Telat Diberangkatkan, Pemudik di Pelabuhan Bajoe Menangis di Depan Petugas

 

 

 

 

Sukday.com – Seorang pemudik merasa sangat kecewa dan menangis di depan petugas posko terpadu Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan. Calon pemudik bernama Ani merasa sedih lantaran keberangkatannya ditunda tidak sesuai degan jadwal yang ada pada tiket.

“Saya datang pukul 19.00 WITa, saya dari Bulukumba itu kejar-kejar ke sini kiranya bisa diangkut pukul 20.00 WITa, tapi faktanya sekarang saya belum diangkut-angkut. Kenapa, Karena saya ngurus sendiri tidak pake calo, kecewa sekali saya pak,” ungkap ani sembari menangis didepan petugas.

Ani yang menggunakan mobil membeli tijet kapal laut tujuan Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan jadwal keberangkatan pukul 20.00 WIB. Tetapi, baru bisa diberangkatkan pada pukul 23.00 WITA

Petugas pelabuhan dan Ani sempat bercek-cok. Dia menentang petugas lantaran memberangkatkan kendaraan yang mengantre jauh dibelakangnya. Ani kemudian menunjukan bukti tiker yang dimilikinya dan kelengkapan sesuai peraturan.

“Saya dapat bocoran tadi, kalau saya tidak melalui calo, saya pasti akan diperlambat, tapi kalau pakai calo akan didahulukan gitu, makanya saya kecewa. Bahkan tadi ada yang dari Makassar tiba sebelum buka, belum diangkut-angkut hingga sekarang,” katanya.

Kepala Otoritas Pelabuhan, Sony Fadli mengungkapkan hal tersebut hanya kesalahpahaman. Dia juga menampik adanya praktek percaloan di pelabuhan.

“Disini ada namanya muatan muntahan ketika terjadi over kapasitas penumpang dari kapal, jadi otomatis penumpang harus antri kembali sesuai nomor urut pemberangkatannya. Tidak ada itu calo. Dalam praktiknya dilapangan dinamai pengurus khusus kendaraan, itu bagi yang mengendarai kendaraan dan itu sifatnya resmi,” tutur Sony.

Seorang Gadis Ditangkap Polisi Karena Curi Ponsel Milik Temannya

 

 

 

Sukday.com – Seorang gadis bernama Wana (17) harus berurusan dengan hukum lantaran didapati mencuri sebuah ponsel milik temannya di rumah kos Jalan Adhyaksa Baru lorong 9, Makassar. Wana sekarang telah diamankan di Polsek Panakukang untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Diamankan pada kamis, oleh Resmob Polsek Panakukang yang merupakan pelaku pencurian. Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ungkap  Kapolsek Panakukang, Kompol Anandan Fauzi, Jumat (8/6/2018).

Peringkusan pelaku itu dipimpin oleh Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga setelah menjalankan patroli dan hunting selanjutnya memperoleh informasi terkait keberadaan tersangka. Ketika diamankan wanita ini tengah berada di kediaman temannya di Panciro Kabupaten Gowa.

“Pimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga melakukan hunting disekitar wilayah panakkukang dan mendapatkan informasi melakukan penyelidikan, pelaku sekarang sedang berada di salah satu rumah temannya di daerah Panciro Kabupaten Gowa. Selanjutnya anggota Resmob langsung menuju tempat yang dimaksud dan langsung mengamankan,” terang Ananda.

Tersangka melakukan aksi pencurian ponsel tersebut ketika akan ke kosan temannya dan melihat sebuah ponsel di atas tempat tidur. Kemudian tersangka mengambil ponsel tersebut dan pergi dari lokasi.

“Pencurian 1 Unit Hp Oppo type A71 berwarna Gold,” katanya.

Bukan hanya tersangka, polisi juga menyita sebuah ponsel hasil curian serta sepeda motor yang dipakai tersangka ketika melakukan aksinya.

“Dilakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti handpone tersebut yang disimpan di kantong jaketnya dan dilakukan interogasi,”  pungkasnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Keberanian Seorang Mahasiswi bekuk Pencopet Dapat Penghargaan

 

 

 

 

Sukday.com – Lantaran keberanian yang dilakukan oleh seorang mahasiswi bernama  Cut Awlyina (18) yang telah berhasil melumpuhkan pencopet yang berupaya mengambil dompetnya polisi memberikan sertifikat penghargaan.

