Rem Blong Saat Menanjak, Mobil Pikap Tercebur ke Kalimalang

 

 

 

Sukday.com – Mobil pikap yang tercebur di Kalimalang, Bekasi diduga disebabkan lanyaran rem mobil yang blong ketika tengah berada di jalur tanjakan.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, Sabtu (26/5/2018). Ketika itu, mobil yang dikendarai oleh sopir yang bernama Maman itu tengah memuat puing-puing dari Lagoon, Bekasi.

“Mobil membawa pulang puing-puing melewati jembatan dan tanjakan Haji Santung. Mobil tiba-tiba tidak kuat menanjak, rem tidak berfungsi sehingga mobil terjun bebas,” jelas Wakasatgas BPBD Bekasi Karsono di lokasi.
Mobil pikap yang dikendarai oleh Maman tercebur ke Kalimalang, seberang RS Budi Lestari, sekitar pukul 00.15 WIB, Sabtu (26/5/2018). Mobil tersebut baru berhasil dievakuasi dari Kalimalang pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Kernet mobil yang diketahui bernama Kasdi berhasil selamat dengan menderita luka pada bagian wajahnya. Sementara sang pengendara, Maman masih dalam proses pencarian personel BPBD dengan melakukan penyusuran sepanjang Kalimalang.

“Kemungkinan sudah jauh dari lokasi, terbawa arus,” ungkap Karsono.

BPPTKG: Status Waspada Gunung Merapi Belum Perlu Pengungsian Warga

 

 

 

Sukday.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta secara tegas mengatakan belum diperlukan pengungsian terkait naiknya status Gunung Merapi menjadi waspada.

“Kalau status waspada itu belum ada pengungsian seharusnya,” ungkap Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida,  Selasa (22/5/2018).

Walaupun berstatus waspada masyarakat masig dapat menjalankan aktivitas seperti umumnya, tetapi mereka tetap harus berwaspada. Masyarakat harus suap mengungsi bila status dinaikan menjadi siaga. “Waspada saja belum perlu ada pengungsian karena belum adanya ancaman, resiko,” imbuhnya.

Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang mengatakan masyarakat disekitar lereng Merapi yang mengungsi pada dini hari tadi merupakan inisiatif mereka sendiri, bukan lantaran adanya instruksi dari BPBD ataupun relawan.

“Yang dilakukan kemarin adalah proses reaktif. Jadi menyikapi situasi kemudian (warga) reaktif, termasuk warga dengan modal sosial dan kesiapsiagaannya mereka (melakukan) evakuasi mandiri,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan beberapa warga yang sempat mengungsi pada dini hari tadi sudah pulang ke kediamannya masing-masing. Lantaran setelah diamati rupanya tidak terdapat aktivitas Merapi yang berbahaya.

“Kemudian warga yang sempat turun (mengungsi) setelah sahur kini naik (pulang) lagi. Ini yang akan kita diskusikan, polanya seperti ini dan bagaimana langkah kita selanjutnya,” pungkasnya.

Dua Terduga Teroris Cirebon Anggota Sel JAD Tambun

 

 

 

Sukday.com – Dua terduga pelaku terorisme yang diringkus di Cirebon berhubungan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto mengungkapkan kedua teroris tersebut merupakan bagian dari sel Tambun, Bekasi.

“Ini merupakan jaringan JAD, kalau yang di kota masih kita ‘silent’ dulu,” ungkap Agung di Cirebon.

Kedua terduga teroris tersebut diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pada hari Kamis (17/5/2018) sore. Masing-masing terduga teroris diringkus di Kota dan Kabupaten Cirebon.

“Telah dilakukan kegiatan penegakan hukum terduga teroris berinisial H dan S,” kata Agus.

Penyergapan kedua tersangka adalah hasil dari pengembangan yang berkaitan dengan empat terduga teroris di Tambun, Bekasi oleh pihak Polri.

“Kedua tersangka ini, merupakan pengembangan dari keterangan yang ditangkap di Tambun, dimana menyebutkan dua orang H dan S,” tuturnya.

