Mantan Ketua PARFI,Aa Gatot Di Vonis 8 th Penjara Dan Denda 1 M

Sukday.com – Mantan Ketua PARFI Gatot Brajamusti alias Aa Gatot divonis 8 tahun penjara dan denda 1 M dgn subsidiar 3 bulan penjara terkait kepemilikan sabu. Vonis terhadap Aa Gatot lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 13 tahun penjara.
Cheppy Ahmad Hidayat,Ditresnarkoba Polda NTB AKBP mengatakan sidang vonis terhadap Aa Gatot digelar siang tadi di Pengadilan Negeri (PN Mataram). Aa Gatot dinyatakan terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika.
Chappy menambahkan, dengan adanya hukuman ini, penahanan Aa Gatot akan dipindah dari Rutan ke Lapas di NTB.
Chappy menjelaskan itu masih berjalan. Kasus Aa Gatot di Polda Metro salah satunya adalah kasus dugaan pencabulan dan kepemilikan senpi tanpa izin.
Sedangkan Kasiepenkum Kejati NTB Dedi Irawan, mengatakan istri Aa Gatot, Dewi Aminah juga divonis hari ini. Dewi dinyatakan melanggar pasal 127 UU No 35/2009 tentang pemakaian Narkotika. Dewi divonis 6 bulan penjara.

Tiga Hakim PN Dilaporkan Ke Komisi Yudisial Sebab Menyatakan Izin Pabrik Semen Kendeng Sah

Sukday.com – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Sebab, ketiganya menyatakan izin pabrik semen Kendeng sah. Padahal, berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK), izin pabrik semen itu dicabut.
Kasus dimulai saat dua warga yaitu Pramono Setyo Mustiko dan Agus Sugiharto menggugat izin Gubernur Jawa Tengah tentang pabrik semen. Dalam gugatannya, keduanya meminta majelis hakim PN Gresik menyatakan izin itu sah dan legal. Padahal Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan izin tersebut.
PN Gresik mengabuklan permohonan itu pada 27 Februari 2017. Trio hakim agung PN Gresik, Syaifudin Zuhri, anggota Putu Mahendra dan Aria Dedy menyatakan izin pabrik semen itu legal.

Putusan itu membuat kaget dan masyarakat melaporkan trio hakim itu ke KY.
Kejanggalan lain, gugatan perdata itu divonis dalam waktu yang singkat, tidak sampai 2 bulan.
Nah, dengan putusan PN Gresik itu, pabrik semen menjadikan novum untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis PK masyarakat. Azhar dkk meminta KY memantau proses tersebut.

Sukday.com – Sebuah mini bus tertabrak di perlintasan pitu Rel Kereta api Pasar Sigong, Pucung
Lor, Kroya, Cilacap. 5 orang meninggal seketika di kejadian dan 2 orang luka berat
dalam kejadian tersebut.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan kejadian kecelakaan
terjadi hari ini sekitar pukul 11.15 WIB di Km 404+9 antara Stasiun Kroya –
Kemranjen, tepatnya di Grumbul Sigong, Desa Pucung Lor, Kroya. Saat itu minibus Elf R
1724 EA melintasi perlintasan yang hanya dibuat dari palang kayu yang dijaga warga
sekitar.

“Bertabrakan dengan KA 79 Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung. Korban meninggal
sementara 5 orang dan korban luka berat 2 orang dibawa ke RS Agisna. Posisi
perlintasan bukan perlintasan resmi PT KAI. Hanya dijaga warga. Tapi informasinya
saat kejadian, tidak terjaga,” paparnya, Selasa (18/4/2017).

Kapolsek Kroya, AKP Suryo Probo, ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian
tersebut. Menurut dia, mobil minibus berangkat dari arah Desa Karangwangkal,
Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Dan pada saat melintasi perlintasan yang hanya dibuat
dengan palang kayu, tiba-tiba datang KA Lodaya Pagi jurusan Solo – Bandung juga
melintas.

“Korban meninggal 5 orang dewasa dari 8 penumpang minibus. Korban belum
diidentifikasi. Saat ini masih minta keterangan dari penjaga perlintasan,” kata Suryo
Probo.

Genangan Di Tol Bikin Semakin Merayap

Sukday.com – Kemacetan yang terjadi ketika jam pulang kerja pada Selasa malam hari ini terjadi dari jakarta ke arah Bekasi semakin
menjadi semut. Penyebabnya diketahui yaitu dikarenakan ada genangan air di jalan tol.

Berdaarkan info dari Jasa Marga, Selasa (11/4) per pukul 20.15 WIB, kemacetan terjadi dari Cawang sampai Gerbang Tol Bekasi
Barat di Km 12.