“Atas keberanian korban menggagalkan percobaan pencurian, kami memberikan rasa hormat dan memberikan sertifikat untuk korban sebagai penghargaan. Karena banyak perempuan jadi korban kejahatan, hanya bisa menangis atau lapor polisi. Tapi korban ini berani mengejar pelaku,” ungkap Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu di kantornya, Senin (4/6).

Pada kesempatan tersebut, Yugi memberikan sertifikat penghargaan secara langsung terhadap Awlyina.

Pelaku pencopetan yang berjumlah dua orang yang masing-masing berinisial EW (25) warga Wonosobo, Jawa Tengah dan JJ (17) warga Gamping, Sleman sekaranbg ini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Dari pelaku, polisi berhasil menyita sepeda motor tanpa plat nomor, kore api berbentuk pistol dan dompet milik korban.

Keduanya akan dikenai Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, atau Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Dan pada kesempatan yang sama, Awlyina menceritakan keberaniannya untuk melumpuhkan pencopet tersebut lantaran ingat di dompetnya terdapat tiket untuk mudik.

“Di dompet ada tiket pesawat, kalau enggak saya ambil (dari pelaku), nanti pulangnya bagaimana? Saya ingin ketemu keluarga saya,” katanya.

Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Pengedar Narkoba Ditembak Mati

 

 

 

Sukday.com – Dua pengedar narkoba bernama M Hermansyah dan Rommy Limmito telah berhasil ditangkap oleh kepolisian di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.  Lantaran melawan ketika penangkapan, tersangka Rommy terpaksa ditembak mati petugas.

Mulanya, polisi meringkus M Hermansyah setelah memperoleh paket sabu dari Malaysia. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku menyembunyikan sabu dalam bungkusan teh.

“Selanjutnya, dilalukan penggeledahan di rumah M Hermansyah pada pukul 18.45 WIB dan ditemukan 2 bungkus serbuk kristal warna putih yang diduga sabu di dalam kantong teh merek Qing Shan dibalut dengan lakban warna coklat,” tutur Kapolres Bengkayang AKBP Permadi Syahids Putra.

M Hermansyah mengaku terhadap polisi bahwa barang tersebut akan dikirim kepada Rommy di Kampung Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang. Kemudian, polisi menjebak Rommy dengan mengantarkan sabu tersebut.

“Pada saat sabu diserahkan dan sudah dikuasai Rommy Limmito, yang bersangkutan melarikan diri dengan mobil dan berusaha menabrak anggota yang akan melakukan penangkapan,” kata Permadi.

Polisi memberikan tembakan peringatan supaya tersangka tidak melawan tetapi Rommy masih berupaya melarikan diri.

“Pelaku berusaha melarikan diri dan membahayakan personel yang hendak melakukan penangkapan sehingga diberikan tembakan untuk melumpuhkan, saat dibawa ke RSUD Bengkayang. Rommy Limmito meninggal dunia di perjalanan,” ujar Permadi.

Rem Blong Saat Menanjak, Mobil Pikap Tercebur ke Kalimalang

 

 

 

Sukday.com – Mobil pikap yang tercebur di Kalimalang, Bekasi diduga disebabkan lanyaran rem mobil yang blong ketika tengah berada di jalur tanjakan.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, Sabtu (26/5/2018). Ketika itu, mobil yang dikendarai oleh sopir yang bernama Maman itu tengah memuat puing-puing dari Lagoon, Bekasi.

“Mobil membawa pulang puing-puing melewati jembatan dan tanjakan Haji Santung. Mobil tiba-tiba tidak kuat menanjak, rem tidak berfungsi sehingga mobil terjun bebas,” jelas Wakasatgas BPBD Bekasi Karsono di lokasi.
Mobil pikap yang dikendarai oleh Maman tercebur ke Kalimalang, seberang RS Budi Lestari, sekitar pukul 00.15 WIB, Sabtu (26/5/2018). Mobil tersebut baru berhasil dievakuasi dari Kalimalang pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Kernet mobil yang diketahui bernama Kasdi berhasil selamat dengan menderita luka pada bagian wajahnya. Sementara sang pengendara, Maman masih dalam proses pencarian personel BPBD dengan melakukan penyusuran sepanjang Kalimalang.

