Ditemukan Bayi Perempuan Cantik di Warung

 

 

 

 

Sukday.com – Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh warga di sebuah warung. Bayi yang diprediksi baru berumur seminggu itu ditemukan oleh warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro bernama Sumarno (32).

Ketika itu, Sumarno mendengar suara tangisan bayi di meja warung yang masih tutup, pada pukul 05.25 WIB pagi tadi. Ternyata, bukan hanya Sumarno saja namun seorang satpam perusahaan yang ada di sebelah warung juga mendengar tangisan bayi tersebut.

“Awalnya itu ada suara tangis bayi, kita cari suara tangis itu lha kok ada di atas meja warung ini,” ungkap Sumarno di Puskesmas Trucuk, Kamis (2/8/2018).

Berita ditemukannya bayi perempuan tersebut menyebabkan banyak warga yang berdatangan. Kemudian warga melapotkannya ke perangkat desa dan polisi.

“Kita mendapat kabar dari warga langsung cek ke TKP. Dan benar ada bayi yang masih hidup ditemukan di warung milik salah satu warga,” kata Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli.

Selain bayi perempuan, polisi juga menemukan tas berwarna merah yang berisi peralatan bayi, selendang, susu formula serta botol. Kemudian bayi tersebut dilarikan ke bidan desa untuk memperoleh penanganan.

“Kita bawa dulu ke puskesmas pembantu biar dirawat sementara sambil menunggu proses lidik pelakunya. Semoga segera ditemukan orangtuanya,” tutur Kapolsek.

Setelah proses pemeriksaan kesehatan, bayi yang berjenis kelamin perempuan dengan  berat 2,9 kg, panjang 49 cm, lingkar dada 34 cm, lingkar kepala 33 cm itu akan di rawat di puskesmas terlebih dulu.

“Kondisi fisik bayi saat ini matanya agak kekuningan. Diduga karena kurang minum, jadi dirawat di puskesmas dulu,” dia menambahkan.

Warga Temukan Makam Dibongkar di Sidoarjo

 

 

 

 

Sukday.com – Kuburan milik seorang warga Sidoarjo, Janji (56) yang belum lama meninggal dunia seminggu yang lalu dibongkar oleh masyarakat. Penemu makam tersebut merupakan warga lain yang bernama Suryat. Dia mengatakan menjumpai adanya keanehan pada kuburan Janji pada hari Sabtu (28/7/2018) pagi.

Ketika hari itu, baru pulang memanen sawi di sawah miliknya yang dekat dari area makam dan tersandung batu ketika melintasi pinggir makam.

“Saya curiga kuburan almarhum ada bekas galian dan setelah mendekat kami yakin kuburan almarhum habis ada yang membongkar,” kata Suryat, Minggu (29/7/2018).

Dia juga menghampiri dan merasa terkejut saat mengetahui makam tersebut adalah milik almarhum janji yang belum lama meninggal sepekan sebelumnya.

Kemudian dia melaporkan ke Mujiono yang merupakan salah satu kerabat Janji. Setelah mendapat informasi tersebut kemudian keluarga langsung mengecek ke kuburan Desa Medalem, Kecamatan Tulangan.

“Iya mas, saat saya datang ke makam, kuburan suami saya bekas digali seseorang. Urukan tanah tanah juga tidak merata dan masih menjorok ke dalam. Padahal terakhir bagian permukaan makam tanahnya masih mumbul (tinggi, red) seperti kondisi kuburan lainnya yang usianya masih hitungan harian,” jelas istri almarhum, Buarah (51).

Di dekat makam, keluarga menemukan batok kelapa yang diduga dipakai untuk mengeruk makam almarhum Janji. Tetapi, yang tidak kalah mengejutkan yakni keluarga menjumpai adanya bekas tapak kaki yang diusapkan ke tembok pintu kecil di sebelah utara makam. Akhirnya keluarga sepakat untuk membongkar makam almarhum.

“Ternyata setelah dibongkar dan bagian usuk kayu atas mayat di liang lahat dibongkar, saya bersama keluarga dan aparat desa melihat semuanya tiga tali kain kafan mayat suami saya, mulai bagian atas kepala, perut dan tali bagian kaki, semuanya tidak ada,” kata Buarah.

Dilaporkan Terseret Ombak, Nelayan di Purworejo Ditemukan Tewas

 

 

 

 

Sukday.com – Setelah hilang terseret ombak besar, seorang nelayan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pantai Purworejo, Jawa Tengah. Jenazah korban telah dievakuasi oleh tim penyelamat.

Korban yang diketahui bernama Ngadnan (47) merupakan seorang  warga Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag. Korban dilaporkan hilang setelah terseret ombak Pantai Pasir Puncu, Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag pada Selasa (24/7) malam.