“Ada genangan di lajur kanan,” demikian pernyataan Jasa Marga melalui akun Twitter resminya.

Kendaraan yang melintas dari arah Cawang menuju Bekasi bergerak meranyap sangat pelan. Bahkan cenderung tidak bisa berjalan
sama seali.

Selain karena faktor adanya genangan, di sisi kiri ruas tol juga tengah dibangun jalur MRT. Penyempitan bahu jalan juga
menjadi salah satu faktor kemacetan parah yangterjadi semalam.

Adapun lalu lintas di Tol Dalam Kota di rentang Pancoran-Cawang cenderung padat, relatif lebih lancar dibanding Cawang-
Bekasi. Kemacetan parah ke arah timur baru terjadi selepas Cawang.

Di dalam kota, kemacetan parah terjadi di rentang antara Slipi dan Pancoran. Untuk arah sebaliknya dilaporkan lancar.

Enggar Resah Freeport Belum Ajukan Ijin Ekspor Hingga Sekarang

Sukday.com – ┬áMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku hingga saat ini belum juga menerima pengajuan izin ekspor konsentrat dari PT
Freeport Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya usai melakukan rakor mengenai penataan pasar dan pusat pembelanjaan, serta inflasi di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/4/2017) malam.

“Ya kalau belum keluar berati belum sampai,” kata Enggar.

Menurut Enggar, dia akan memberikan izin ekspor konsentrat kepada Freeport dalam waktu 24 jam setelah rekomendasi ekspor
diberikan pihak Freeport.

“Kalau begitu sampai satu hari paling lama keluar izinnya, Dia begitu diajukan dapat rekomendasi dari ESDM, begitu menerima
besok pagi keluar,” terangnya.

“Sampai sekarang belum keluar, dia enggak minta ya kita enggak kasih,” tambahnya lagi.

Berkah Di Balik Angin Puting Beliung

Sukday.com – Abah Opan (60) warga Kampung Nenggeng, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat akhirnya bisa tersenyum setelah rumahnya yang ambruk karena puting beliung sebulan lalu kembali dibangun. Ia semakin bahagia karena rumahnya yang asalnya berdinding bilik, sekarang menjadi tembok.

Saat angin puting beliung datang, di dalam rumah hanya ada istrinya Mak Nunung (50), sementara Abah Opan dan enam anaknya sedang beraktivitas di luar. “Mak Nunung loncat dari ketinggian 4 meter, kaki dan tangannya terkilir. Saat itu kita bawa untuk pengobatan tradisional,” cerita Indra tokoh pemuda setempat di sela-sela finishing perbaikan rumah Abah Opan, Jumat (14/4/2017).

Menurut Indra, Abah Opan tak sanggup memperbaiki rumahnya yang hancur. Akhirnya warga pun berembug. Uang perelek yang selama ini dikumpulkan warga, disepakati akan digunakan untuk memperbaiki rumah Abah Opan.

Semua puing disingkirkan, tanah tempat berdirinya rumah ambruk milik Abah Opan lalu diratakan, warga dan pemuda bahu-membahu membuat pondasi awal.

“Semua kita bikin dari nol, koordinasi dengan ketua RT ada uang sebesar Rp 4 Juta, banyak juga dermawan khususnya dari organisasi Pemuda Pancasila (PP) yang membantu berupa semen dan batu bata. Akhirnya kami sepakat menyulap rumah milik Abah yang asalnya gubuk bambu menjadi permanen,” lanjut Indra yang juga ketua Organisasi PP di Kecamatan Caringin ini.

Waktu pengerjaan sendiri berjalan selama 3 minggu, gotong royong menjadi alasan cepatnya waktu pengerjaan. “Bahan sudah terkumpul, langsung kita kebut semua warga dan pemuda desa terlibat. Tidak ada bayaran, hanya makan siang itupun modal ngeliwet,” tuturnya lagi.

Indra menyebut program perelek adalah hasil inisiasi para pemuda dan tokoh masyarakat di kecamatan dan sudah berjalan selama 1 tahun. Kegiatan perelek adalah di mana warga mengumpulkan uang atau beras dengan cara menyimpannya dalam sebuah tempat yang sebelumnya telah disediakan petugas untuk dikumpulkan dan dipergunakan, dimanfaatkan oleh, dari dan untuk kepentingan warga. Ini merupakan kearifan budaya Sunda yang kini hampir punah.

Setiap bulan, beras digunakan untuk membantu warga yang kekurangan begitu juga uang yang terkumpul dipakai untuk membantu warga lainnya yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, sudah terbentuk beberapa kegiatan mandiri yang melibatkan masyarakat. Kami tidak ingin selalu bergantung ke pemerintah, ketika kami sendiri bisa berbuat nah itu yang kami kerjakan,” sambungnya.