Setelah melakukan penyergapan kedua tersangka, kemudian Tim Densus 88 melakukan penggeledahan pada rumah kontrakan milik terduga teroris S yang berada di RW 02 RT 05 Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sementara terduga teroris berinisial H ditangkap di Kota Cirebon.

Libatkan Anak, KPAI Kecam Keras Bom Tiga Gereja di Surabaya

 

 

 

Sukday.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat mengecam aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur yang telah melibatkan anak-anak yang masih dibawah umur.

“Kami mengecam keras penyerangan bom yang tidak berperikemanusiaan dimaksud. Ini pelanggaran serius dan tidak seharusnya terjadi,” tutur Ketua KPAI Susanto.

Aksi teror bom yang dilakukan pada Minggu (13/5) itu melibatkan empat orang anak dari pasangan Dita Oepriarto dan Puji Kuswati untuk meledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna, GKI Diponegoro, dan Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Dari kejadian tersebut, menyebabkan beberapa anak lain tewas lantaran berada di lokasi gereja. Oleh karena itu, KPAI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan jumlah anak yang menjadi korban dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

“Saat ini serangan bom menimpa 3 Gereja di Surabaya, mengakibatkan 6 orang meninggal, 33 korban masuk rumah sakit. Anak juga menjadi korban atas keganasan teror tersebut,” ujar Susanto.

“KPAI menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sejumlah korban, termasuk anak. Untuk memastikan jumlah korban anak, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” dia menambahkan.

KPAI juga mengimbau supaya masyarakat selalu waspada. Susanto mengharapkan masyarakat dapat proaktif untuk melaporkan bila terdapat kejanggalan disekelilingnya agar hal yang sama tidak lagi terulang.

“Kepada masyarakat luas, agar selalu berhati-hati, tidak perlu takut dan terus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait termasuk pihak kepolisian, untuk mencegah segala bentuk potensi kejadian berulang. Kerja sama sinergis merupakan kekuatan besar bagi upaya mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan tanpa teror,” katanya.

Kalibata City Jadi Sarang Prostitusi, Polisi Panggil Pengelola

 

 

 

 

Sukday.com – Pihak kepolisian secepatnya memanggil pemilik Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Pemanggilan tersebut merupakan akhir atas dugaan apartemen itu sering dijadikan tempat prostitusi. Karena apartemen tersebut sudah kerap terlibat kasus dugaan prostitusi hingga pembunuhan.

“Besok, Jumat ini kita undang mereka,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5/2018).

Bukan hanya Apartemen Kalibata City, polisi juga akan memanggil para pengelola yang mempunyai tempat hiburan malam. Hal tersebut ditujukan untuk menghindarihal yang tidak diinginkan terjadi.

“Panggilnya di Polres, pengelola tempat hiburan termasuk juga pengelola apartemen (Kalibata City) itu kita akan bicarakan itu,” tutur Indra.

Bukan hanya menghindari hal yang tidak diinginkan, hal tersebut dilakukan juga untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kan menjelang Ramadan, mereka harus tertib sehingga tidak ada yang tidak diinginkan. Nanti saya kumpulkan mereka dan diberi penekanan untuk ikuti aturan perda yang telah ditentukan sebelum Ramadan, jangan sampai itu menimbulkan keluhan masyarakat, kok ada dugem malam-malam orang lagi Ramadan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menguak kembali adanya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Pelaku diduga menyediakan kamar beserta pekerja seks komersial.

Wakil Direktur Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam Indardi mengungkapkan p-raktik tersebut disebarkan melalui mulut ke mulut. Calon pelanggan langsung menghubungi muncikari yang berinisial SL alias M. Pelaku bersedia untuk menyediakan lima kamar di apartemen tersebut beserta wanita penjajanya.

Tidak hanya sendirian, SL juga dibantu oleh temannya yaitu IP alias R, MP alias N, serta YP alias Y. Lewat tiga temannya itu, pelanggan langsung dibrikan kunci untuk mengakses ruangan.

“Kegiatan sangat privat, orang yang antar kunci kepada pelanggan, betul-betul sampai ke pelanggan. Selain pelanggan tidak bisa,” ungkap Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Maret 2018.