“Setelah dilakukan pencarian oleh petugas gabungan, alhamdulillah akhirnya korban berhasil ditemukan. Namun dalam keadaan meninggal,” kata Kepala BPBD Purworejo, Sutrisno ketika dihubungi detikcom, Rabu (25/7/2018).

Pertama kali korban ditemukan oleh seorang nelayan setempat yang diikutsertakan dalam proses pencarian korban sekitar 400 meter arah utara dari tempat kejadian. Petugas pencarian kemudian melakukan evakuasi terhadap mayat korban.

Sebelum dilaporkan hilang, korban bersama adiknya  Ngatijan(40) tengah menjaring ikan di muara sungai Jali yang tidak jauh dari pantai. Tetapi, tiba-tiba ombak besar menerjang dan menggulung mereka. Beruntung, Ngatijan berhasil menyelamatkan diri namun korban terseret ombak dan hilang.

“Setelah korban berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka sekaligus diperiksa secara medis oleh petugas,” tuturnya.

Pelaku Pecurian Rumah Kosong di Kramat Jati Ditembak Petugas

 

 

 

 

Sukday.com – Pelaku pencurian sebuah rumah kosong di Kramat Jati, Jakarta Timur diketahui berjumlah dua orang yakni Zainal Arifin alias Ambon dan Angga Wijaya Kusuma. Tersangka Angga ditembak pada bagian kaki lantaran mencoba melarikan diri ketika ditangkap.

“Satu orang kami tembak karena dia berusaha lari saat tim mau menangkapnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ida Ketut, Jumat (20/7/2018).

Ida Ketut mengungkapkan penangkapan tersebut bermula dengan adanya laporan pencurian rumah kosong di wilayah hukum Polsek Kramat Jati pada tanggal 21 Mei 2018 sekitar pukul 02.00 WIB. Pencurian dilakukan oleh dua orang tersangka di kediaman korban yang bernama Zaitun yang berada di Jalan Bahagia, Kampung Tengah Kramat Jati.

“Kejadian tersebut terjadi saat korban meninggalkan rumah untuk berdagang, setelah kembali dia terkejut karena rumah sudah dalam keadaan berantakan dan setelah diperiksa ternyata barang – barang berharga miliknya ada yang hilang,” terang Ida Ketut.

Polisi kemudian melakukan berbagai penyelidikan pada kasus tersebut. Setelah selama dua bulan proses penyelidikan, polisi memperoleh identitas pelaku dan menangkapnya.

“Saat upaya penangkapan dilakukan secara persuasif tidak diindahkan oleh pelaku. Ada pelaku yang berusaha melarikan diri dan langsung diambil tindakan tegas terukur mengenai kaki pelaku,” tuturnya.

Kedua pelaku kemudian diamankan di Polres Metro Jaktim untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya. Berdasarkan keterangan pelaku, Ida Ketut mengatakan mereka baru sekali melakukan tindak pencurian. “Kalau dari pelaku ngakunya baru sekali, tapi kami masih dalami,” imbuhnya.

Polisi Malaysia Ringkus Pelaku Penculikan 2 WNI

 

 

 

 

Sukday.com – Kepolisian Malaysia meringkus sebanyak sembilan lelaki yang terlibat dalam penculikan dua warga negara Indonesia (WNI). Sembilan pelaku penculikan sempat meminta uang tebusan sebanyak 450 ribu Ringgit atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Kedua WNI tersebut diculik di Bukit Gambir, dekat Tangkak, Johor Baru, pada tanggal 27 Juni 2018 silam. Kedua korban penculikan tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Kepala Kepolisian Johor, Mohd Khalil Kader Mohd mengungkapkan bahwa sembilan pelaku penculikan tersebut berusia mulai 20-43 tahun. Mereka diringkus dengan empat penangkapan terpisah, di Batu Pahat dan Muar, pada Sabtu (14/7) lalu.

“Seorang pelapor memberitahu polisi bahwa dua temannya asal Indonesia, telah diculik. Istri salah satu korban juga memberitahu pelapor bahwa para penculik meminta uang tebusan 450 ribu Ringgit,” kata Mohd Khalil.

Pringkusan tersebut dilakukan mulai dini hari sampai sore hari. Empat pelaku tersebut diantaranya tertangkap di peringkusan di Jalan Rigayah, Batu Pahat. Salah satu korban penculikan berhasil diselamatkan sementara korban yang lain kabur dari penculik.

Dua pelaku lain ditangkap pada peringkusan di Jalan Bakri, Muar. Polisi mengamankan sabu-sabu serta pil kuda dari peringkusan di tempat tersebut. Satu pelaku diringkus pada peangkapan di Jalan Tanjung Indah, Batu Pahat. Sementara, dua pelaku terakhir diringkus pada penggerebekan di Danga Bay, Johor Baru.