Menurut Indra, budaya gotong royong saat ini perlahan mulai dilupakan oleh masyarakat pedesaan dengan adanya infak dan perelek segala kesulitan masyarakat bisa diatasi tanpa kendala karena mengedepankan kebersamaan.

“Dalam organisasi kami punya tagline ‘Sukabumi Hudang Euy’ yang dijadikan filosofi agar kita tidak terjebak dalam birokrasi pemerintahan yang kadang rumit dan prosesnya memakan waktu lama. Bisa dibayangkan entah kapan Abah Opan dan keluarganya bisa berdiri lagi rumahnya jika kita berharap bantuan rehab dari pemerintah,” tuturnya.

Selain Abah Opan, program perelek juga berhasil mengentaskan pemilik Rutilahu dan masyarakat yang berhadapan dengan fenomena sosial lainnya.

“Ada mak Ining yang rumahnya juga tidak layak huni, ada juga Mak Ooy yang kita bantu untuk menjalani pengobatan kangker payudara. Kami juga bersyukur virus kemandirian ini terus menyebar ke wilayah lainnya dan menjadi program tetap dari organisasi kami,” tutupnya.

Demi Bekuk Pencopet, Polisi Berdandan Jadi Ibu-Ibu

Sukday.com – Polisi di Palembang rela menyamar sebagai ibu-ibu dengan mengenakan baju daster demi menangkap pencopet yang sudah lumayan lama meresahkan warga di Pasar 16 Ilir. Alhasil, polisi tersebut berhasil menangkap satu orang yang akan mencopetnya.

Sebelum melakukan aksinya itu, Anggota Polsek Ilir Timur I itu sudah lama mengintai tersangka. hal ini dilakukan berdasarkan dengan laporan warga dengan adanya pencopet dan penjambret yang selalu mengincar warga saat berbelanja di pasar tradisional yang berada tepat di sebelah Jembatan Ampera itu.

“Sudah menjadi target kita. Karena tersangka selalu melakukan pencopetan di lokasi tersebut. Sehingga untuk menangkap tersangka, anggota harus melakukan penyamaran, karena sangat lincah dan sulit untuk ditangkap,” ujar Kapolsek Ilir Timur I Kompol Rivanda, Jumat (14/4/2017).

Ketika tertangkap oleh polisi, tersangka berusaha berontak dan mencoba melarikan diri dari petugas. Beruntung, anggota yang berjumlah 4 orang berhasil membekuk tersangka dengan mengikatnya menggunakan tali rafia.

“Tidak ada barang bukti saat ditangkap di pasar. Saat ini masih kita lakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di pasar tersebut,” ucapnya.

Di Pasar 16 Ilir, warga yang menyaksikan penangkapan itu sempat terkejut melihat polisi menangkap tersangka. Pasalnya, polisi yang menyamar itu tidak dikenali warga.

“Kaget ada polisi pakai daster nangkap copet. Karena pas ditangkap, dia (tersangka, red) mau lari dan melawan polisi terus,” ujar salah seorang warga, Rinaldi.

Menurut Rinaldi, polisi sempat mengarahkan pistol ke bagian paha tersangka karena terus memberontak saat ditangkap, namun tidak jadi ditembak.

Rencana Ibukota Pindah Luar Jawa Akan Terealisasikan

Sukday.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ibu kota pindah ke luar Jawa. Rencana ini sedang dipelajari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, dalam kajian itu tidak hanya menimbang soal ketersediaan lahan, tapi juga memastikan lokasi ibu kota baru nanti bebas banjir.

“Jadi tolong tim kajian yang memang akan mengkaji itu tidak hanya persiapan tanah yang tersedia, juga harus memperhatikan aspek perkembangan hidrologisnya. Misalnya, apakah wilayah itu punya potensi terkena bencana banjir atau tidak,” kata Yayat, Jumat (14/4/2017).

Dengan begitu, peristiwa banjir yang rutin terjadi Jakarta saat musim hujan, tidak terulang di lokasi ibu kota baru.

“Kita tidak pernah merencanakan Jakarta sebagai ibu kota, karena mewariskan saja dari masa lalu. Ternyata, daerah yang ada di Jakarta ini punya potensi genangan karena merupakan wilayah dari delta atau muara dari sungai-sungai besar,” terang Yayat.

Selain bebas banjir, daya dukung dari ketersediaan air tanah ada atau tidak. Karenanya, pertambahan penduduk membutuhkan ketersediaan air baku yang cukup.

Bukan hanya lahannya yang harus cukup, namun pasokan air juga wajib ada.

“Jadi kondisi tanah juga harus dikaji untuk kelayakannya, bukan hanya sekadar ada tanah luas,” jelas Yayat.