“Kemungkinan sudah jauh dari lokasi, terbawa arus,” ungkap Karsono.

BPPTKG: Status Waspada Gunung Merapi Belum Perlu Pengungsian Warga

 

 

 

Sukday.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta secara tegas mengatakan belum diperlukan pengungsian terkait naiknya status Gunung Merapi menjadi waspada.

“Kalau status waspada itu belum ada pengungsian seharusnya,” ungkap Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida,  Selasa (22/5/2018).

Walaupun berstatus waspada masyarakat masig dapat menjalankan aktivitas seperti umumnya, tetapi mereka tetap harus berwaspada. Masyarakat harus suap mengungsi bila status dinaikan menjadi siaga. “Waspada saja belum perlu ada pengungsian karena belum adanya ancaman, resiko,” imbuhnya.

Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang mengatakan masyarakat disekitar lereng Merapi yang mengungsi pada dini hari tadi merupakan inisiatif mereka sendiri, bukan lantaran adanya instruksi dari BPBD ataupun relawan.

“Yang dilakukan kemarin adalah proses reaktif. Jadi menyikapi situasi kemudian (warga) reaktif, termasuk warga dengan modal sosial dan kesiapsiagaannya mereka (melakukan) evakuasi mandiri,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan beberapa warga yang sempat mengungsi pada dini hari tadi sudah pulang ke kediamannya masing-masing. Lantaran setelah diamati rupanya tidak terdapat aktivitas Merapi yang berbahaya.

“Kemudian warga yang sempat turun (mengungsi) setelah sahur kini naik (pulang) lagi. Ini yang akan kita diskusikan, polanya seperti ini dan bagaimana langkah kita selanjutnya,” pungkasnya.

Dua Terduga Teroris Cirebon Anggota Sel JAD Tambun

 

 

 

Sukday.com – Dua terduga pelaku terorisme yang diringkus di Cirebon berhubungan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto mengungkapkan kedua teroris tersebut merupakan bagian dari sel Tambun, Bekasi.

“Ini merupakan jaringan JAD, kalau yang di kota masih kita ‘silent’ dulu,” ungkap Agung di Cirebon.

Kedua terduga teroris tersebut diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pada hari Kamis (17/5/2018) sore. Masing-masing terduga teroris diringkus di Kota dan Kabupaten Cirebon.

“Telah dilakukan kegiatan penegakan hukum terduga teroris berinisial H dan S,” kata Agus.

Penyergapan kedua tersangka adalah hasil dari pengembangan yang berkaitan dengan empat terduga teroris di Tambun, Bekasi oleh pihak Polri.

“Kedua tersangka ini, merupakan pengembangan dari keterangan yang ditangkap di Tambun, dimana menyebutkan dua orang H dan S,” tuturnya.

Setelah melakukan penyergapan kedua tersangka, kemudian Tim Densus 88 melakukan penggeledahan pada rumah kontrakan milik terduga teroris S yang berada di RW 02 RT 05 Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sementara terduga teroris berinisial H ditangkap di Kota Cirebon.

Libatkan Anak, KPAI Kecam Keras Bom Tiga Gereja di Surabaya

 

 

 

Sukday.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat mengecam aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur yang telah melibatkan anak-anak yang masih dibawah umur.

“Kami mengecam keras penyerangan bom yang tidak berperikemanusiaan dimaksud. Ini pelanggaran serius dan tidak seharusnya terjadi,” tutur Ketua KPAI Susanto.

Aksi teror bom yang dilakukan pada Minggu (13/5) itu melibatkan empat orang anak dari pasangan Dita Oepriarto dan Puji Kuswati untuk meledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna, GKI Diponegoro, dan Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Dari kejadian tersebut, menyebabkan beberapa anak lain tewas lantaran berada di lokasi gereja. Oleh karena itu, KPAI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan jumlah anak yang menjadi korban dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

“Saat ini serangan bom menimpa 3 Gereja di Surabaya, mengakibatkan 6 orang meninggal, 33 korban masuk rumah sakit. Anak juga menjadi korban atas keganasan teror tersebut,” ujar Susanto.

“KPAI menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sejumlah korban, termasuk anak. Untuk memastikan jumlah korban anak, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” dia menambahkan.

