar Prayogi.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini menyebut, permintaannya untuk dibelikan helm, tidak kunjung direspon oleh ibunya. Kekesalan semakin menumpuk, hingga nekat membunuhnya ibunya.

“Saya minta helm tidak dibelikan. Ibu pilih kasih, waktu saya ikat lehernya masih hidup,” terang Prayogi.

Sementara itu tidak tampak wajah penyesalan pada Prayogi, meski hukuman mati atau seumur hidup bakal diterimanya. Ditanya apakah menyesal dengan perbuatannya, Yogi hanya menjawab sedikit. “Sedikit, saya kesal ibu pilih kasih,” jawab pelaku.

Sadis, Pemuda Bunuh Ibunya Dengan Talenan

Sukday.com – Seorang ibu rumah tangga yang bernama Suyati (42) ditemukan didalam kamarnya sendiri dengan keadaan bersimbah darah. Tidak ada yang menyangka jika IRT muda tersebut tewas ditangan anak kandungnya sendiri.

“Awal, terima laporan ada warga gantung diri. Kita olah TKP, ditemukan fakta-fakta berbeda, korban diduga kuat meninggal karena dianiaya,” ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Rabu (26/9/2017) sore.

Hal tersebut terungkap setelah diadakan pemeriksaan olah TKP Tim Forensik Satreskrim Polres Malang. Terkuaknya korban tewas akibat dibunuh dilihat setelah terbukti ada beberapa bekas luka yang ditemukan. Warga Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, ini mengalami luka di bagian kepala, serta bercak darah di atas tempat tidur serta dinding kamar tidur.

“Bantal berlumuran darah, dan tempurung kepala korban pecah, karena pukulan benda tumpul. Laporan awal gantung diri, tetapi tidak ditemukan indikasi kuat mengarah kesana (gantung diri), justru sebaliknya,” sambung Kapolres Ujung.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan meminta keterangan semua kerabat korban. Termasuk, putra korban Prayogi melaporkan pertama kali kepada keluarga, ibunya tewas gantung diri.

“Kami periksa semua kerabat dan anak korban yang akhirnya mengakui perbuatannya,” tegas Kapolres.

Pelaku menjelaskan, dia menganiaya ibunya sendiri hingga tewas dengan menggunakan alat dapur terbuat dari kayu atau talenan. Aksi sadisnya tersebut dia lakukan pada saat korban tidur pulas di kamarnya.

“Dipukul pakai telenan kayu di bagian kepala. Itu terjadi pada pukul 2 dini hari tadi,” beber Ujung.

Setelah menganiaya ibunya, pelaku mengambil kawat seling motor untuk diikatkan ke leher korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan rumah, sebelum merekayasa TKP telah terjadi gantung diri.

“Biar seakan memang benar gantung diri, pelaku keluar rumah dan kemudian memberitahu kerabat ibunya gantung diri,” ujar kapolres.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Yakni, pakaian pelaku, talenan, hingga bantal yang berlumuran darah. Atas perbuatannya Prayogi terancam hukuman mati.