Saat ini Bappenas sedang mengkaji Palangka Raya sebagai lokasi ibu kota baru. Selain itu, Bappenas akan mengkaji beberapa daerah lain sebagai lokasi ibu kota baru.

Yayat mengusulkan, Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam kajian pemerintah. Menurut Yayat, daerah-daerah di Sulsel yang bisa dipertimbangkan jadi lokasi ibu kota baru antara lain Makassar, Parepare, Bantaeng, dan Sidrap.

“Lahan di Sulsel masih bisa dikembangkan, masih bisa dicadangkan lahan. Tapi tolong tidak mengambil lahan-lahan untuk area pertanian subur. Tidak mengubah fungsi lahan-lahan pangan,” pungkas Yayat.

Integrasi Sistem Transaksi Pembayaran Tol

Sukday.com –┬áSelain ruas tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak, tol Jakarta Bogor Ciawi (Jagorawi) juga akan melakukan integrasi sistem transaksi pembayaran tol.
Dengan adanya perubahan ini, maka transaksi GT Cibubur Utama dan Cimanggis Utama akan dihilangkan dan mulai akan diberlalukan pada tanggal 23 Mei 2017 mendatang. Perubahan sistem transaksi Tol Jagorawi menjadi transaksi terbuka seluruh segmen dari Cawang-Ciawi dengan tarif tunggal dengan satu kali transaksi.
Direncanakan tanggal 23 Mei, (Gerbang Tol) Cibubur dan Cimanggis, itu juga akan kita release (tiadakan). Karena waktu yang kita buang di sana, semua diharuskan berhenti dari 30 menit bahkan sampai 1 jam.
Pengguna dari arah Jakarta ke Ciawi nantinya akan melakukan transaksi di off ramp (pintu keluar).

Sedangkan pengguna jalan tol arah Ciawi ke Jakarta melakukan transaksi pada on ramp (gerbang masuk tol). Pengguna jalan tol arah SS Taman Mini-Ciawi melakukan transaksi pada off-ramp pay. Pengguna jalan tol arah Ciawi-Jakarta melakukan transaksi pada off-ramp.
Meski belum mau menyebutkan nominalnya, Herry mengatakan, bakal ada penyesuaian tarif juga pada perubahan sistem transaksi yang terintegrasi ini. Konsepnya pun sama dengan tol Jakarta-Tangerang-Merak, di mana tarif akan dibuat jauh-dekat sama.
Akan ada gardu tol tambahan juga. Sehingga yang harus kita lakukan hari ini, untuk mencegah tidak terjadi pengalaman serupa, gardu-gardu ini harus segera diselesaikan pembangunannya. Targetnya pas 23 Mei nanti harus sudah rampung.

Perusahaan Rugi Oli Tumbahi Waduk Saguling

Sukday.com – PT Central Georgete Nusantara Printing Mild (CGNPM) bertanggung jawab penuh atas insiden tumpahnya oli. Ribuan liter oli dari perusahaan tersebut tumpah dan mencemari Sungai Cibinbin yang bermuara ke Waduk Saguling.

“Pada prinsipnya perusahaan sejak awal kejadian sudah mengatakan, baik kepada warga maupun kepada instansi terkait, kami bertanggung jawab,” kata Kepala Bagian Personalia dan Umum PT CGNPM Dwi Wahyudi via pesan singkat, Kamis (6/4/2017).

Selain mencemari Sungai Cibinbin, tumpahan oli telah mencemari sawah di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya, sejumlah petani gagal panen.

“Kami sudah melakukan penggantian kerugian berupa uang ke warga yang nominalnya berdasarkan kesepakatan bersama,” kata Dwi.

Selain itu, perusahaan tengah upaya normalisasi sungai yang tercemar. Proses normalisasi ini, sambung dia, akan dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat.

Dwi menambahkan, upaya normalisasi membutuhkan waktu karena ada kendala dalam upaya pembersihan sungai yang tergenangi oli. “Pembersihan sungai terkendala medan yang berat, curam dan dalam. Cuaca juga menjadi faktor. Selain itu, banyak sampah di Sungai Cibinbin, jumlahnya lebih banyak dari oli yang harus kami bersihkan,” katanya.

Selain itu, PT CGNPM bersikap kooperatif selama Polres Cimahi melakukan penyelidikan. “Siapapun yang berkepentingan, kami pastikan, kami kooperatif. Kami menyampaikan kejadian ini musibah,” kata Dwi.

Polisi turun tangan menyelidiki kasus pencemaran Sungai Cibinbin oleh oli yang berasal dari PT CGNPM. Tumpahan oli, membuat sungai tercemar dan sejumlah petani gagal panen lantaran sawahnya turut tercemar pada Rabu (22/3) lalu.