KPAI juga mengimbau supaya masyarakat selalu waspada. Susanto mengharapkan masyarakat dapat proaktif untuk melaporkan bila terdapat kejanggalan disekelilingnya agar hal yang sama tidak lagi terulang.

“Kepada masyarakat luas, agar selalu berhati-hati, tidak perlu takut dan terus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait termasuk pihak kepolisian, untuk mencegah segala bentuk potensi kejadian berulang. Kerja sama sinergis merupakan kekuatan besar bagi upaya mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan tanpa teror,” katanya.

Kalibata City Jadi Sarang Prostitusi, Polisi Panggil Pengelola

 

 

 

 

Sukday.com – Pihak kepolisian secepatnya memanggil pemilik Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Pemanggilan tersebut merupakan akhir atas dugaan apartemen itu sering dijadikan tempat prostitusi. Karena apartemen tersebut sudah kerap terlibat kasus dugaan prostitusi hingga pembunuhan.

“Besok, Jumat ini kita undang mereka,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5/2018).

Bukan hanya Apartemen Kalibata City, polisi juga akan memanggil para pengelola yang mempunyai tempat hiburan malam. Hal tersebut ditujukan untuk menghindarihal yang tidak diinginkan terjadi.

“Panggilnya di Polres, pengelola tempat hiburan termasuk juga pengelola apartemen (Kalibata City) itu kita akan bicarakan itu,” tutur Indra.

Bukan hanya menghindari hal yang tidak diinginkan, hal tersebut dilakukan juga untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kan menjelang Ramadan, mereka harus tertib sehingga tidak ada yang tidak diinginkan. Nanti saya kumpulkan mereka dan diberi penekanan untuk ikuti aturan perda yang telah ditentukan sebelum Ramadan, jangan sampai itu menimbulkan keluhan masyarakat, kok ada dugem malam-malam orang lagi Ramadan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menguak kembali adanya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Pelaku diduga menyediakan kamar beserta pekerja seks komersial.

Wakil Direktur Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam Indardi mengungkapkan p-raktik tersebut disebarkan melalui mulut ke mulut. Calon pelanggan langsung menghubungi muncikari yang berinisial SL alias M. Pelaku bersedia untuk menyediakan lima kamar di apartemen tersebut beserta wanita penjajanya.

Tidak hanya sendirian, SL juga dibantu oleh temannya yaitu IP alias R, MP alias N, serta YP alias Y. Lewat tiga temannya itu, pelanggan langsung dibrikan kunci untuk mengakses ruangan.

“Kegiatan sangat privat, orang yang antar kunci kepada pelanggan, betul-betul sampai ke pelanggan. Selain pelanggan tidak bisa,” ungkap Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Maret 2018.

Sopir Truk Asal Malang Adukan Masalah Pungli Ke Jokowi

 

 

 

Sukday.com – Seorang supir truk bernama Agus Yuda berjalan kaki dari Jawa Timur menuju Jakarta, melaporkan mengenai masalah pungli sampai premanisme kepada Presiden Joko Widodo. Agus mengungkapkan Presiden Jokowi akan secepatnya menindaklanjuti aduan tersebut.

“Segera ditindaklanjuti, saat ini dikoordinasikan dengan yang bersangkutan, Dishub dan Polri,” tutur Agus setelah pertemuan dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Agus yang mewakili para sopir truk meminta pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman terhadap sopir truk ketika menyalurkan barang.

“Intinya, kami semua, angkutan barang, meminta kepada pemerintah, berikan rasa aman dan nyaman saat mendistribusikan barang karena kami driver ini sebagai tulang punggung pemerintah. Tanpa kami, pendistribusian tidak sampai ke masyarakat,” ujar Agus.

Agus mengatakan para sopir truk sering melaporkan masalah pungli dan premanisme terhadap pihak polisi tetapi aduan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti.

“Selama ini kita bingung, dengan adanya pungli dan premanisme, bingung laporannya ke mana. Polsek, polres, hanya terima laporan, tapi tindak lanjutnya tidak ada,” katanya.

Agus menjelaskan alasan berjalan kaki sepanjang 26 hari dari Jawa timur supaya dapat bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Saya melakukan jalan kaki itu bukan untuk mencari sensasi, tapi ada maksud dan tujuannya. Harapannya, khususnya transportasi angkutan darat bisa sehat,” pungkasnya.