Sopir Truk Asal Malang Adukan Masalah Pungli Ke Jokowi

 

 

 

Sukday.com – Seorang supir truk bernama Agus Yuda berjalan kaki dari Jawa Timur menuju Jakarta, melaporkan mengenai masalah pungli sampai premanisme kepada Presiden Joko Widodo. Agus mengungkapkan Presiden Jokowi akan secepatnya menindaklanjuti aduan tersebut.

“Segera ditindaklanjuti, saat ini dikoordinasikan dengan yang bersangkutan, Dishub dan Polri,” tutur Agus setelah pertemuan dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Agus yang mewakili para sopir truk meminta pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman terhadap sopir truk ketika menyalurkan barang.

“Intinya, kami semua, angkutan barang, meminta kepada pemerintah, berikan rasa aman dan nyaman saat mendistribusikan barang karena kami driver ini sebagai tulang punggung pemerintah. Tanpa kami, pendistribusian tidak sampai ke masyarakat,” ujar Agus.

Agus mengatakan para sopir truk sering melaporkan masalah pungli dan premanisme terhadap pihak polisi tetapi aduan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti.

“Selama ini kita bingung, dengan adanya pungli dan premanisme, bingung laporannya ke mana. Polsek, polres, hanya terima laporan, tapi tindak lanjutnya tidak ada,” katanya.

Agus menjelaskan alasan berjalan kaki sepanjang 26 hari dari Jawa timur supaya dapat bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Saya melakukan jalan kaki itu bukan untuk mencari sensasi, tapi ada maksud dan tujuannya. Harapannya, khususnya transportasi angkutan darat bisa sehat,” pungkasnya.

Dua Mahasiswa Tewas Lantaran Pajero Yang Ditumpangi Tabrak Rumah

 

 

 

Sukday.com – Dua orang penumpang mobil Pajero Sport, Eko dan Rizki, meninggal dunia di tempat setelah menabrak pagar dan rumah warga. Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang, pada Jumat dini hari tadi. Sementara dua penumpang yang lain masih dalam keadaan kritis.

“Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi,” ungkap Kapolsek Medan Sunggal.

Mobil Pajero dengan nomor polisi BK-1184-UY yang dikendarai oleh Frans Siahaan itu berasal dari arah Jalan DR Mansur ke Simpang Pemda Selayang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Mobil datang dari arah Jalan Dr Mansur menuju arah Simpang Pemda,” kata Wira.

“Dari penyelidikan di TKP, sebelum menabrak rumah warga, Pajero sempat mengelakkan mobil Avanza yang melintas di depannya. Pengemudi banting setir dan menaiki pembatas jalan dan menabrak tiang reklame serta rumah warga,” dia menambahkan.

Karena kecelakaan maut itu, dua dari lima penumpang mobil tersebut meninggal dunia. Sementara tiga penumpang lainnya kritis dan masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Eko adalah seorang mahasiswa yang tinggal di Taman Asoka, Medan. Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan tewas di tempat. Sementara Rizki merupakan warga Taman Asoka Medan meninggal dengan keadaan mulut terluka serta mengeluarkan darah dan kaki kanan patah.

Sementara korban luka yakni Arif Hasibuan (24) tengah kritis di RSU H Adam Malik Medan, dan Fahri RW (23) mengalami luka ringan. Sementara pengemudi mobi bernama Frans Richardo Siahaan (26) mengalami luka pada kening dan dada sesak di rawat di RS Bhayangkara Poldasu.

Bau Gas Masih Tercium Pasca Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

 

 

 

Sukday.com – Bau gas masih bisa dicium dari semburan sumur minyak di Kabupaten Aceh Timur. Sekarang ini tim teknis tengah mencari jalan keluar untuk menutup sumur minyak secara permanen.

“Bau gas, masih terasa. Tapi saat ini petugas terkait, sedang melakukan survei demi temukan langkah apa yang dibutuhkan terhadap sumur minyak itu,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Senin (30/4).

Dia juga mengungkapkan tim lapangan di Gampong (Desa) Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, sudah melakukan usaha pengamanan limbah agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Berdasarkan data dari pihaknya, ledakan serta kebakaran sumur minyak tersebut telah menewaskan sebanyak 21 orang, termasuk lima korban yang tewas di tempat.