“Polisi juga menyita uang tunai sebesar 36 ribu Ringgit, sebuah pistol semi-otomatis Norinco dengan 19 amunisi (9mm) dan narkoba yang diyakini sabu-sabu,” kata Mohd Khalil.

“Para tersangka positif menggunakan methamphetamine, juga terlibat dalam distribusi narkoba di Malaysia dan Indonesia dan ditahan hingga Kamis (19/7),” imbuhnya.

Raul Albiol Sebut Ancelotti Sebagai Pelatih Bermental Juara

Mulai gelaran musim depan, skuat Napoli akan ditangani oleh pelatih barunya, yakni Carlo Ancelotti. Seperti yang kita tahu, bahwa Anceloti akhirnya ditunjuk Napoli untuk menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat karena gagal mengantarkan klub tersebut meraih gelar juara Serie A Italia di musim lalu.

Terkait dengan penunjukan Ancelotti, Raul Albiol, menilai bahwa keputusan tersebut merupakan hal yang sangat tepat. Pasalnya, Ancelotti dinilainya sebagai sosok pelatih yang memiliki mental juara.

Di sisi lain secara pengalaman, pelatih tersebut tak perlu diragukan lagi karena ia pernah menangani klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munchen. Selama menangani klub-klub tersebut, pelatih tersebut selalu berhasil mengantarkan klubnya meraih gelar juara.

Tak hanya itu, dalam karier kepelatihannya, Ancelotti juga berhasil tiga kali mengantarkan klub yang ia tangani meraih gelar di kompetisi Eropa paling bergengsi, yakni Liga Champions. Klub yang sempat meraih gelar Liga Champions bersama Ancelotti antara lain AC Milan (2 kali), dan Real Madrid (1 kali).

“Ancelotti adalah pelatih yang menang dan dia mentransfer mentalitas dan ide-idenya. Kami bekerja dengan salah satu pelatih terbesar di dunia dan ini adalah peluang besar bagi kami, kami harus mengikuti instruksi dan menerapkan cara bermainnya,” kata Albiol seperti dilansir Soccerway.

“Adalah normal bahwa memiliki pelatih yang penting seperti itu memberi kami motivasi dan keinginan yang besar untuk melakukan yang benar sejak awal. Kami menerapkan ide-idenya bahkan jika itu masih awal, dan tim berlatih dengan antusias karena kami ingin siap untuk menghadapi musim yang hebat,” Albiol menambahkan.
Dapatkan informasi sepak bola dunia secara lengkap, hanya di cambodialeague.com

Fenomena Alam Embun Es di Dieng Muncul Kembali

 

 

 

 

Sukday.com – Dataran tinggi Dieng kembali mengalami fenomena yang menakjubkan, embun yang membeku sampai menjadi es kembali terjadi. Pada pagi hari, suhu di kawasan candi Arjuna di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara sampai 3 derajat celsius.

Petugas UPT Dieng, Banjarnegara, Mohson mengungkapkan tingkat ketebalan embun es pada hari Kamis (12/7) seperti yang terjadi sebelumnya pada hari Jumat (6/7) lalu. Embun es tersebut tampak menempel pada rumput serta pepohonan yang berada di kawasan candi Arjuna dan ladang kentang milik warga di Dieng.

“Suhu udara di Dieng kembali turun. Tadi pagi mencapai 3 derajat celsius di luar ruangan. Kalau di dalam rumah sampai 6 derajat celsius. Makanya embun yang membeku cukup tebal,” ujar Mohson, Kamis (12/7/2018).

Fenomena alam yang terjadi setiap musim kemarau di Dieng memang sangat sulit diperkirakan. Tetapi ketika kemunculan embun es pagi hari ini, banyak wisatawan yang dapat menyaksikan secara langsung di kawasan Candi Arjuna.

“Tadi pagi banyak wisatawan yang datang. Ada yang rombongan dari Jakarta 3 kendaraan, kebetulan bisa melihat langsung fenomena embun membeku di Dieng. Kemungkinan besar masih muncul lagi, tetapi harinya apa kami tidak tahu, itu rahasia dari Tuhan,” tuturnya.

Dia menjelaskan embun es biasanya muncul di lahan yang datar, baik di lahan kentang ataupun objek wisata. Tetapi, bila suhu udara sampai 0 atau bahkan minus, maka lahan yang berada di lereng juga akan terkena embun es.

“Biasanya kalau sampai minus suhu di lereng-lereng juga muncul. Tetapi kalau hanya 3 derajat celsius embun es hanya terlihat di lahan yang datar,” ungkapnya.

Ketika ditanyai mengenai wisata, Mohson tidak menepis bla sekarang mengalami peningkatan. Tetapi, dia tidak dapat memastikan alasan meningkatnya kunjungan di tempat wisata karena sekarang masih musim liburan sekolah.

“Memang ada yang penasaran ingin melihat langsung embun es. Tetapi apakah akan seperti ini jika bukan hari libur, itu yang kami belum menghitung,” pungkasnya.

Kisruh Narapidana Rutan Pemalang Rupanya Dipicu Saling Ejek

 

 

 

 

Sukday.com – Kerusuhan yang berlangsung di Lapas Kelas II B Pemalang berawal dari saling ejek mengejek diantara para narapidana di kamar 11.

“Ini saya baru dapat laporan dari anggota, permasalahan hal yang sepele. Saling ejek masalah subsida (subsider). Subsida itu didenda dan pengganti kurungan. Yang satu (napi) sebulan bebas, yang satu lagi enam bulan,” ungkap Hisyam Wibowo di Rutan Kelas II B Pemalang di Jalan Muchtar No 3, Kebondalem,Pemalang, Senin (9/7/2018).

Berawal dari saling ejek yang hanya dua orang tersebut berakhir dengan perkelahian yang melibatkan sejumlah narapidana.

Sekarang ini kamar 11 yang menjadi tempat kejadian kericuhan tersebut telah dikosongkan. Sementara keadaan telah kondusif kembali. Kamar yang lain juga tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut.

“Kamar 11 kosong. 17 napi penghuninya kita evakuasi semalem ke Brebes dan Slawi. Di Brebes ada 7 napi dan ke Slawi (kabupaten Tegal) ada 10 napi,” tutur Hisyam.

Sampai sekaang, keadaan Rutan Kelas II B Pemalang yang ditinggali sekira 253 narapidana ini terlihat cukup kondusif. Dari sebanyak 20 anggota kepolisian yang berjaga dari semalam, sampai sekarang ini hanya tujuh anggota saja yang berjaga lantaran keadaan telah kondusif.

“Semalem memang ada 20 penjagaan dibantu polisi. Saat ini sudah aman terkendali hanya berjaga-jaga 7 porsonel,” paparnya.

Gunung Agung Dapat Erupsi Tanpa Munculkan Tanda-Tanda

 

 

 

 

Sukday.com – Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali dapat mengalami erupsi secara tiba-tiba dan tidak ada pertanda.

Berdasarkan data pemantauan terakhir di pos pengamatan Gunung Api di Desa Rendang, Karangasem mengindikasikan sekarang ini Gunung Agung tengah berada dalam sistem terbuka. Magma sangat mudah untuk naik ke permukaan yang biasa disebut dengan erupsi.

“Kita lakukan pengamatan ternyata memang bisa tidak ada tanda-tanda akan erupsi atau hanya tanda singkat. Tiba-tiba saja keluar. Memang ada beberapa yang ada indikasi. Tapi saat ini tidak,” ungkap Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana, Kamis (5/7/2018).

Berdasarkan pemantauan sekarang ini lewat citra satelit, masih terdapat material panas yang berada di kawasan kawah. Hal tersebut menandakan aktivitas erupsi masih terus terjadi.

“Dimungkinkan intensitasnya akan lebih kecil dibandingkan erupsi sebelumnya,” dia mengakhiri.

Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi pada dini hari tadi,  Kamis (5/7) pukul 00:37 WITA. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan data dari VMBG melalui laporan Magma VAR dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung periode 00.00 sampai 06.00 WITA.

Lima Pelaku Pelempar Batu di Tol Tangerang Diancam Sembilan Tahun Penjara

 

 

 

 

Sukday.com – Lima pelaku pelemparan batu sebesar helm di Tol Tangerang-Merak akan diancam hukuman maksimal selama sembilan tahun penjara. Aksi pelemparan batu yang dilakukan dari atas jembatan  (overpass) menyebabkan sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan enam mobil rusak.

“Para tersangka ini kita jerat (dengan) Pasal 170 (KUHP) juncto (Pasal) 406 (KUHP). Ancaman 7 tahun untuk yang mengalami luka ringan dan luka berat sampai dengan 9 tahun,” ungkap Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan di Mapolres Serang, Banten, Senin (2/7/2018).

Terdapat lima orang yang mengalami luka lantaran aksi pelemparan batu di Tol Tangerang. Empat orang yang mengalami luka merupakan satu keluarga yaitu Chandra. Satu korban yang lain yakni Buin yang menderita patah tangan.

“Satu korban masih dirawat di RS Fatmawati, sudah diperiksa,” tutur Indra.

Sementara koeban yang lain bernama Thoha. Tetapi, Thoha belum dilakukan interograsi lantaran berada di luar kota. Sedangkan lima pelaku yaitu berinisial WS, BS, RY, SN, dan SL mengatakan hanya iseng saja melempar batu dari atas jembatan Tol Tangerang.

“Bahkan mereka tidak tahu bahwa polisi mencari mereka, motif sampai saat ini dari pengakuannya iseng dan tidak ada yang menyuruh,” ujarnya.