Ayah dan Putranya Mati Mengenaskan di Perbukitan Gunung Sampai

 

 

 

Sukday.com – Penyebab kematian ayah dan anak Agung Akbar (30) dan Rafi (2,5) mulai terungkap. Polisi menduga Agung membunuh anaknya terlebih dulu dengan mencekiknya kemudian setelah itu dia gantung diri. Malam hari ketika diduga Agung melakukan bunuh diri, Kamis malam (22/3), tepatnya di perbukitan Gunung Sampai, warga mendengar suara teriakan dari pegunungan.

“Saya dan ibu juga dengar, ada suara teriakan sekitar jam 21.00 WIB. Saya sedang berada di ruang tengah sementara ibu sedang ke air,” ungkap Dede Bemo (34), seorang warga kampung Legok Arey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Suara teriakan tersebut didengar hanya satu kali. Dede serta ibunya yakin bahwa suara tersebut merupakan teriakan lelaki dewasa. “Suara teriakan laki-laki, seperti mengaduh dan hanya terdengar satu kali,” tuturnya.

Walaupun demikian, Dede tidak ingin menyimpulkan suara tersebut merupakan suara Agung. “Saya enggak tahu dan tidak akan menyimpulkan siapa pemilik suara teriakan itu, istri dan ibu saya juga ketakutan malam itu,” tambahnya.

Gunung Sampai adalah daerah perkebunan mahoni serta jati kebon (jabon). Warga mengakui bahwa area tersebut populer angker. “Kalau saya sih sudah berapa kali liat penampakan di tempat itu, kebetulan rumah saya berhadap-hadapan langsung. Saya enggak takut sama yang begituan, kalau sama orang jahat baru takut,” ucap Dede.

Budi (40) kakek Rafi menemukan mayat cucunya itu tergeletak di tanah pada Jumat pagi (23/3/2018) sekitar pukul 05.30 WIB. Budi menjumpai cucunya lantaran mendengar teriakan cucunya yang memanggilnya. Selisih satu jem kemudian, mayat Agung Akbar ditemukan oleh warga dalam keadaan tergantung setinggi 4 meter diatas anaknya dijumpai.

Sedangkan, Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi mengatakan hasil visum luar korban diketahui bahwa meninggal dunia 8 hingga 9 jam sebelum ditemukan.

“Dokter menyebut kematian sekitar 8 jam – 9 jam sebelum ditemukan, jadi kalau ditemukan sekitar jam 05.30 WIB berarti korban meninggal sekitar pukul 21.30 WIB – 22.30 WIB,” jelas Yadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *