Polisi Malaysia Ringkus Pelaku Penculikan 2 WNI

 

 

 

 

Sukday.com – Kepolisian Malaysia meringkus sebanyak sembilan lelaki yang terlibat dalam penculikan dua warga negara Indonesia (WNI). Sembilan pelaku penculikan sempat meminta uang tebusan sebanyak 450 ribu Ringgit atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Kedua WNI tersebut diculik di Bukit Gambir, dekat Tangkak, Johor Baru, pada tanggal 27 Juni 2018 silam. Kedua korban penculikan tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Kepala Kepolisian Johor, Mohd Khalil Kader Mohd mengungkapkan bahwa sembilan pelaku penculikan tersebut berusia mulai 20-43 tahun. Mereka diringkus dengan empat penangkapan terpisah, di Batu Pahat dan Muar, pada Sabtu (14/7) lalu.

“Seorang pelapor memberitahu polisi bahwa dua temannya asal Indonesia, telah diculik. Istri salah satu korban juga memberitahu pelapor bahwa para penculik meminta uang tebusan 450 ribu Ringgit,” kata Mohd Khalil.

Pringkusan tersebut dilakukan mulai dini hari sampai sore hari. Empat pelaku tersebut diantaranya tertangkap di peringkusan di Jalan Rigayah, Batu Pahat. Salah satu korban penculikan berhasil diselamatkan sementara korban yang lain kabur dari penculik.

Dua pelaku lain ditangkap pada peringkusan di Jalan Bakri, Muar. Polisi mengamankan sabu-sabu serta pil kuda dari peringkusan di tempat tersebut. Satu pelaku diringkus pada peangkapan di Jalan Tanjung Indah, Batu Pahat. Sementara, dua pelaku terakhir diringkus pada penggerebekan di Danga Bay, Johor Baru.

“Polisi juga menyita uang tunai sebesar 36 ribu Ringgit, sebuah pistol semi-otomatis Norinco dengan 19 amunisi (9mm) dan narkoba yang diyakini sabu-sabu,” kata Mohd Khalil.

“Para tersangka positif menggunakan methamphetamine, juga terlibat dalam distribusi narkoba di Malaysia dan Indonesia dan ditahan hingga Kamis (19/7),” imbuhnya.

Raul Albiol Sebut Ancelotti Sebagai Pelatih Bermental Juara

Mulai gelaran musim depan, skuat Napoli akan ditangani oleh pelatih barunya, yakni Carlo Ancelotti. Seperti yang kita tahu, bahwa Anceloti akhirnya ditunjuk Napoli untuk menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat karena gagal mengantarkan klub tersebut meraih gelar juara Serie A Italia di musim lalu.

Terkait dengan penunjukan Ancelotti, Raul Albiol, menilai bahwa keputusan tersebut merupakan hal yang sangat tepat. Pasalnya, Ancelotti dinilainya sebagai sosok pelatih yang memiliki mental juara.

Di sisi lain secara pengalaman, pelatih tersebut tak perlu diragukan lagi karena ia pernah menangani klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munchen. Selama menangani klub-klub tersebut, pelatih tersebut selalu berhasil mengantarkan klubnya meraih gelar juara.

Tak hanya itu, dalam karier kepelatihannya, Ancelotti juga berhasil tiga kali mengantarkan klub yang ia tangani meraih gelar di kompetisi Eropa paling bergengsi, yakni Liga Champions. Klub yang sempat meraih gelar Liga Champions bersama Ancelotti antara lain AC Milan (2 kali), dan Real Madrid (1 kali).

“Ancelotti adalah pelatih yang menang dan dia mentransfer mentalitas dan ide-idenya. Kami bekerja dengan salah satu pelatih terbesar di dunia dan ini adalah peluang besar bagi kami, kami harus mengikuti instruksi dan menerapkan cara bermainnya,” kata Albiol seperti dilansir Soccerway.

“Adalah normal bahwa memiliki pelatih yang penting seperti itu memberi kami motivasi dan keinginan yang besar untuk melakukan yang benar sejak awal. Kami menerapkan ide-idenya bahkan jika itu masih awal, dan tim berlatih dengan antusias karena kami ingin siap untuk menghadapi musim yang hebat,” Albiol menambahkan.
Dapatkan informasi sepak bola dunia secara lengkap, hanya di cambodialeague.com

Fenomena Alam Embun Es di Dieng Muncul Kembali

 

 

 

 

Sukday.com – Dataran tinggi Dieng kembali mengalami fenomena yang menakjubkan, embun yang membeku sampai menjadi es kembali terjadi. Pada pagi hari, suhu di kawasan candi Arjuna di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara sampai 3 derajat celsius.

Petugas UPT Dieng, Banjarnegara, Mohson mengungkapkan tingkat ketebalan embun es pada hari Kamis (12/7) seperti yang terjadi sebelumnya pada hari Jumat (6/7) lalu. Embun es tersebut tampak menempel pada rumput serta pepohonan yang berada di kawasan candi Arjuna dan ladang kentang milik warga di Dieng.

“Suhu udara di Dieng kembali turun. Tadi pagi mencapai 3 derajat celsius di luar ruangan. Kalau di dalam rumah sampai 6 derajat celsius. Makanya embun yang membeku cukup tebal,” ujar Mohson, Kamis (12/7/2018).

Fenomena alam yang terjadi setiap musim kemarau di Dieng memang sangat sulit diperkirakan. Tetapi ketika kemunculan embun es pagi hari ini, banyak wisatawan yang dapat menyaksikan secara langsung di kawasan Candi Arjuna.

“Tadi pagi banyak wisatawan yang datang. Ada yang rombongan dari Jakarta 3 kendaraan, kebetulan bisa melihat langsung fenomena embun membeku di Dieng. Kemungkinan besar masih muncul lagi, tetapi harinya apa kami tidak tahu, itu rahasia dari Tuhan,” tuturnya.

Dia menjelaskan embun es biasanya muncul di lahan yang datar, baik di lahan kentang ataupun objek wisata. Tetapi, bila suhu udara sampai 0 atau bahkan minus, maka lahan yang berada di lereng juga akan terkena embun es.

“Biasanya kalau sampai minus suhu di lereng-lereng juga muncul. Tetapi kalau hanya 3 derajat celsius embun es hanya terlihat di lahan yang datar,” ungkapnya.

Ketika ditanyai mengenai wisata, Mohson tidak menepis bla sekarang mengalami peningkatan. Tetapi, dia tidak dapat memastikan alasan meningkatnya kunjungan di tempat wisata karena sekarang masih musim liburan sekolah.

“Memang ada yang penasaran ingin melihat langsung embun es. Tetapi apakah akan seperti ini jika bukan hari libur, itu yang kami belum menghitung,” pungkasnya.

Kisruh Narapidana Rutan Pemalang Rupanya Dipicu Saling Ejek

 

 

 

 

Sukday.com – Kerusuhan yang berlangsung di Lapas Kelas II B Pemalang berawal dari saling ejek mengejek diantara para narapidana di kamar 11.

“Ini saya baru dapat laporan dari anggota, permasalahan hal yang sepele. Saling ejek masalah subsida (subsider). Subsida itu didenda dan pengganti kurungan. Yang satu (napi) sebulan bebas, yang satu lagi enam bulan,” ungkap Hisyam Wibowo di Rutan Kelas II B Pemalang di Jalan Muchtar No 3, Kebondalem,Pemalang, Senin (9/7/2018).

Berawal dari saling ejek yang hanya dua orang tersebut berakhir dengan perkelahian yang melibatkan sejumlah narapidana.

Sekarang ini kamar 11 yang menjadi tempat kejadian kericuhan tersebut telah dikosongkan. Sementara keadaan telah kondusif kembali. Kamar yang lain juga tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut.

“Kamar 11 kosong. 17 napi penghuninya kita evakuasi semalem ke Brebes dan Slawi. Di Brebes ada 7 napi dan ke Slawi (kabupaten Tegal) ada 10 napi,” tutur Hisyam.

Sampai sekaang, keadaan Rutan Kelas II B Pemalang yang ditinggali sekira 253 narapidana ini terlihat cukup kondusif. Dari sebanyak 20 anggota kepolisian yang berjaga dari semalam, sampai sekarang ini hanya tujuh anggota saja yang berjaga lantaran keadaan telah kondusif.

“Semalem memang ada 20 penjagaan dibantu polisi. Saat ini sudah aman terkendali hanya berjaga-jaga 7 porsonel,” paparnya.

Gunung Agung Dapat Erupsi Tanpa Munculkan Tanda-Tanda

 

 

 

 

Sukday.com – Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali dapat mengalami erupsi secara tiba-tiba dan tidak ada pertanda.

Berdasarkan data pemantauan terakhir di pos pengamatan Gunung Api di Desa Rendang, Karangasem mengindikasikan sekarang ini Gunung Agung tengah berada dalam sistem terbuka. Magma sangat mudah untuk naik ke permukaan yang biasa disebut dengan erupsi.

“Kita lakukan pengamatan ternyata memang bisa tidak ada tanda-tanda akan erupsi atau hanya tanda singkat. Tiba-tiba saja keluar. Memang ada beberapa yang ada indikasi. Tapi saat ini tidak,” ungkap Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana, Kamis (5/7/2018).

Berdasarkan pemantauan sekarang ini lewat citra satelit, masih terdapat material panas yang berada di kawasan kawah. Hal tersebut menandakan aktivitas erupsi masih terus terjadi.

“Dimungkinkan intensitasnya akan lebih kecil dibandingkan erupsi sebelumnya,” dia mengakhiri.

Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi pada dini hari tadi,  Kamis (5/7) pukul 00:37 WITA. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan data dari VMBG melalui laporan Magma VAR dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung periode 00.00 sampai 06.00 WITA.

Lima Pelaku Pelempar Batu di Tol Tangerang Diancam Sembilan Tahun Penjara

 

 

 

 

Sukday.com – Lima pelaku pelemparan batu sebesar helm di Tol Tangerang-Merak akan diancam hukuman maksimal selama sembilan tahun penjara. Aksi pelemparan batu yang dilakukan dari atas jembatan  (overpass) menyebabkan sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan enam mobil rusak.

“Para tersangka ini kita jerat (dengan) Pasal 170 (KUHP) juncto (Pasal) 406 (KUHP). Ancaman 7 tahun untuk yang mengalami luka ringan dan luka berat sampai dengan 9 tahun,” ungkap Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan di Mapolres Serang, Banten, Senin (2/7/2018).

Terdapat lima orang yang mengalami luka lantaran aksi pelemparan batu di Tol Tangerang. Empat orang yang mengalami luka merupakan satu keluarga yaitu Chandra. Satu korban yang lain yakni Buin yang menderita patah tangan.

“Satu korban masih dirawat di RS Fatmawati, sudah diperiksa,” tutur Indra.

Sementara koeban yang lain bernama Thoha. Tetapi, Thoha belum dilakukan interograsi lantaran berada di luar kota. Sedangkan lima pelaku yaitu berinisial WS, BS, RY, SN, dan SL mengatakan hanya iseng saja melempar batu dari atas jembatan Tol Tangerang.

“Bahkan mereka tidak tahu bahwa polisi mencari mereka, motif sampai saat ini dari pengakuannya iseng dan tidak ada yang menyuruh,” ujarnya.

Buaya di Kali Grogol Gemparkan Warga

 

 

 

Sukday.com – Sejumlah buaya diberitakan tampak oleh masyarakat di Kali Grogol, lebih tepatnya di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Keberadaan buaya tersebut dibenarkan oleh  Ajun Komisaris Besar Rensa Aktadivia selaku Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Rensa mengatakan seorang saksi yang menyaksikan keberadaan buaya tersebut yakni Kepala Pos Polisi (Kapospol) bernama Johan Tambing. Dia melihat keberadaan buaya tersebut pada sekitar pukul 08.30 WIB.

“Pak Johan Tambing lihat dan sempat rekam pakai handphone. Lokasi di depan Stasiun Kereta Api Grogol, di situ kali yang sudah dibeton,” ungkap Rensa, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

“Terus anggota cek sekitar jam 9,” tutur Rensa.

Rensa mengungkapkan jumlah buaya yang berada di Kali Grogol masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan keterangan dari Johan dan sejumlah warga berbeda-beda.

“Info sementara dari warga tiga ekor. Tapi yang dilihat Pak Johan tambing hanya 2 ekor,” katanya.

Mengenai kejadian tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait. “Kami koordinasi dengan Damkar & BPBD, pihak Ragunan, dan SDAP untuk mencari buaya,” pungkasnya.

Telat Diberangkatkan, Pemudik di Pelabuhan Bajoe Menangis di Depan Petugas

 

 

 

 

Sukday.com – Seorang pemudik merasa sangat kecewa dan menangis di depan petugas posko terpadu Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan. Calon pemudik bernama Ani merasa sedih lantaran keberangkatannya ditunda tidak sesuai degan jadwal yang ada pada tiket.

“Saya datang pukul 19.00 WITa, saya dari Bulukumba itu kejar-kejar ke sini kiranya bisa diangkut pukul 20.00 WITa, tapi faktanya sekarang saya belum diangkut-angkut. Kenapa, Karena saya ngurus sendiri tidak pake calo, kecewa sekali saya pak,” ungkap ani sembari menangis didepan petugas.

Ani yang menggunakan mobil membeli tijet kapal laut tujuan Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan jadwal keberangkatan pukul 20.00 WIB. Tetapi, baru bisa diberangkatkan pada pukul 23.00 WITA

Petugas pelabuhan dan Ani sempat bercek-cok. Dia menentang petugas lantaran memberangkatkan kendaraan yang mengantre jauh dibelakangnya. Ani kemudian menunjukan bukti tiker yang dimilikinya dan kelengkapan sesuai peraturan.

“Saya dapat bocoran tadi, kalau saya tidak melalui calo, saya pasti akan diperlambat, tapi kalau pakai calo akan didahulukan gitu, makanya saya kecewa. Bahkan tadi ada yang dari Makassar tiba sebelum buka, belum diangkut-angkut hingga sekarang,” katanya.

Kepala Otoritas Pelabuhan, Sony Fadli mengungkapkan hal tersebut hanya kesalahpahaman. Dia juga menampik adanya praktek percaloan di pelabuhan.

“Disini ada namanya muatan muntahan ketika terjadi over kapasitas penumpang dari kapal, jadi otomatis penumpang harus antri kembali sesuai nomor urut pemberangkatannya. Tidak ada itu calo. Dalam praktiknya dilapangan dinamai pengurus khusus kendaraan, itu bagi yang mengendarai kendaraan dan itu sifatnya resmi,” tutur Sony.

Seorang Gadis Ditangkap Polisi Karena Curi Ponsel Milik Temannya

 

 

 

Sukday.com – Seorang gadis bernama Wana (17) harus berurusan dengan hukum lantaran didapati mencuri sebuah ponsel milik temannya di rumah kos Jalan Adhyaksa Baru lorong 9, Makassar. Wana sekarang telah diamankan di Polsek Panakukang untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Diamankan pada kamis, oleh Resmob Polsek Panakukang yang merupakan pelaku pencurian. Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ungkap  Kapolsek Panakukang, Kompol Anandan Fauzi, Jumat (8/6/2018).

Peringkusan pelaku itu dipimpin oleh Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga setelah menjalankan patroli dan hunting selanjutnya memperoleh informasi terkait keberadaan tersangka. Ketika diamankan wanita ini tengah berada di kediaman temannya di Panciro Kabupaten Gowa.

“Pimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan hunting disekitar wilayah panakkukang dan mendapatkan informasi melakukan penyelidikan, pelaku sekarang sedang berada di salah satu rumah temannya di daerah Panciro Kabupaten Gowa. Selanjutnya anggota Resmob langsung menuju tempat yang dimaksud dan langsung mengamankan,” terang Ananda.

Tersangka melakukan aksi pencurian ponsel tersebut ketika akan ke kosan temannya dan melihat sebuah ponsel di atas tempat tidur. Kemudian tersangka mengambil ponsel tersebut dan pergi dari lokasi.

“Pencurian 1 Unit Hp Oppo type A71 berwarna Gold,” katanya.

Bukan hanya tersangka, polisi juga menyita sebuah ponsel hasil curian serta sepeda motor yang dipakai tersangka ketika melakukan aksinya.

“Dilakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti handpone tersebut yang disimpan di kantong jaketnya dan dilakukan interogasi,”  pungkasnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Keberanian Seorang Mahasiswi bekuk Pencopet Dapat Penghargaan

 

 

 

 

Sukday.com – Lantaran keberanian yang dilakukan oleh seorang mahasiswi bernama  Cut Awlyina (18) yang telah berhasil melumpuhkan pencopet yang berupaya mengambil dompetnya polisi memberikan sertifikat penghargaan.

“Atas keberanian korban menggagalkan percobaan pencurian, kami memberikan rasa hormat dan memberikan sertifikat untuk korban sebagai penghargaan. Karena banyak perempuan jadi korban kejahatan, hanya bisa menangis atau lapor polisi. Tapi korban ini berani mengejar pelaku,” ungkap Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu di kantornya, Senin (4/6).

Pada kesempatan tersebut, Yugi memberikan sertifikat penghargaan secara langsung terhadap Awlyina.

Pelaku pencopetan yang berjumlah dua orang yang masing-masing berinisial EW (25) warga Wonosobo, Jawa Tengah dan JJ (17) warga Gamping, Sleman sekaranbg ini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Dari pelaku, polisi berhasil menyita sepeda motor tanpa plat nomor, kore api berbentuk pistol dan dompet milik korban.

Keduanya akan dikenai Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, atau Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Dan pada kesempatan yang sama, Awlyina menceritakan keberaniannya untuk melumpuhkan pencopet tersebut lantaran ingat di dompetnya terdapat tiket untuk mudik.

“Di dompet ada tiket pesawat, kalau enggak saya ambil (dari pelaku), nanti pulangnya bagaimana? Saya ingin ketemu keluarga saya,” katanya.