Akibat peristiwa tersebut sebanyak 39 orang mengalami luka bakar serius, lima rumah terbakar dan sebanyak 198 orang mengungsi.

“Tentunya tim lakukan upaya mitigasi, agar kebakaran tidak tersulut kembali. Meski kandungan dari semburan di sumur minyak itu, 85 persennya adalah air,” tutur Dadek.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengatakan tekanan semburan dari sumur minyak tersebut masih 30 meter dari permukaan tanah.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan arah angin yang tidak beraturan menyebabkan dalam radius 200 meter masih berbahaya bagi masyarakat.

“Radius 200 meter sangat berbahaya untuk kesehatan, sehingga kita haruskan seluruh Satgas BPBD yang diposkan disana untuk selalu mengenakan masker setiap saat,” katanya.

Pembegal di Depok Bacok Pembeli Nasi Goreng

 

 

 

Sukday.com – Aksi pembegalan kembali terjadi di wilayah Depok, Jawa Barat. Lelaki bernama Syaifullah Abdurrhaman Effendy dibacok menggunakan celurit ketika tengah memesan nasi goreng.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, 24 April 2018 dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB. Ketika itu korban tengah membeli nasi goreng yang berada di samping Mall Transmart Kota Depok.

“Ketika korban tengah menunggu pesanan tiba-tiba datang tiga pemuda yang mengendarai satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah jambu. Salah satu dari ketiga pelaku kemudian mendekati korban,” ungkap Roni, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, tanpa berpikir panjang tersangka langsung mengarahkan celurit pada korban, kemudian tersangka meminta ponsel milik korban dan barang berharga yang lain.

“Pelaku kembali menggertak korban dengan menyabetkan celuritnya ketika hendak merampas dompet milik korban,” katanya.

Korban yang melawan menyebabkan tersangka menyabetkan kembali celuritnya ke arah perut sebelah kiri korban. Kemudian akhirnya korban memberikan uang Rp 50 ribu supaya pelaku meninggalkan korban.

Polisi masih melakukan penyidikan terkait identitas pelaku. Drai keterangan beberapa saksi, pelaku begal berumur 20 tahunan.

“Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati karena mengalami luka bacokan di bagian dada kiri atas sebanyak tiga jahitan dan luka bacok di perut kiri bagian bawah sebanyak empat jahitan,” katanya.

Sopir Bus Wisata Ditetapkan Jadi Tersangka

 

 

 

Sukday.com – Sopir bus wisata ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus bus wisata yang terjun ke jurang di Sarangan, Magetan. Sopir bus yang bernama Ngadiyanto (60) dinilai lalai sampai mengakibatkan tiga penumpangnya yang merupakan anggota muslimat tewas.

Berdasarkan hasil penyidikan Tim Unit Laka, supir bus dianggap lalai sehingga menyebabkan kecelakaan, walaupun keadaan bus dalam kondisi layak pakai.

“Jadi sopir ini lalai mengakibatkan kecelakaan dan tiga korban meninggal. Keadaan bus baik masih layak usai dilakukan cek fisik,” ungkap Kapolres Magetan AKBP Muslimin di kantornya, Senin (23/4/2018).

Muslimin mengungkapkan tersangka diancam dengan Pasal 310 ayat 4 UULAJ nomor 22 tahun 2009 tentang laka lantas dengan dijerat 6 tahu penjara, dan denda terbanyak Rp 12 juta. Kemudian, tersangka langsung diamankan di Polres Magetan.

“Jadi karena human error kecelakaan tersebut, tersangka sudah kita tahan dengan ancaman 6 tahun penjara,” tuturnya.

Sebagai informasi, rombongan muslimat dari Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren, Ngawi mengalami kecelakaan ketika akan wisata di Telaga Sarangan, Minggu (22/4/2018) lalu. Bus wisata yang bernomor polisi AE 7059 M membawa sebanyak 29 penumpang masuk ke jurang. Kecelakaan ini terjadi di jalan raya Magetan Sarangan Desa Dadi Jecamatan Plaosan dan menyebabkan tiga orang penumpang tewas di lokasi kejadian.